www.halloriau.com
Olahraga
BREAKING NEWS :
Satu Warga Rohul Positif Corona, Jumlah ODP 2.176 dan PDP 4 Orang
 
Kembali ke Yamaha, Ini Nasehat untuk Lorenzo
Rabu, 25/03/2020 - 08:13:16 WIB
Jorge Lorenzo melakukan keputusan blunder dengan meninggalkan Yamaha.
Jorge Lorenzo melakukan keputusan blunder dengan meninggalkan Yamaha.

JAKARTA - Penyesalan selalu datang terakhir. Itu mungkin yang sedang dirasakan Jorge Lorenzo. Keputusan meninggalkan Yamaha usai MotoGP 2016 seharusnya tidak dilakukan juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.

Tanggal 18 April 2016 mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan Lorenzo. Pada hari itu pihak Yamaha dan Lorenzo mengambil keputusan untuk berpisah usai MotoGP 2016 setelah sembilan musim bersama.

Sebuah keputusan yang seharusnya membuat Lorenzo menyesal. Betapa tidak. Lorenzo melepas hal berharga yang dimilikinya di MotoGP, yakni tim dan sepeda motor terbaik untuk pebalap asal Spanyol itu.

Namun, emosi sesaat membuat Lorenzo melakukan blunder. X-Fuera mengambil keputusan yang pastinya tidak ingin diulangi. Lorenzo meninggalkan Yamaha di puncak, semua karena kebencian terhadap Valentino Rossi.

Dikutip dari cnnindonesia, sudah menjadi rahasia umum hubungan Lorenzo dengan Rossi tidak pernah baik sejak kedua pebalap kali pertama menjadi rekan setim di Yamaha pada 2008. Puncaknya terjadi pada MotoGP 2015 ketika Rossi menuduh Lorenzo mendapat bantuan dari Marc Marquez untuk menjadi juara dunia.

Lorenzo tidak menunggangi Yamaha hampir terlihat tidak seperti pebalap juara dunia. Lorenzo terpuruk bersama Ducati di musim pertama dengan hanya mampu merebut tiga finis podium.

Di musim kedua bersama Ducati pada 2018, Lorenzo mulai sedikit bangkit dengan merebut tiga kemenangan. Tapi, Ducati kemudian mengambil keputusan dini untuk mendepak Lorenzo. Lorenzo pun terdampar di Repsol Honda, terpuruk menjadi rekan setim Marc Marquez.

Di pengujung musim MotoGP 2019 Lorenzo mengeluarkan pernyataan mengejutkan, memutuskan pensiun setelah gagal total di musim pertama bersama Honda. Honda pun dengan berbesar hati menghapus kontrak satu tahun tersisa dengan Lorenzo.

Yang kemudian menjadi aneh adalah, Lorenzo hanya butuh kurang dari tiga bulan untuk menyatakan kembali dari pensiun dengan menerima tawaran Yamaha menjadi pebalap tes pada 30 Januari 2020.

Beberapa keputusan yang diambil kemudian membuat Lorenzo mendapat kritikan tajam. Lorenzo menerima status wildcard tampil di MotoGP Catalunya musim ini. Bahkan pebalap 32 tahun itu membuka kemungkinan bergabung dengan Petronas Yamaha sebagai pengganti Fabio Quartararo.

Munafik, menjilat ludah sendiri, mata duitan. Itu adalah sejumlah kritikan yang yang didapat Lorenzo ketika memutuskan kembali ke Yamaha.

Lorenzo dianggap munafik karena memutuskan begitu cepat untuk kembali dari pensiun. Marquez sampai menyindir Lorenzo dengan mengatakan, "Lorenzo pensiun karena takut dengan Honda, bukan karena balapan."

Lorenzo juga dianggap menjilat ludah sendiri karena pernah mengklaim bisa tampil cepat dengan sepeda motor selain Yamaha. Lorenzo juga dikritik mata duitan karena takut kehilangan uang setelah pensiun dari MotoGP.

Kritikan untuk Lorenzo tidak salah, karena sejak awal Lorenzo seharusnya tidak meninggalkan Yamaha. Lorenzo seharusnya tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat yang membuatnya kini terpuruk.

Lorenzo seharusnya bertahan di Yamaha usai MotoGP 2016 karena Rossi sedang berada di pengujung karier. Lorenzo seharusnya lebih kuat menghadapi 'nama besar' Rossi, karena faktanya Lorenzo pebalap terbaik Yamaha dalam satu dekade terakhir.

Fakta membuktikan Lorenzo satu-satunya pebalap yang mampu mengalahkan Marquez dalam perebutan gelar juara dunia sejak The Baby Alien promosi ke MotoGP pada 2013. Lorenzo adalah pebalap yang mampu membuat sepeda motor Yamaha menjadi agresif, seperti yang dilakukan Quartararo musim lalu.

Terbukti Yamaha tidak mampu berbuat banyak ketika Lorenzo pergi. Bahkan Yamaha mulai disalip Ducati dan Suzuki dalam beberapa musim terakhir.

Andai Lorenzo 'tutup kuping' dan sabar menghadapi Rossi, pebalap kelahiran Palma da Mallorca itu mungkin bisa merebut gelar juara dunia MotoGP tambahan bersama Yamaha.

Penyesalan sudah dirasakan Lorenzo. Tinggal bagaimana Lorenzo membuktikan keputusan untuk kembali ke Yamaha yang mendapat banjir kritikan tidak sia-sia. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Maverick Vinales jadi yang tercepat di tes terakhir MotoGP di Qatar.Rossi Kecelakaan dalam Tes MotoGP Qatar, Vinales Posisi Teratas
Andrea Dovizioso (kanan) belum bisa memprediksi kecepatan Valentino Rossi (tengah) di MotoGP 2020. Foto: CNNIndonesiaDovizioso Tak Yakin Rossi Melesat Cepat di Balapan MotoGP
Fabio Quartararo jadi pebalap tercepat di sesi tes MotoGP di Sepang. Foto: CNNIndonesiaTampil Memukau, Quartararo Catat Waktu Terbaik Hasil Tes MotoGP Sepang
  Valentino Rossi dan Marc Marquez.Marquez Perpanjang Kontrak dengan Honda, Dianggap Tak Seberani Rossi
Valentino Rossi dan Lorenzo.Jelang MotoGP 2020, Rossi Ngaku Senang Dilatih Lorenzo
Kejuaraan Daerah Balap Motor Niqi Champion 2020.Yamaha Ambil Bagian di Kejuaraan Daerah Balap Motor Niqi Champion 2020

 
Berita Lainnya :
  • Satu Warga Rohul Positif Corona, Jumlah ODP 2.176 dan PDP 4 Orang
  • Kapolres Rohul Bersama Forkopimda Cek Gudang Beras, Pastikan Stock Aman 6 Bulan ke Depan
  • Lapas Kelas IIA Pekanbaru Bebaskan 115 Warga Binaan, Satu di Antaranya Toro Laila
  • Penanggulangan Virus Corona, Tahap Pertama Pemkab Meranti Anggarkan Rp36 Miliar
  • Oknum Kades di Kampar Terjaring OTT Satgas Pungli Polda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Taja Pekanbaru International Dragonboat Festival
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved