KAMPAR - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah membuat kondisi jalan menjadi lebih berisiko bagi pengendara. Jarak pandang yang terbatas atau low visibility dapat menyulitkan pengendara dalam membaca kondisi lalu lintas, sehingga diperlukan kewaspadaan dan teknik berkendara yang tepat.
PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda), selaku distributor sepeda motor Honda di wilayah Riau, melalui Instruktur Safety Riding tersertifikasi Arif Rahman H, membagikan sejumlah panduan #Cari_Aman bagi pengendara sepeda motor yang harus melintas dalam kondisi kabut asap.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan perlengkapan berkendara yang tepat
Perlengkapan berkendara menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keselamatan sekaligus meningkatkan visibilitas pengendara.
Helm full face dengan visor bening. Pastikan visor dalam kondisi bersih dan menggunakan kaca bening agar pandangan tetap maksimal. Penggunaan visor gelap (smoke/tinted) dapat mengurangi cahaya yang masuk sehingga pandangan semakin terbatas.
Jaket reflektif dan sarung tangan. Jaket dengan aksen reflective strip membantu membuat keberadaan pengendara lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
Masker respirator N95/KN95. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel halus seperti PM2.5 selama berkendara di tengah kabut asap.
2. Optimalkan fitur keselamatan dan pencahayaan
Pengendara juga perlu memastikan seluruh fitur keselamatan dan pencahayaan sepeda motor berfungsi dengan baik.
Gunakan lampu dekat (low beam). Lampu dekat dapat membantu meningkatkan visibilitas tanpa menghasilkan pantulan cahaya berlebihan yang berpotensi mengganggu pandangan pengendara.
Lakukan pengereman secara terukur. Abu sisa kebakaran yang bercampur dengan kelembapan dapat berpotensi memengaruhi daya cengkeram ban. Karena itu, gunakan rem depan dan belakang secara halus serta bertahap untuk mengurangi risiko roda terkunci atau selip.
Gunakan lampu sein dengan benar. Hindari menyalakan lampu hazard ketika kendaraan sedang bergerak. Gunakan lampu sein sebagai penanda ketika akan berpindah lajur atau menepi.
3. Tingkatkan kemampuan memprediksi bahaya
Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas membutuhkan gaya berkendara yang lebih defensif. Pengendara harus mampu memperkirakan potensi bahaya sebelum mengambil tindakan.
Jaga jarak aman. Pertahankan jarak dengan kendaraan di depan setidaknya tiga detik. Jarak tersebut memberikan waktu yang lebih cukup untuk melakukan pengereman atau manuver darurat.
Manfaatkan marka di sisi kiri. Garis putih di sisi kiri jalan dapat digunakan sebagai panduan visual untuk membantu menjaga posisi sepeda motor agar tidak keluar jalur.
Berikan tanda keberadaan. Gunakan klakson dengan ketukan singkat sebagai isyarat keberadaan kendaraan, terutama ketika memasuki persimpangan atau tikungan dengan jarak pandang terbatas.
Melalui edukasi tersebut, Capella Honda berharap pengendara sepeda motor semakin waspada dan disiplin menerapkan teknik berkendara yang aman ketika menghadapi kondisi kabut asap.
Pengendara juga diimbau memastikan kondisi fisik, kelengkapan riding gear, serta kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
“Mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang aman dan tertib dengan selalu menerapkan semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan,” tutup Arif.(*)