Otomotif
BREAKING NEWS :
Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
 


Permintaan Motor Listrik di Indonesia Masih Sepi Peminat, Ini Penyebabnya
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 09:41:04 WIB
Motor listrik.(foto: detik.com)
Motor listrik.(foto: detik.com)

JAKARTA - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) akhirnya angkat bicara mengenai rendahnya permintaan motor listrik di Tanah Air.

Menurut AISI, salah satu faktor utama yang menyebabkan lambatnya adopsi kendaraan listrik roda dua adalah kualitas produk yang belum memenuhi ekspektasi konsumen.

Ketua Umum AISI, Johannes Loman menjelaskan, motor listrik saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan utama pengguna sepeda motor di Indonesia.

Kendaraan roda dua di Tanah Air biasanya digunakan sebagai alat transportasi yang cepat dan efisien. Namun, motor listrik belum bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut karena memerlukan waktu tambahan untuk pengisian daya (charging).

"Kalau melihat angkanya, permintaan motor listrik mulai berkembang. Tapi memang dalam industrinya, penerimaan konsumen belum secepat mobil listrik," ujar Loman dilansir detik.com, Sabtu (5/10/2024).

Loman menambahkan, kendala utama motor listrik adalah terbatasnya jarak tempuh serta lamanya waktu pengisian daya.

Hal ini bertentangan dengan karakteristik pengguna sepeda motor di Indonesia yang menginginkan kendaraan dengan kecepatan tinggi dan daya jangkau yang luas.

"Penyebabnya karena keterbatasan jarak, waktu charging butuh waktu lama, sedangkan untuk sepeda motor butuh kecepatan dan range yang jauh," tambahnya.

Menurut Loman, konsumen Indonesia sangat selektif dalam memilih kendaraan baru. Mereka membutuhkan jaminan, produk yang dibeli tidak akan menimbulkan masalah di masa depan.

Selain itu, faktor harga dan keamanan berkendara menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memutuskan untuk beralih ke motor listrik.

"Yang tak kalah penting adalah harga dan peace of mind. Penerimaan konsumen itu yang penting. Kalau konsumen kebutuhannya tercukupi, konsumen akan segera beralih," jelasnya.

Sebagian besar publik beranggapan, rendahnya minat terhadap motor listrik juga disebabkan kurang seriusnya merek-merek Jepang seperti Honda, Yamaha dan Suzuki dalam mengembangkan produk motor listrik.

Saat ini, baru Honda yang memiliki model kendaraan listrik di pasar Indonesia, itu pun hanya satu model.

Sebagai pemimpin pasar, gebrakan dari merek-merek asal Jepang ini sangat dinantikan untuk mendorong permintaan motor listrik yang masih rendah.

Kehadiran inovasi dari pemain besar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk motor listrik di Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, populasi motor listrik di Indonesia baru mencapai 109 ribu unit pada tahun ini.

Angka ini masih sangat kecil dibandingkan dengan populasi motor bensin yang mencapai 125 juta unit, menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Dengan tantangan tersebut, industri motor listrik di Indonesia masih harus berjuang keras untuk mencapai adopsi yang lebih luas.

Selain peningkatan kualitas produk, diperlukan pula infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian daya, untuk menarik minat lebih banyak konsumen.

Sebagai kesimpulan, meski ada potensi besar untuk pertumbuhan motor listrik di masa depan, saat ini tantangan yang dihadapi industri ini masih cukup besar.

Kualitas produk, harga, dan ketersediaan infrastruktur akan menjadi kunci utama dalam memenangkan hati konsumen Indonesia.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
CBR Series kembali harumkan Indonesia di ARRC Buriram (foto/ist)Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Riau.Baznas Riau Targetkan Penghimpunan Zakat Rp70,4 Miliar pada 2026, Beasiswa 1.570 Mahasiswa Dibuka
ist.Pekanbaru Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tiga Kawasan Resmi Jadi Kampung Tangguh
Barcelona juara LaLiga 2025/2026.Barcelona Juara LaLiga 2025/2026 Usai Bungkam Real Madrid 2-0 di El Clasico
Minyakita di Pekanbaru dijual di atas HET.(ilustrasi/int)Harga Minyakita Meroket, DPRD Pekanbaru: Solusi Pemerintah Hanya Teori untuk PHP Masyarakat
  Universitas Islam Riau (UIR).Hanya 6% di Indonesia, UIR Masuk Jajaran Perguruan Tinggi dengan Akreditasi UNGGUL
ASPPI Riau sukses gelar RTM VI di Pekanbaru (foto/ist)Riau Travel Mart VI Sukses Digelar di Pekanbaru, Promosikan Wisata Melayu ke Dunia
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meresmikan operasional tower BTS Telkomsel di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (10/5/2026). BTS Telkomsel di Malalak Agam Diresmikan, Akses Komunikasi dan Ekonomi Warga Meningkat
ist.Pengedar Sabu Ditangkap di Rohil dan Dumai, Polisi Temukan Senpi serta Amunisi Aktif
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: int)Ribuan Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa Dana Sawit, Pemprov Siapkan Rp62 Miliar Lagi
Komentar Anda :

 
 

Suzuki.
Emisi Gas Buang Suzuki
Perawatan AC Suzuki Tips Menghemat Bahan Bakar (BBM) Saat Mengemudi Tips Mengemudi Hemat BBM ala Suzuki tanpa Modifikasi
 
 
 
MobiL
Warga Panam Jadi Pemenang Daifest 2025 Berhadiah Mobil All New Xenia
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved