Marc Marquez Bakal Jalani Operasi Ganda dan Absen Dua Seri MotoGP 2026 Usai Crash di Le Mans Prancis
CFD Perdana Disambut Antusias Warga Bagansiapiapi, UMKM Lokal Ikut Terdongkrak
Moto3 Prancis 2026 Dramatis! Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi Belakang, Finis Keempat
38 Hotspot Sumatera Sore ini, Riau Sumbang 3 Titik Panas
Separuh Jalan Muara Lembu–Pangkalan Indarung Amblas, Warga Kuansing Khawatir Akses Putus Total
Baznas Riau Targetkan Zakat Rp70,4 Miliar untuk Beasiswa 1.570 Mahasiswa, Ini Kategorinya
Warga Rohil Pilih 'Hukum Jalanan' Lawan Mafia Narkoba, DPRD Riau: Puncak Amarah yang Terabaikan
Sembunyi di Kawasan Terpencil, 8 Unit Mesin Tambang Ilegal di Kuantan Mudik Dimusnahkan Polisi
Tanpa Marquez, Simak Jadwal Lengkap Race MotoGP Prancis 2026 Malam ini
Veda Ega Pratama Start dari Row 2 di Le Mans, Ini Jadwal Lengkap Moto3 Prancis 2026
Terjebak Banjir Saat Mengemudi? Jangan Panik! Ikuti 9 Tips Ini Agar Selamat
Rabu, 05 Maret 2025 - 09:47:10 WIB
ilustrasi melintasi area banjir.
PEKANBARU – Terkadang banjir yang melanda tidak bisa diprediksi, namun jika anda terjebak dalam banjir saat mengendarai mobil maka bersikap tenang dahulu. Jangan dinyalakan secara paksa jika mesin tiba-tiba mati saat mobil terjebak banjir.
Sebab, hal tersebut justru akan membuat beberapa komponen menjadi rusak. Namun jika masih menyala, jalankan dengan perlahan dan stabil sambil tetap jaga jarak aman.
Pada dasarnya, hal paling mendasar jika terjebak banjir adalah tetap tenang dan mencari strategi terbaik agar bisa melaluinya dengan aman. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar aman dari banjir, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi Kedalaman Air Sebelum memutuskan untuk menerjang banjir, sebaiknya evaluasi terlebih dahulu kedalaman airnya. Apabila debit air terlalu dalam (lebih dari setengah ban) sebaiknya urungkan niat tersebut, terutama jika tidak ada rute alternatif.
2. Jaga Jarak Apabila terpaksa harus menerjang banjir, sebaiknya tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jangan terburu-buru untuk keluar dari area banjir karena hal tersebut justru akan membuat air berpotensi masuk ke saluran udara melalui knalpot.
3.Perlahan dan Stabil Saat memasuki daerah banjir, usahakan untuk melaju dengan kecepatan rendah dan secara perlahan. Perhatikan pula kondisi sekitar dan selalu waspada terhadap selokan atau lubang yang tidak terlihat karena tertutup air.
Tetap tenang meski ada air yang masuk ke dalam ruang mesin. Sebab, risiko kerusakan saat menggunakan kecepatan rendah lebih minimal jika dibandingkan Anda memacu kendaraan menggunakan kecepatan tinggi.
4. Ikuti Gelombang Saat harus melewati banjir, bagian depan mobil akan menabrak air sehingga menciptakan gelombang yang bergerak maju. Pergerakannya ini searah dan dengan kecepatan tertentu sehingga meninggalkan celah yang lebih dangkal di belakangnya.
Trik agar aman melintasi gelombang tersebut adalah dengan tidak mendahului rambatan gelombang. Sebaliknya, ikuti rambatan gelombang dari arah belakang sambil memastikan laju kendaraan tetap menggunakan kecepatan yang stabil. Akses Jalan Raden Fatah Ciledug, Tangerang terendam banjir dengan kisaran 50 sentimeter akibat luapan Kali Angke
5. Gunakan Jalur Tengah Bila memungkinkan, saat mobil terjebak banjir usahakan menggunakan jalur tengah. Sebab, pada umumnya air di pinggir jalan lebih dalam dibandingkan tengah sehingga jalur tengah lebih aman untuk dilewati. Intinya, gunakan jalan dengan debit air yang lebih dangkal demi keselamatan Anda dan mobil.
6. Hindari Rem Mendadak Saat melintasi area banjir sebisa mungkin hindari menginjak rem secara mendadak. Sebab, hal tersebut bisa menyebabkan kendaraan kehilangan traksi sehingga sulit dikendalikan.
7. Jaga Mesin Tetap Hidup Selama melintasi area banjir usahakan mesin kendaraan tetap hidup. Sebab, kondisi mesin yang mati membuat air masuk ke dalam sistem knalpot sehingga berdampak serius pada mesin.
8. Matikan Mesin saat Darurat Namun jika tenaga mesin kian menurun atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari lokasi aman untuk berhenti dan matikan mesin mobil. Misalnya: Saat salah perhitungan sehingga mobil terjebak banjir yang lebih dalam dengan ketinggian air yang melampaui saluran udara atau kap mesin.
Muncul gejala awal mesin kemasukan air dan mengeluarkan suara brebet hendak mati. Dengan menerapkan cara ini membuat Anda terhindar dari risiko water hammer.
9. Mogok? Jangan Dihidupkan Kembali Usahakan untuk tidak memaksa mesin kembali menyala ketika mobil tiba-tiba mogok saat melintasi area banjir. Sebab, memaksa mesin hidup kembali berpotensi menyebabkan water hammer (kerusakan mesin), seperti yang dilansir dari viva.(*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)