www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Pertanyakan Tujuan PPKM, Anggota DPRD Riau: Kenapa Berlaku Malam Saja?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Pemeriksaan Post Mortem, Ditemukan Kasus Cacing Hati Pada Hewan Kurban di Kepulauan Meranti
Selasa, 20 Juli 2021 - 22:00:10 WIB
Pemeriksaan Post Mortem pada hewan kurban di Kepulauan Meranti, ditemukan kasus Cacing Hati
Pemeriksaan Post Mortem pada hewan kurban di Kepulauan Meranti, ditemukan kasus Cacing Hati

SELATPANJANG - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti menyebar petugas pemeriksa daging kurban (post mortem) ke sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1442 Hiriyah, Selasa (20/7/2021). Hasilnya petugas menemukan cacing hati pada hewan kurban yang disembelih di sejumlah tempat.

Tujuannya untuk memastikan agar hewan kurban yang telah dipotong bebas penyakit sehingga aman dikonsumsi.

Kepala Bidang Peternakan DKPTPP, Drh Syafrilia Wulandari, mengatakan, penyakit cacing hati yang berpotensi ada pada sapi dan kambing menjadi fokus pemeriksaan. Dimana cacing hati penyakit yang tidak bisa dilihat dari kondisi fisik hewan.

Dikatakan pihaknya telah menyebar sejumlah petugas ke lokasi pemotongan hewan kurban di sejumlah daerah di Kepulauan Meranti. Namun, ia mengakui, tidak semua tempat pemotongan dipantau petugas karena keterbatasan personil dan banyak lokasi pemotongan yang ada di perkampungan. Sehingga diputuskan lokasi yang terjangkau saja.

Ditambahkannya, pemeriksaan hewan kurban tersebut hanya melibatkan 6 orang dokter hewan dibantu paramedis, dan honor bidang peternakan di masing-masing tempat pemotongan hewan kurban.

Dikatakan, sementara ini ada 168 ekor sapi, kambing 158 dan 4 ekor kerbau yang telah dilakukan pemeriksaan.
Hasilnya, petugas hanya menemukan ada cacing hati pada 6 ekor sapi yang disembelih.

Dijabarkan, pemeriksaan di Kecamatan Tebing Tinggi yang digawangi drh Syafrilia Wulandari, drh Efdi Dermawan dan staf Zadit Taqwa dilakukan di 11 Mesjid dan 4 Musholla dengan total hewan yang diperiksa yakni 84 ekor Sapi dan 37 ekor Kambing, ditemukan kasus Cacing Hati sebanyak 4 ekor pada Sapi.

Hasil pemeriksaan di Kecamatan Rangsang Barat yang dilakukan oleh drh Rizka Ayuni tepatnya di Desa Sungai Cina dan Sialang Pasung ada 11 ekor sapi yang dilakukan pemeriksaan Post Mortem, namun tidak ditemukan kasus yang sama.

Begitu juga pemeriksaan yang dilakukan di Kecamatan Tebingtinggi Timur yang dilakukan drh Irwan tepatnya di Desa Sungai Tohor, Sungai Tohor Barat dan Nipah Sendanu, ada 4 ekor sapi yang dilakukan pemeriksaan, tidak ada terdapat kasus yang menjadi fokus petugas. Sama hal nya pemeriksaan yang dilakukan drh Sandy di Kecamatan Tasik Putripuyu yang memeriksa 35 ekor Sapi dan 65 ekor Kambing, juga tidak menemukan kasus serupa.

Pemeriksaan di Kecamatan Merbau tepatnya di Kelurahan Teluk Belitung, Desa Mayang Sari dan Bagan Melibur
oleh drh Melly dan paramedis Fadli yang memeriksa 45 ekor Sapi, 4 ekor Kerbau dan 56 ekor Kambing, petugas hanya menemukan Cacing Hati pada 2 ekor Sapi di Desa Bagan Melibur.


Menurut Syafrilia, meski penyakit pada hewan tersebut bukan kategori penyakit zoonosis atau tidak menular ke manusia namun secara etika pada bagian tersebut tidak layak dikonsumsi. Sehingga disarankan untuk dibuang.

"Deteksi bisa dilakukan oleh orang awam, kalau untuk paru-paru warna yang normal adalah merah muda kalau ada warna gelap silahkan diraba. Kalau ada benjolan atau agak keras, dibelah saja. Kalau isinya nanah atau mengeras seperti keju itu harus segera dibuang. Sedangkan hati itu yang normal warnanya merah tua menuju kecoklatan. Kalau terdapat bagian warna putih-putih, silahkan dibuka. Kalau ada cacingnya sebaiknya bagian itu dibuang. Yang lain bisa dikonsumsi," ujarnya.

Dikatakan lagi, pemeriksaan post Mortem atau setelah disembelih dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban sebelum dikonsumsi masyarakat. Bagian yang diperiksa diantaranya paru-paru, limfa maupun hati. Jika ditemukan ada cacing hati, maka disarankan untuk tidak diedarkan dan segera dibuang.

"Kalau di hati hewan kurban itu ditemukan cacing hati ya pada bagian tersebut kita buang. Karena tidak layak konsumsi. Kalau dikonsumsi ya takutnya malah terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita mencegah saja supaya bagian yang tidak layak ini tidak dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.

Penulis : Ali Imroen


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Ade Agus HartantoPertanyakan Tujuan PPKM, Anggota DPRD Riau: Kenapa Berlaku Malam Saja?
dokumentasiHari Ini, Nihil Warga Pambang yang Diswab Antigen
(foto: cnn indonesia) Dokter: Setelah Isoman 10 Hari Tak Perlu Lagi Tes Covid-19, Virus Sudah Mati
Polsek Bangko adakan patroli gabungan berskala besar pada Jumat (23/7/2021) malam. Polsek Bangko Patroli Gabungan PPKM dan Bagikan Semboko ke Warga yang Isoman
(Istimewa) Terpapar Covid-19 Saat Hamil, Dokter di Surabaya Meninggal, Bayinya Selamat
  IlustrasiGawat! Corona Riau Pecah Rekor 1.215 Kasus Positif
Dinas Perikanan Bengkalis8 ASN Diskan Bengkalis Positif Covid-19, Kadis Pertimbangkan untuk WFH Sebagian ASN
Kepala Rutan Rengat Refin Tua Simanullang FGD Kanwil Kemenkumham Riau, Kepala Rutan Rengat: Kami Rutin Razia
Antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mereka sempat berkerumun, namun sempat dibubarkan petugasAntusias, Vaksinasi Massal di Kepulauan Meranti Menimbulkan Kerumunan
IlustrasiCerita Pasien Kritis Covid-19 Selamat dari Kematian Setelah Bersedekah Tiap Hari
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Balai PPW Riau Monev Program Pamsimas dan IPAL Pesantren di Bengkalis
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved