www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Toyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Ratusan Dosis Vaksin di Kepulauan Meranti Tidak Bisa Digunakan, Kerugian Hampir Ratusan Juta, Ini Penyebabnya
Kamis, 10 Juni 2021 - 19:02:42 WIB
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk saat meninjau percepatan vaksinasi di Taman Cik Puan, Selatpanjang
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk saat meninjau percepatan vaksinasi di Taman Cik Puan, Selatpanjang

SELATPANJANG - Beberapa hari belakangan publik dihebohkan dengan adanya vaksin yang kadaluarsa dan terbuang, sehingga mengundang reaksi dari Kepala Dinas Kesehatan dan anggota DPRD Provinsi Riau.

Namun hal itu dibantah keras oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri, dia menjelaskan jika kondisinya tidak seburuk seperti yang telah dikabarkan.

Dikatakan Fahri, vaksin itu bukan dalam keadaan kadaluarsa yang disuntikkan seperti anggapan banyak masyarakat ataupun dibuang karena sudah expired. Namun vaksin itu saat proses vaksinasi tidak digunakan secara keseluruhan, hal itu dikarenakan target sasaran harian yang telah ditentukan tidak terpenuhi.

Dia mengatakan, terdapat kesalahpahaman atas temuan vaksin yang kadaluwarsa di Kepulauan Meranti. Melainkan vaksin tersebut basi atau tidak bisa digunakan karena melewati aturan batas waktu penggunaannya.

Fahri menjelaskan terbuangnya vaksin Covid-19 itu. Dimana dalam satu vial vaksin Covid-19 itu dapat digunakan untuk vaksin 10 orang. Namun hanya digunakan petugas kurang dari angka tersebut, hal ini disebabkan banyak yang tidak datang. Seharusnya, sisa vaksin tersebut harus diberikan kepada orang lain. Karena kalau vial vaksin sudah dibuka, maka harus langsung dihabiskan. Tidak bisa disimpan lagi, hal inilah yang menyebabkan banyak vaksin yang rusak.

Dijelaskan lagi, begitu vaksin multidoses dibuka harus langsung digunakan dengan batas waktu enam jam setelah dibuka.

"Waktu proses vaksinasi kita sudah menentukan sasaran yang akan divaksin setiap harinya. Jadi untuk satu vial itu digunakan untuk 10 dosis yang disuntikkan kepada 10 orang namun kenyataannya di lapangan hanya bisa disuntikkan ke 5 sampai dengan 7 orang. Itu dikarenakan banyak yang tidak datang dan tidak mau divaksin, padahal petugas kita terus saja menunggu. Jika vial vaksin ini dibuka, hanya akan bertahan selama 6 jam, setelah itu dipastikan tidak bisa digunakan lagi," kata Fahri, Kamis (10/6/2021) siang.

Sebelumnya, menyikapi kondisi itu ia mengaku telah mengevaluasi hal tersebut kepada petugas di lapangan agar memastikan jumlah sasaran harian yang akan divaksin.

"Makanya kita kemarin juga sudah mengingatkan agar efektif dan efisien dalam menggunakan vaksin, kalau bisa ada 10 orang baru dibuka," ujar Fahri.

Dikatakan Fahri, hingga saat ini target sasaran vaksinasi terus digesa oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti.

Adapun langkah untuk percepatan vaksinasi petugas harus melakukan door to door atau jemput bola. Artinya, sasaran vaksinasi langsung dijemput di rumahnya oleh petugas.

"Itulah upaya kita lagi untuk mempercepat vaksinasi agar bisa mencapai target. Jika hanya ditunggu, takutnya vaksin yang akan disuntikkan tidak sesuai target awal. Ia berharap petugas bisa tetap bersabar dalam melaksanakan tugas ini meskipun sedang dalam kondisi yang sulit," tuturnya.

Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, berdasarkan target yang diberikan oleh pusat, ada sebanyak 40.184 yang harus dilakukan vaksinasi. Namun saat ini per tanggal 9 Juni 2021, yang menjalani vaksinasi tahap 1 dan 2 baru mencapai 18.124. dengan rincian tahap 1 sebanyak 12.644 dan tahap 2 sebanyak 5.480.

Adapun total vaksin yang tidak bisa digunakan sebanyak 380 dosis atau sama dengan 38 vial. Untuk satu vial dihargai Rp2.324.102, jika dikalikan dengan jumlah yang tidak bisa digunakan, maka kerugian mencapai Rp88.315.876.

"Terhadap vaksin yang tidak bisa digunakan itu akan dimusnahkan dan akan menjadi limbah medis, namun sekali lagi kami tegaskan, secara keseluruhan vaksin yang ada dalam kondisi baik, dan itu bisa dicek di gudang farmasi dan di Puskesmas" pungkasnya.

Untuk diketahui, Kepulauan Meranti telah mendapatkan distribusi vaksin Covid-19 sebanyak 20.120 dosis. Dari jumlah tersebut per tanggal 5 Juni 2021 vaksin yang telah didistribusikan baru sebanyak 19.594 dosis.

Penulis : Ali Imroen


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Toyota Raize 1.200 ccToyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)(PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jadwal MotoGP Jerman 2021, Tantangan Marquez Pertahankan Dominasi
IlustrasiHati-hati Jika Muncul Iklan di Ponsel, Bisa Jadi Itu Adware Berbahaya
IlustrasiWaspada! 144 Balita di Jakarta Positif Corona
Gagal Foto dengan Jokowi, Dua Orang Ini Malah Diamankan Petugas
  Daihatsu Rocky 1.2Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2, Ini Harganya
intBelanda Vs Austria, Menang 2-0, De Oranje ke 16 Besar Euro 2020
Cristiano RonaldoMarcus Rashford: Cristiano Ronaldo Sekarang Banyak Berubah
Kadis Perpusip Rohul Damri Poti memberikan hadiah kepada pelajar yang juara mendongeng.Budayakan Membaca di Kalangan Pelajar, Dispusip Rohul Gelar Lomba Mendongeng
IlustrasiKomnas Perlindungan Anak Berkunjung ke Rumah Bupati Siak Bahas Soal Kabupaten Layak Anak
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved