www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Warga Marah, Lahan Eks PT LUM di Kecamatan Tebingtinggi Timur Mau Ditanam Akasia Lagi oleh LPHD
Rabu, 17 Juli 2024 - 21:17:19 WIB
Para Ketua LPH menandatangani surat pernyataan rencana kerjasama dengan perusahaan hutan industri untuk kembali menanam akasia
Para Ketua LPH menandatangani surat pernyataan rencana kerjasama dengan perusahaan hutan industri untuk kembali menanam akasia

SELATPANJANG – Masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, geram terhadap tindakan sejumlah oknum ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) yang berencana bekerjasama dengan perusahaan hutan industri untuk kembali menanam akasia tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu. Tindakan ini memicu amarah masyarakat setempat.

Adapun areal hutan desa tersebut merupakan bekas konsesi akasia PT Lestari Unggul Makmur (LUM) yang izinnya sudah dicabut oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) beberapa tahun silam.

Aktivis lingkungan hidup di Kepulauan Meranti, Abdul Manan, sangat menyayangkan sikap para ketua LPHD yang dianggap telah mengambil hak masyarakat. Menurut Abdul Manan, sejumlah ketua LPHD dibujuk oleh ketua LPHD Desa Lukun untuk memberikan kuasa kepada Samuri, warga Desa Tanjung Peranap, untuk membantu pengurusan perbaikan SK di Kementerian dan mencarikan pihak ketiga untuk penanaman pohon akasia, mulai dari tanam hingga panen.

Lahan yang akan digunakan mencakup hutan desa sosial dengan luas bervariasi di setiap desa, mulai dari 650 hektare hingga 2.490 hektare. Lahan tersebut tersebar di tujuh desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, yaitu Desa Sungai Tohor, Sungai Tohor Barat, Tanjung Sari, Sendanu Darul Ihsan, Nipah Sendanu, Kepau Baru, dan Lukun.

Abdul Manan mengecam tindakan tersebut, mengingatkan agar amarah masyarakat terkait kehadiran Hutan Tanaman Industri (HTI) tidak terulang kembali. Dia menyebutkan, penanaman pohon akasia sangat tidak cocok untuk tekstur lahan gambut di Kepulauan Meranti, yang mudah kering dan memicu kebakaran. Tanaman sagu lebih cocok untuk lahan tersebut.

"Penanaman akasia untuk lahan gambut itu tidak cocok, karena mudah kering dan memicu kebakaran. Yang cocok di lahan kita ini adalah tanaman sagu. Saya harap kepala desa mencabut SK ketua LPHD yang mengorbankan hutan milik masyarakat ini," ujarnya.

Mantan Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi, yang getol memperjuangkan agar izin pengelolaan HTI PT Lestari Unggul Makmur (LUM) dicabut, juga mengutuk keras tindakan oknum ketua LPHD tersebut. Dia menegaskan bahwa tindakan ini mencederai perjuangan masyarakat yang telah bersusah payah mengusir perusahaan HTI dari daerah tersebut.

"Saya menolak tindakan menanam dan memanen pohon akasia di Kecamatan Tebingtinggi Timur oleh perusahaan HTI yang masih dirahasiakan namanya itu. Saya juga mengutuk keras tindakan oknum LPHD itu," kata Helfandi, Rabu (17/7/2024) sore.

Helfandi menambahkan bahwa izin PT LUM di Kecamatan Tebingtinggi Timur seluas 10.390 hektare telah dicabut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada tahun 2016 silam. Lahan yang telah dikuasai negara itu kini dikelola sebagai hutan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui LPHD.

Menurutnya, pembebasan lahan PT LUM memakan waktu lama dan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun lewat perjuangan yang menguras tenaga, waktu dan pemikiran masyarakat dimulai dari forum desa tahun 2008 yang menghasilkan kesepakatan menolak keberadaan PT LUM di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur. Pada akhirnya, izin PT LUM resmi dicabut oleh Menteri Siti Nurbaya melalui SK Nomor 444/Menlhk/Setjen/HPL.I/6/2016.

Terhadap pencabutan izin PT LUM itu,masyarakat menggelar syukuran bersama pemerintah kabupaten dan kecamatan. Syukuran atas keberhasilan perjuangan masyarakat itu dipusatkan dikantor Camat Tebingtinggi Timur di Desa Sungai Tohor.

Saat ini, kawasan Tebingtinggi Timur telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan kawasan sagu dan pelestarian gambut nasional oleh pemerintah pusat. Kesepakatan dibuat agar kebijakan pemerintah pusat dikoordinasikan terlebih dahulu dengan masyarakat sehingga tidak lagi ditanami akasia yang dapat merusak ekosistem gambut.

Helfandi berharap bahwa masyarakat dapat mengelola lahan tersebut sesuai dengan kearifan lokal, yaitu menanam tanaman yang cocok dengan karakteristik lahan gambut seperti sagu.

"Jangan sampai tindakan yang sewenang-wenang itu mencederai perjuangan masyarakat dan para tokoh. Kenapa waktu itu mereka menolak, karena kultur tanaman yang cocok di daerah kita itu bukan Akasia tapi Sagu, atau kenapa bukan kayu alam yang bukan kita budidayakan lagi. Untuk itu saya akan hadir langsung dalam rapat oleh pemerintah Kecamatan yang mengundang seluruh kepala desa dan ketua LPHD untuk menyikapi masalah itu," tutur Helfandi yang saat ini menjabat Kepala Bidang di Dinas Pemuda Provinsi Riau. 

Penulis : Ali Imroen



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Senam Kemilau Rohil jadi panggung talenta.(foto: afrizal/halloriau.com)Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Pasar murah hingga santunan anak yatim warnai HUT ke-28 PAN di Pekanbaru.(foto:  mimi/halloriau.com)HUT ke-28 PAN, Roni Pasla Tekankan Politik Tak Cukup Sekadar Kejar Kursi
APHI dan GAPKI mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif.(foto: istimewa)APHI dan GAPKI Minta Protokol Darurat Karhutla, Akses ke Titik Api Tak Boleh Terhambat
Kabut asap selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)Pelalawan Dikepung 216 Hotspot, Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan
Bahaya kabut asap gambut.(ilustrasi/halloriau.com)Asap Karhutla di Riau Mengandung Zat Berbahaya, Ahli Beri Peringatan Khusus untuk Ibu Hamil
  Reses DPRD Rohil ungkap keluhan warga Bangko.(foto: afrizal/halloriau.com)Warga Labuhan Tangga Kecil Sampaikan Keluhan, DPRD Rohil Soroti 3 Masalah Ini
Ratusan modifikator ramaikan HMC 2026 di Mal SKA Pekanbaru.(foto: dok/halloriau.com)143 Motor Honda Modifikasi Ramaikan HMC 2026 Pekanbaru, Kategori Ini yang Terbanyak
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(ilustrasi/halloriau.com)Masih Ada 300 Lebih Hotspot di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhil Mendominasi
Pemprov Riau segera lakukan OMC.(ilustrasi/int)Ada Peluang Hujan, BPBD Riau Siapkan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Hadapi Ancaman Karhutla September-November, Riau Tambah Peralatan dan Personel
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Warga Oasis Pematang Kapau Semarakkan HUT ke-81 RI
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved