www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Unri Resmi Batalkan Kenaikan UKT, Pekan Depan Uang Mahasiswa Dikembalikan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jembatan Panglima Sampul Ambruk, Pembangunan Kembali Direncanakan Tahun 2025
Senin, 27 Mei 2024 - 18:42:40 WIB

SELATPANJANG - Jembatan Panglima Sampul yang terletak di Kecamatan Tebingtinggi Barat dan menghubungkan Desa Alai dengan Desa Gogok Darussalam ambruk pada Rabu, 22 Mei 2024 lalu. Insiden ini menyebabkan terganggunya mobilitas warga setempat serta transportasi logistik di wilayah tersebut.

Ambruknya jembatan ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi sejumlah warga desa di Kecamatan Tebingtinggi Barat dan beberapa kecamatan lainnya. Akses jalan yang terputus membuat warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan kurang layak untuk dilalui.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Riau berencana untuk membangun kembali Jembatan Panglima Sampul pada tahun 2025 mendatang. Gubernur Riau telah memastikan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan infrastruktur provinsi.

"Kami menyadari pentingnya jembatan ini bagi masyarakat setempat dan kami berkomitmen untuk membangunnya kembali pada tahun depan. Proses perencanaan dan penganggaran segera dilakukan," kata Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto beberapa waktu lalu.

Sementara itu tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau sudah telah mengecek langsung kondisi
di lapangan. Dari hasil peninjauan, Pemprov Riau memutuskan untuk membongkar total dan membangun jembatan baru pada tahun 2025.

Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, M. Arief Setiawan mengatakan bahwa kondisi jembatan saat ini tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

"Setelah melihat langsung kondisi jembatan, kami memutuskan bahwa jembatan tersebut tidak mungkin diperbaiki dan harus dibongkar. Tahun ini kami akan melaksanakan Detail Engineering Design (DED) dan pembangunannya akan dimulai tahun 2025. Kondisi besi-besi jembatan juga tidak bisa digunakan lagi. Jembatan itu dibangun tahun 2002 lalu," ujar Arief Setiawan kepada wartawan.

Arief menjelaskan bahwa rangka jembatan tersebut sudah rapuh dan goyah. Selain itu, jembatan tersebut patah di bagian tengah dan rangka besinya pun tidak bisa digunakan lagi.

Jembatan sepanjang 180 meter itu akan dikerjakan secara menyeluruh oleh Pemprov Riau, mengingat letaknya yang berada pada ruas jalan provinsi.

"Sebelumnya, jembatan ini merupakan ruas jalan kabupaten yang berada di kecamatan. Sehingga kami tidak mengetahui detail awal pembangunan jembatan tersebut. Panjang jembatan mencapai 180 meter dengan bentang baja 60 meter di bagian tengah yang roboh. Namun, rangka baja di sisi kanan dan kirinya juga sudah goyah. Oleh karena itu, kami akan mengubah DED dan melakukan pembangunan ulang," jelas Arief.

Sementara itu, untuk memberikan akses jalan sementara bagi masyarakat, Pemprov Riau bersama Pemkab Kepulauan Meranti telah mencarikan solusi. Saat ini, mobilitas masyarakat sekitar untuk menyeberang menggunakan Kempang. Pembangunan dermaga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu juga ada akses lain yakni melewati jalan alternatif sepanjang kurang lebih 15 kilometer di jalan utama Desa Tenan.

Ketika ditanya mengenai kondisi jembatan yang berumur 22 tahun itu, Arief menyebutkan bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti penyebab ambruknya. Jembatan yang terletak di Sungai Perumbi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, merupakan akses terdekat menuju kota atau sebaliknya. 

Jembatan Panglima Sampul dibangun sekitar tahun 2002 saat Kepulauan Meranti masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkalis.

"Dulu ini masih kecamatan, tidak terpikir juga akan menjadi jalan lintas yang dilalui truk-truk besar yang masuk ke Ibukota Meranti. Kami belum melihat DED awalnya, jadi kurang tahu juga bagaimana bisa roboh padahal usianya masih sekitar 20 tahunan," kata Arief.

Sebelumnya jembatan yang dibangun pada tahun 2002 silam sejak Kepulauan Meranti masih tergabung dalam Kabupaten Bengkalis itu ambruk sekira pukul 11:25 siang itu dipastikan tidak ada korban jiwa.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Perumbi dan menghubungkan beberapa desa di tiga kecamatan menuju ibu kota kabupaten.

Jembatan yang menggunakan konstruksi Truss Bridge itu sebelumnya sudah mengalami kerusakan, yakni terjadi penurunan pada pondasi dan struktur bangunan. Selain itu tiang penahan konstruksi juga sudah keropos dimakan usia.

Camat Tebingtinggi Barat, Rinaldi mengatakan jembatan ini menjadi salah satu akses utama yang dilalui masyarakat, termasuk menjadi satu-satunya akses masyarakat memasarkan hasil perkebunan dan akses transportasi utama menuju ke ibu kota kabupaten di Kota Selatpanjang. 

Rinaldi juga mengatakan akibat putusnya  jembatan tersebut, ribuan masyarakat di wilayah tersebut terancam kesulitan untuk beraktivitas secara ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Barat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses utama untuk menuju ke ibukota kabupaten di Selatpanjang," ucapnya.

Sebelumnya Kepala Bina Marga Dinas PUPR Kepulauan Meranti Rahmat Kurnia ST mengatakan jika Jembatan Panglima Sampul itu statusnya masuk kedalam ruas jalan provinsi sama dengan Jembatan Selat Akar.

Pria yang akrab disapa Aang ini juga mengatakan sebenarnya Jembatan Panglima Sampul sudah tidak mampu menahan beban untuk dilintasi kendaraan bertonase besar. Namun belakangan yang terjadi, kendaraan jenis truk yang mengangkut material hilir mudik setiap harinya.

"Beberapa tiang Jembatan Panglima Sampul sudah mulai retak-retak, itu sangat membahayakan masyarakat. Pernah ada cerita, dulunya tiang bawah jembatan pernah ditabrak ponton pembawa material pasir. Dengan adanya kejadian di Tasik Putripuyu beberapa waktu lalu, mudah-mudahan ini menjadi atensi bagi pihak provinsi untuk segera melakukan perbaikan," pungkasnya.

Sebelum ini, beberapa protes sudah dilayangkan kepada dinas terkait atas kebijakan pengeluaran izin bongkar, mengingat usia jembatan sudah tua. Warga khawatir jembatan menjadi rusak dan akan mengganggu aktivitas. Hanya saja, belakangan kerapkali truk-truk pengangkut material hilir mudik di atas jembatan itu. Kekhawatiran pun semakin menjadi-jadi, terlebih adanya rasa bergoyang ketika kendaraan berat melintasi jembatan tersebut. 

Penulis : Ali Imroen

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kampus Unri.(foto: int)Unri Resmi Batalkan Kenaikan UKT, Pekan Depan Uang Mahasiswa Dikembalikan
TMC di Riau dilakukan menggunakan Pesawat Casa TNI AU (foto/int)Satgas Karhutla Riau Gencar Lakukan TMC, Hujan Buatan Dibuat di 4 Kabupaten
Ilustrasi hotspot di Riau mulai terdeteksi (foto/int)Hotspot Riau Terdeteksi 4 Titik, BMKG: Tersebar di Kuansing dan Rohul
Wabub Bengkalis, Bagus Santoso sambut baik tabungan pelajar dari BRK Syariah Bantan (foto/ist)Pemkab Bengkalis Apresiasi Kegiatan Sosialisasi Tabungan Simpel dari BRK Syariah
Kapolsek Simpang Kanan, Ipda Martin Luther Munte tanam pohon pelindung (foto/Afrizal)Hari Bhayangkara ke-78, Polsek Simpang Kanan Tanam 100 Pohon Pelindung
  Pj Gubri SF Hariyanto dijadwalkan Salat Iduladha di halaman Kantor Gubernur Riau (foto/int)Pj Gubri dan Pj Sekda Riau Akan Salat Iduladha di Kantor Gubernur
Satpol PP Bukittinggi gencar menindak pelaku LGBT (foto/int)Pelaku LGBT Ketahuan Cari Mangsa di Bukittinggi, Kos-kosan Jadi Tempat Kencan
Karyawan pabrik di Batam curi 143 ponsel senilai Rp 450 juta (foto/int)Terjerat Pinjol: Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel, Pabrik Rugi Rp450 Juta
Pj Gubri, SF Hariyanto ingatkan OPD monitoring kegiatan DAK (foto/int)Tegaskan Pentingnya Evaluasi Kegiatan DAK, Pj Gubri: Pelototi Terus, Jangan Sampai Tak Terserap
Kolaborasi Capella Honda bersama FIFAASTRA bagikan bantuan ke Panti Asuhan di Pekanbaru (foto/Yuni)Capella Honda-FIFASTRA Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan di Pekanbaru
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pj Gubri SF Hariyanto Resmikan Jembatan Desa Rantau Kasih
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved