www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
TP PKK Rohil dan Serukan Penanaman Cabai Serentak
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pemilik SIMRS Khanza Tidak Akan Beri Izin Akses ke RSUD Kepulauan Meranti Sampai Direkturnya Diganti
Selasa, 09 Mei 2023 - 20:27:19 WIB

SELATPANJANG - Manajemen RSUD Kepulauan Meranti dibawah kepemimpinan direktur dr Prima Wulandari diketahui telah mengganti aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dari yang gratisan menjadi berbayar.

Pergantian SIMRS diatensikan oleh Direktur RSUD yang bekerjasama dengan pihak Lintas Arta itu dikabarkan menjadi temuan BPK dan dikenakan sanksi administratif karena ada prosedur yang salah saat melakukan kerjasama.

Tidak diketahui apa tujuan direktur saat ini menggantikan SIMRS yang telah digagas oleh Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko yakni SIMRS Khanza.

Bahkan sang direktur memutasikan
Sharon SKom selaku Kepala Unit SIMRS di RSUD yang selama ini diandalkan sebagai kepala tim IT dari RSUD.

Selama ini SIMRS yang ada di RSUD Kepulauan Meranti tidak bisa mendukung pengembangan integrasi dengan berbagai aplikasi dari Kemenkes dan BPJS. Bahkan sudah berkali-kali berganti direktur.

SIMRS merupakan sistem pelayanan Kesehatan di rumah sakit yang akan memudahkan semua urusan pelayanan mulai dari registrasi pasien hingga laporan-laporan yang dibutuhkan dalam pelayanan di rumah sakit ini.

Padahal mereka ada pilihan untuk menggunakan aplikasi gratis atau tidak berbayar seperti aplikasi yang direkomendasi oleh Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Salah satu diantaranya adalah Aplikasi Khanza yang saat ini digunakan oleh ribuan Faskes di Indonesia, terakhir, alasan yang dibeberkan adalah masalah teknis.

"Jaringannya kadang gak konek, makanya dari BPJS itu sering tertumpuk antrian di depan. Sekarang antriannya sudah mulai berkurang. Jadi masalahnya di connecting masalah jaringan dan lebih terdeteksi semua (menggunakan aplikasi baru)," kata dr Prima Wulandari.

Sejak beralih kepada aplikasi yang baru, beban belanja rumah sakit milik pemerintah itu diketahui membengkak hingga setengah miliar rupiah.

Direktur RSUD Kepulauan Meranti dr Prima Wulandari saat dikonfirmasi terkesan menutup rapat-rapat informasi tentang aplikasi SIMRS yang telah digantinya.

Dokter yang sebelumnya bertugas di Pulau Rangsang ini terkesan menghindari dan tak ingin bertemu dengan wartawan.

Saat berhasil ditemui, direktur RSUD tidak banyak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan. Baik itu tentang teknis persoalan kerjasama dengan pihak ketiga, hingga anggaran belanja aplikasi tersebut.

Terkait isu yang santer terhadap pengadaan aplikasi ratusan juta itu tidak melalui proses lelang, tetapi hanya penunjukan langsung (PL), direktur membantah hal itu.

Bahkan dia juga mengaku belum sempat membayar uang tersebut kepada pihak ketiga yang bekerjasama. Prima pun mengaku diuntungkan atas temuan BPK itu. Dikatakan, dengan adanya temuan itu mereka akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama aplikasi dengan Lintas Arta SIMRS.

"Sementara anggaran itu tidak ada kami pakai di tahun 2022, sampai detik ini kami tidak mengeluarkan duit sepeser pun," tuturnya.

Informasi yang beredar, penggantian aplikasi itu digunakannya untuk proyek perubahan Diklat Kepemimpinan untuk penunjang pada jabatan Eselon III.

Prima menegaskan karena adanya kesalahan prosedur maka pihaknya pada tahun ini akan kembali menggunakan aplikasi Khanza. Namun kata dia, saat ini prosesnya masih dalam tahap migrasi data dari aplikasi sebelumnya.

"Saat ini sedang proses migrasi data ke Khanza," pungkasnya.

Sementara itu, pendiri Yayasan SIMRS Khanza Indonesia (YASKI) sekaligus Owner dan pengembang SIMRS Khanza, Windiarto Nugroho, S.Kom, Mars yang berhasil dikonfirmasi via pesan Whatsapp nya mengatakan pihaknya tidak mengetahui persis kenapa manajemen RSUD Kepulauan Meranti menggantikan sistem tanpa ada melakukan telaah sebelumnya.

"Kalau untuk awal mulanya saya gak tau, tiba-tiba saja ganti sistem tanpa ada telaah terlebih dahulu. Dapat infonya karena masalah lelet di jaringan, padahal konfirmasi dari direktur sebelumnya aman-aman saja jaringan di sana," kata Windiarto Nugroho, Selasa (9/5/2023).

Dijelaskan saat ini pihak Khanza mencabut dukungan ke RSUD Kepulauan Meranti. Imbasnya, pihak RSUD tidak bisa mengajukan MoU hak guna pakai sehingga tidak bisa digunakan untuk mengajukan Bridging ke BPJS, akreditasi maupun integrasi ke program Satu Sehat Kemenkes.

"Untuk aplikasi Khanza ini kan free dan open source, siapa saja boleh download dan pakai. Tapi dengan adanya kejadian ini, dari kami mencabut suport ke RSUD terkait. Jadi ada masalah apapun itu jadi urusan RSUD, kami kan sifatnya komunitas, jadi ada apa-apa dibantu oleh para pengguna. Untuk saat ini, RSUD Kepulauan Meranti kami keluarkan dari keanggotaan sampai direkturnya diganti dan ada permintaan ulang ke yayasan untuk disuport, baru akan kami bantu. Permintaan ulang itu untuk direktur yang baru nanti kalau sudah ganti, kalau yang sekarang kan bermasalah karena tidak ada pemberitahuan ke kami juga kalau mau ganti sistem," pungkasnya.

Mantan Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko sebagai pencetus pemakaian aplikasi SIMRS Khanza saat dikonfirmasi memilih bungkam.

"Saya no comment saja terkait hal itu," kata Fajar singkat.

Penulis : Ali Imroen

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua TP PKK Rohil dalam momen HKG ke-52 PKK.(foto: afrizal/halloriau.com)TP PKK Rohil dan Serukan Penanaman Cabai Serentak
Israel telah melakukan pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Jalur Gaza.Jumlah Korban Tewas di Gaza Capai 30.534 Orang
Sekdakab Bengkalis saat hadiri HUT ke-105 Damkar.(foto: zulkarnaen/halloriau.com)Momen HUT ke-105 Damkar, Sekdakab Bengkalis Ajak Petugas Raih Profesionalisme Demi Keamanan Masyarakat
BRK Syariah.(ilustrasi/int)Hasil Seleksi Pimpinan BRK Syariah, Pansel Tunggu Nilai UKK
Fitur AI canggih di Samsung Galaxy S24.(foto: istimewa)Bikin Hidup Lebih Praktis, Ini 3 Tips Jitu Pakai Fitur AI di Samsung Galaxy S24 Series
  Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso.(foto: zulkarnaen/halloriau.com)Gebyar AKS, Kabupaten Bengkalis BERAKSI Cegah Stunting
Rania Abu Anza (tengah) ibu dari bayi kembar Naeem dan Wissam, yang terbunuh dalam serangan udara Israel semalam, meratapi kematian mereka menjelang pemakaman mereka di Rafah di Jalur Gaza selatan pada tanggal 3 Maret 2024, saat konflik antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, terus berlanjut. (AFP/MOHAMMED ABED)Duka Rania di Gaza, Bayi Kembarnya Tewas akibat Serangan Israel
Ketua TP PKK Pelalawan, Sella Pitaloka saat menaman cabai serentak.(foto: andi/halloriau.com)HKG ke-52, Ketua TP PKK Pelalawan Ikut Gerakan Menanam Cabai Serentak
Ekspos pengungkapan kasus judi online higgs domino di Dumai.(foto: bambang/halloriau.com)Polisi Bongkar Judi Online Higgs Domino Beromzet Rp18 Miliar di Dumai
Anggota DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati Rahmat.(foto: int)Putus Sekolah Penyebab Kemiskinan di Pekanbaru Naik, Ini Kata Ade Hartati
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
SF Hariyanto Resmi Jabat Pj Gubernur Riau
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved