www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Bawaslu Riau Antisipasi Kampanye di Rumah Ibadah
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kategori Makanan Terpopuler
Makauhe Tumpah, Kuliner Asli Kepulauan Meranti Raih Anugerah Pariwisata Riau 2023
Rabu, 01 Februari 2023 - 19:37:55 WIB
Kuliner asli Selatpanjang, Kepulauan Meranti yakni Makauhe Tumpah.
Kuliner asli Selatpanjang, Kepulauan Meranti yakni Makauhe Tumpah.

SELATPANJANG -Makauhe Tumpah, adalah masakan yang menjadi salah satu ciri khas dari Kabupaten Kepulauan Meranti.

Makauhe atau kerap juga disebut rama-rama mempunyai bentuk yang aneh, seperti perpaduan antara kepiting dan lobster, namun makauhe memiliki cita rasa yang sulit tertandingi.

Makauhe ini hidup di dalam tanah rawa (pantai, red). Untuk mengambilnya, dibutuhkan kepiawaian yang secara tradisional disebut 'Ngujak'. Namun, bisa juga menggunakan racun tumbuhan.

Ngujak dilakukan dengan memompa sisi tanah yang bergundukan tempat makauhe bersarang menggunakan kaki. Semakin dipompa, air semakin keluar dari lubang dan pada akhirnya makauhe ikut keluar.

Sedangkan pengambilan makauhe menggunakan racun untuk tumbuh-tumbuhan, terbilang sangat praktis. Racun cukup dicampur air lalu disiramkan ke dalam lubang makauhe, setelah menunggu beberapa menit, makauhe akan keluar dengan sendirinya, karena mabuk.

Kebanyakan warga menginginkan makauhe yang diambil secara tradisional. Sebab, rasanya akan semakin enak jika dibandingkan dengan pengambilan menggunakan racun tumbuh-tumbuhan.

Makauhe memiliki dua capit dan beberapa kaki layaknya kepiting. memiliki ekor yang seolah-olah makauhe ini jelmaan dari kalajengking yang sangat besar. Berwarna merah maupun hitam keemasan.
Untuk makauhe jantan, memiliki dua capit yang sangat besar tetapi tidak bertelor. Sedangkan makauhe betina memiliki capit sedang, sementara di dalam perutnya banyak terdapat telor berwarna kuning.

di Kota Selatpanjang, makauhe ini merupakan salah satu menu seafood yang dihidangkan di beberapa tempat makan. Harga pun akan semakin mahal untuk makauhe yang sudah siap saji.
Penyajian makohe tidak pula sulit. Bagi yang ingin ringkas, cukup direbuskan saja dan makauhe siap disantap.

Keistimewaan dari makanan Makauhe Tumpah ini telah membuat kabupaten termuda di Riau tersebut meraih Anugerah Pariwisata Riau 2023 untuk kategori Makanan Terpopuler.

Selain direbus, penyajian Makauhe ada beberapa pilihan, di antaranya masak lada hitam atau saus padang dan saus tiram. Jika sudah berada di bawah siraman saus padang, Makauhe ini sudah seperti masakan lobster atau kepiting.

Makauhe sendiri pada dasarnya tidak bisa dibudidaya, oleh karena itu untuk mendapatkannya dicari langsung ke habitatnya disekitar pesisir bakau.

Demikian disampaikan Syah Roma, salah satu penjual Makauhe yang ada di Selatpanjang.

"Makauhe ini tidak bisa diterapkan, jadi memang dicari di sekitar pinggiran pantai yang berlumpur. Biasanya itu ada gundukan dan lubang-lubang kecil tandanya," ungkap Roma kepada wartawan (1/2/2023).

Roma yang sudah menjual Makauhe sejak tahun 2013 itu menjual makauhe per ekor seharga Rp 6.000. Setiap harinya dirinya bersama dengan rekan-rekannya bisa mendapatkan rata-rata 100 ekor Makauhe.

"Memang kita carinya ramai-ramai bisa sampai 100 ekor tiap hari. Tapi kendalanya itu kadang menyetujui, kondisi alam karena caranya di sekitar bakau," katanya.

Dirinya mengakui bahwa Makauhe memang paling banyak terdapat di Kepulauan Meranti. Makauhe belum tentu didapatkan di daerah lain walaupun sama-sama pesisir pantai.

"Makauhe ini memang banyak ditemui di Meranti, di daerah lain jarang. Meranti ini seperti sudah habitat Makauhe sejak dulu," pungkasnya.

Tidak heran masakan dengan bahan baku Makauhe ini menjadi khas di Kepulauan Meranti.

Dalam memasak hidangan Makauhe Tumpah ternyata tidak begitu sulit. Demikian disampaikan Rusdiana, seorang penyedia masakan Makaue Tumpah di Selatpanjang.

Dia mengatakan pada dasarnya dalam memasak Makauhe Tumpah hampir mirip dengan Seafood Tumpah, dengan perbedaan utama dari bahan.

Adapun bahan-bahan yang disiapkan diantaranya Bawang merah, Bawang Putih, Cabe Merah, Bawang Bombay, bawang Perai dan Daun sop bawang Goreng (taburan), saos tomat, saos cabe, dan saos tiram. Sebelum dimasak, Rusdiana mengatakan Makauhe terlebih dahulu direbus dan dibersihkan kotorannya.

"Jadi direbus dulu agar empuk dan dibersihkan kotorannya. Untuk ini tidak lama sekitar 5 menit," ujarnya.

Setelah itu kemudian bahan-bahan yang disebutkan diatas diolah menjadi bumbu dan ditambah sedikit air dengan lama pengerjaan sekitar 10 menit.

Setelah bumbu siap, makauhe yang sudah direbus tadi kemudian dimasukkan ke dalam bumbu dan dimasak sekitar 5 menit.

Setelah masak Makauhe kemudian disajikan dengan cara ditumpahkan di atas meja dalam keadaan panas.

Masakan ini kerap disantap beramai-ramai karena disajikan langsung di atas meja tanpa wadah dengan menumpahkan Makauhe yang sudah dimasak dengan saus pedas di atas meja hidang pengunjung. Oleh sebabnya masyarakat di Selatpanjang menyebut hidangan ini dengan nama populer Makauhe.

Disampaikan Rusdiana Makauhe Tumpah bukan menjadi santapan acara khusus.

"Jadi tidak ada acara yang memang khusus kalau masak Makauhe. Tapi biasanya memang kerap dijadikan santapan kalau ramai-ramai," tuturnya.

Dirinya menambahkan dalam menghidangkan Makauhe, masyarakat juga kerap hanya dengan merebus dan dimakan dengan sambal.

"Jadi sering juga masyarakat kita hidangannya itu hanya dengan direbus kemudian dimakan dengan sambel," katanya.

Dia juga mengaku tidak selalu menyiapkan masakan Makauhe karena tergolong sulit mendapatkan bahan dan harganya yang tergolong mahal.

"Harganya memang lumayan mahal, belum lagi kadang susah dapat bahannya. Untuk satu porsi kecil saja itu sekitar Rp 50 ribu," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau telah menggelar acara Anugerah Pariwisata Riau 2023 yang melibatkan peserta dari 12 kabupaten/kota di Riau di ball room Hotel Grand Central, Pekanbaru, pada Selasa (31/1/2023) malam.

Sebanyak delapan kategori dilombakan dalam perhelatan promosi ini, yaitu kategori Makanan Tradisional Terpopuler, Minuman Tradisional Terpopuler, Promosi Pariwisata Digital Terpopuler, dan Cinderamata Terpopuler.

Selanjutnya, ada pula kategori Atraksi Budaya Terpopuler, Festival Pariwisata Terpopuler, Lokawisata atau Destinasi Baru Terpopuler, dan Dinas Pariwisata Kabupaten/kota Terpopuler. Adapun peraih Anugerah Pariwisata Riau 2023 untuk kategori Makanan Terpopuler yaitu Makauhe tumpah dari Kepulauan Meranti.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution mengatakan, pariwisata dalam salah satu sektor yang senantiasa yang perlu mendapatkan perhatian.
Wagubri Edy menyadari, bahwa kepariwisataan melibatkan banyak pihak sehingga sektor ini menjadi strategis termasuk dalam menghadirkan kantong-kantong perekonomian yang baru.

"Dalam setahun terakhir, terutama pasca setelah meredanya pandemi galeri kepariwisataan Riau bertambah cukup signifikan dan paling mengembirakan mayoritas objek yang baru itu berasal dari pegiat kelompok wisata lokal," ujar Wagubri saat hadir di acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat mengatakan, Anugerah Pariwisata Riau merupakan bentuk apresiasi kepada kabupaten/kota dalam membangun sektor pariwisata.

"Kegiatan ini, sebuah upaya dalam apresiasi dalam memberikan kepada pihak yang berkontribusi atas pertumbuhan belantika pariwisata Riau," ucapnya.

Roni meyakini, pertumbuhan sektor pariwisata di Riau, tidak terlepas dari kolaborasi serta dukungan dari komunitas, organisasi pariwisata, pelaku bisnis, media, dan stakeholder lainnya yang selalu bersama untuk menjadikan pariwisata Riau ke arah yang lebih baik.

Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Juwita Ratna Sari mengatakan pihaknya mengusulkan kuliner Makauhe Tumpah tersebut setelah menindaklanjuti surat dari Dinas
Pariwisata Provinsi Riau perihal Peluncuran Kalender Event Pariwisata dan Anugerah
Pariwisata Riau 2022, sebagai ajang apresiasi potensi wisata daerah yang dimiliki 12 kabupaten dan kota.

Melalui Anugerah Pariwisata Riau ini, diharapkan kuliner dan tempat wisata di Kepulauan Meranti dapat dikenal dan mampu mendorong berkembangnya destinasi wisata lainnya

"Ajang ini jadi momen yang tepat untuk kita mempromosikan kuliner dan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga objek wisata kita semakin semakin bertambah baik pengelolaannya, begitu juga dengan kuliner yang bisa membuat UMKM bangkit kembali," ujarnya.

Penulis : Ali Imroen

 
    Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ilustrasiBawaslu Riau Antisipasi Kampanye di Rumah Ibadah
PT Capella Dinamik Nusantara PekanbaruMasih Jadi Raja! Honda Sikat Semua Varian Motor di Indonesia, Berikut Deretan Para Jagonya
Mitsubishi L300Pikap Legendaris Mitsubishi L300 yang Kini Lebih Modern
ilustrasi21 PNS Bea Cukai Korupsi Berjamaah, Sebagian Cuma Dihukum Ringan
Ilustrasi ayam terjangkit flu burung (foto/int)Belum Ada Laporan Warga Terjangkit Flu Burung, Ini Tindakan Diskes Riau
  Hotman Paris Menyindir Sekda Riau SF Hariyanto yang Mengaku Pesta Mewah Anaknya Cuma Digelar di Toko. Hotman Paris Sindir Sekda Riau SF Hariyanto Soal Ultah Mewah Anak Ngaku di Toko: Aku Jadi Bodoh Nih!
Cristiano RonaldoKualifikasi Euro 2024: Ronaldo 2 Gol, Portugal Libas Luksemburg 6-0
ilustrasiBerdasarkan Hadis Sahih, Berikut Doa Buka Puasa
ilustrasiJadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini
Payung elektrik di Masjid Raya Annur rusak (foto/int)Payung Elektrik Masjid Raya Annur Senilai Rp42 M Rusak Berat Diterjang Badai
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Bacalon DPD Riau, Ichwanul Ihsan Serahkan Syarat Dukungan Minima
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved