www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Laga Perdana Piala AFF U-19 2022, Indonesia Ditahan Imbang Vietnam 0-0
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Bukan Alasan Meranti Absen dari MTQ Riau karena Dana, Yayasan NRP Siap Jadi Sponsor Utama
Minggu, 12 Juni 2022 - 14:28:18 WIB

Datuk Budi Febriadi, Ketua Kompartemen Bidang Investasi, Luar Negeri dan Informasi, Badan Pengurus Pusat HIPMI
Datuk Budi Febriadi, Ketua Kompartemen Bidang Investasi, Luar Negeri dan Informasi, Badan Pengurus Pusat HIPMI

SELATPANJANG - Tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kepulauan Meranti) untuk tidak memberangkatkan kafilah mengikuti Musabaqoh Tilawatil Al Quran (MTQ) ke XL tahun 2022 tingkat Provinsi Riau, di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Jika sebelumnya anggaran yang menjadi kendala karena memang tidak dianggarkan, kini hal itu bukanlah sebuah alasan yang tepat jika harus dilontarkan kembali.

Saat ini segenap tokoh masyarakat bersama pemuda Kepulauan Meranti merapatkan barisan untuk mengumpulkan donasi.

Mereka beramai-ramai melakukan aksi penggalangan dana dengan membawa kotak meminta sumbangan kepada warga di Kota Selatpanjang, baik yang berada di pasar maupun di kantor pemerintahan.

Selain itu juga dibuka melalui rekening bagi warga yang berada di luar yang juga ingin ikut berpartisipasi memberikan donasi.

Dukungan yang diberikan, tidak hanya dari masyarakat Kepulauan Meranti, namun juga datang dari luar. Salah satunya pengusaha muda dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang merasa terpanggil untuk membantu kafilah kabupaten termuda di Riau itu.

Dia adalah Datuk Budi Febriadi, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Riau (HIPMI Riau) periode 2017-2022 yang bertemu dengan Ketua Lembaga Pengelola Tilawatil Qur'an (LPTQ) Riau H. Ahmadsyah Harrofie di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Dia meminta kepada LPTQ Riau untuk memberikan dispensasi perpanjangan waktu pendaftaran dan mengupayakan agar kafilah Kepulauan Meranti tetap tampil dalam ajang syiar Islam tersebut. Seperti diketahui, batas waktu pendaftaran telah ditutup yang berakhir pada Kamis (9/6/2022) pukul 23:59 WIB.

"Kami telah datang bertemu ketua LPTQ Riau pada 10 Juni lalu dan meminta untuk memberikan tenggat waktu buat pendaftaran khusus kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Datuk Budi Febriadi yang juga merupakan Sekretaris Yayasan Negeri Riau Pesisir.

Demi bertemu dengan ketua LPTQ Riau itu, Datuk Budi menyebutkan ia rela terbang dengan pesawat kembali ke Riau dan meninggalkan agenda besar yakni Grand Ceremony 50 Tahun HIPMI di Jakarta Convention Jakarta.

"Saat mendengarkan berita adanya kafilah yang tidak bisa berangkat karena terkendala biaya saya langsung merasa terusik dan langsung pulang ke Riau dan meninggalkan agenda besar itu untuk bertemu ketua LPTQ dan meminta memperpanjang waktu pendaftaran," ujar Budi.

Datuk Budi yang juga sebagai Ketua Kompartemen Bidang Investasi, Luar Negeri dan Informasi, Badan Pengurus Pusat HIPMI itu juga mengaku telah menghubungi Ketua LPTQ Kepulauan Meranti, Agus Syafri dan meminta untuk segera mendaftarkan qori dan qoriah.

"Saya juga sudah menghubungi ketua LPTQ dan meminta untuk segera mendaftarkan para qori dan qoriah. Namun LPTQ disana belum bisa bersikap dan memberikan jawaban karena harus menunggu instruksi dan petunjuk dari Bupati," ungkapnya.

Sebagai seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjadikan Al Qur'an sebagai nafas perjuangan, merasa sedih jika kalam Illahi itu tidak ada yang memeliharanya.

Menurut mantan santri Tarbiyah Islamiyah Sungai Guntung, Indragiri Hilir ini, adapun urusan yang berkaitan dengan Al Quran adalah fardu Kifayah baginya. Dan bila tak ada yang mau bergerak membela Al Qur'an maka seluruh negeri akan karam, menerima bala dan dosa dari Allah.

"Saye dahulu ingat betul saat belajar Qur'an Hadist bahawa hukum mempelajari ilmu tajuwid adalah fardu Kifayah dan mengamalkannya Fardu 'Ain. Bila tak ada satu pun manusia di Negeri Melayu ini yang mau membela para qori dan qoriah penjaga Al Qur'an maka akan terlaknat dan berdosalah seluruh negeri kita. Kami dari Yayasan Negeri Riau Pesisir tak ingin laknat menanggung dosa akibat kecewanya para pecinta Al Qur'an negeri Tanah Jantan," ucap Datuk Budi.

Menurut Budi, bahwa dirinya bersama Yayasan Negeri Riau Pesisir (NRP) siap turun tangan membantu kafilah Negeri Tanah Jantan untuk ikut serta dalam MTQ tingkat Provinsi Riau tahun ini.

"Atas nama Yayasan Negeri Riau Pesisir,kami siap menjadi donatur bagi kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau di negeri Seribu Kubah, Rokan Hilir pada Juli mendatang. Kami ingin membuktikan bahwa Yayasan Negeri Riau Pesisir didirikan adalah dengan misi suci mengangkat harkat dan martabat budaya Melayu pesisir Selat Malaka yang merupakan wajah Indonesia di mata dunia dan budaya Melayu itu sendiri adalah Al Qur'an," ungkapnya.

Disebutkannya lagi, segala kebutuhan para qori dan qoriah Kepulauan Meranti akan ditanggung sepenuhnya. Adapun donasi yang telah terkumpul oleh masyarakat akan dikolaborasi kan.

"Semua kebutuhan para qori dan qoriah dari Kepulauan Meranti kami tanggung semuanya, bisa dikatakan kami siap menjadi sponsor utama. Baik itu trasnportasi, konsumsi dan penginapannya akan kita carikan yang terbaik. Dan bila perlu saya yang akan menjemput mereka langsung. Adapun donasi yang telah dikumpulkan masyarakat, nantinya bisa kita berkolaborasi, bisa saja uang itu diberikan sebagai uang saku mereka. Untuk itu kami berharap tidak ada lagi kendala bagi qori dan qoriah Kepulauan Meranti dalam ajang MTQ ini," tuturnya.

Budi juga menepis adanya isu miring yang menyebutkan yayasan ini untuk kepentingan politik sesaatnya. Dia mengatakan dia bukan politisi yang notabene punya kepentingan tertentu.

Ia mengatakan bahwa Yayasan Negeri Riau Pesisir didirikan para profesor dan guru besar serta para profesional muda yang terlahir di beberapa wilayah 7 kabupaten di pesisir Riau.

Pria kelahiran Mandah, Indragiri Hilir 12 Februari 1980 itu dianugerahi gelar kehormatan Datuk oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

"Saya bukan politisi atau anggota partai politik manapun dan juga bukan orang kaya. Saya hanya orang biasa yang merasa terpanggil untuk ikut membantu para penjaga Al Qur'an," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, para tokoh yang tergabung ke dalam Perkumpulan Masyarakat Kabupaten (Permaskab) Kepulauan Meranti Riau di Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan LPTQ Riau untuk memberikan perpanjangan waktu pendaftaran. Kendati demikian Pemkab Kepulauan Meranti tetap ngotot terhadap keputusan awal, tidak akan memberangkatkan para qori dan qoriah.

Mangkirnya Kepulauan Meranti dari ajang seni baca Al Qur'an itu sangat disayangkan sejumlah kalangan masyarakat. Apalagi Bupati sempat mengatakan jika kegiatan tersebut hanya terkesan memboroskan anggaran jika tidak berhasil mendulang prestasi.

Saat ini berbagai pihak tengah mengupayakan agar kafilah Kepulauan Meranti tetap tampil dalam ajang MTQ itu. Rasa simpati masyarakat yang tergerak hatinya tanpa ada dorongan dari pihak mana pun melakukan aksi penggalangan dana untuk membiayai kafilah Kepulauan Meranti agar bisa berpartisipasi pada momen MTQ tingkat Provinsi Riau tahun ini.

Ketua koordinator pengumpulan donasi,
Nurul Fadli mengatakan penggalangan dana ini merupakan penggalangan yang mendapatkan banyak respon dan dukungan dari kalangan masyarakat.

"Alhamdulillah, di hari kedua penggalangan dana yang melibatkan sejumlah elemen ini baik melalui kotak yang disebarkan maupun donasi melalui rekening sudah terkumpul sebanyak Rp 10.763.700 dan dilaksanakan hingga 23 Juli mendatang. Saya ucapkan terimakasih kepada relawan dan donatur serta masyarakat, semoga ini menjadi berkah dan ladang amal untuk kita semua," kata Fadli.

Dikatakan, absennya kafilah Kepulauan Meranti dalam MTQ tingkat Provinsi Riau ini karena tidak dianggarkan sangat melukai hati masyarakat, apalagi diketahui Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pendatang baru berhasil mempertahankan prestasi terbaik 2 sebanyak tiga kali. Selain itu banyak qori dan qoriah yang dibawa ke MTQ tingkat nasional mewakili Provinsi Riau.

"Kita sangat kecewa kepada Pemkab Kepulauan Meranti karena tidak bisa menganggarkan anggaran untuk mengirimkan peserta dalam mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau, ini sangat melukai hati masyarakat. Untuk itu jika Pemkab tak pandai cari duit, biar masyarakat yang cari duit," ungkapnya.

Rasa kecewa juga ditunjukkan salah satu qori andalan dari cabang Qiraat Sab'ah asal Kecamatan Rangsang Barat, Eko Sarjono mengaku kecewa Pemkab Kepulauan Meranti tidak mengirimkan utusan kafilah pada MTQ Riau tahun ini. 

Disebutkan, dirinya sempat dipanggil untuk mewakili Kabupaten Kampar, namun karena harus menunggu informasi dan ingin tampil maksimal membela kampung halaman, dia menolak halus tawaran itu. 

"Iya sempat ditawari kesana, namun kita tetap menunggu informasi dari LPTQ Kabupaten Kepulauan Meranti. Walau bagaimana pun kita di didik di sana, tentunya kita bertekad ingin membawa haruman nama kabupaten sendiri, cuma kalau  sudah tau begini kita harus ikut tawaran dari awal," ujarnya. 

Dikatakan, alasan tidak adanya anggaran dan tidak maksimalnya para qori saat bertanding bukanlah sebuah alasan yang tepat. 

"Jika anggaran yang jadi alasan, itu sangat tidak mungkin, karena setiap tahun kegiatan untuk MTQ ini rutin dianggarkan, sementara alasan prestasi itu juga tidak masuk akal. Sedangkan kabupaten lain yang minim prestasi saja masih mengirimkan, apalagi kita yang sudah berhasil menunjukkan prestasi," ungkapnya. 

Penulis : Ali Imroen


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Timnas Indonesia menjamu Vietnam dalam laga perdana Piala AFF U-19 2022Laga Perdana Piala AFF U-19 2022, Indonesia Ditahan Imbang Vietnam 0-0
PT PHE Kampar bersama sejumlah kader posyandu Desa Talang Sungai LimauCegah Stunting, PHE Kampar Gelar Pelatihan Olah MPASI di Desa Talang Sungai Limau Inhu
Head of Sales XL Axiata Greater Medan, Horas Lubis (tengah) bersama dengan KMI Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Muhammad Ilyas (ketiga dari kanan) pada saat acara penyerahan donasi laptop di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.Dukung Digitalisasi di Pedesaan, XL Axiata Donasi Laptop ke Puluhan Ponpes di 7 Provinsi
IlustrasiKeterbatasan Anggaran, Dishub Pekanbaru Tetap Lakukan Peremajaan PJU
Plt Kadisdik Riau M Job KurniawanUsai PPDB Online, Disdik Riau Bakal Lantik 40 Kepsek SMA/SMK se-Riau
  IlustrasiCapai 625 Kasus, Ini Langkah Pemprov Riau Atasi Wabah PMK
Pasangan tim ganda putri Indonesia Apriyani dan FadiaKandaskan Korsel, Ganda Putri Indonesia Apriyani-Fadia Rebut Tiket ke Final Malaysia Open 2022
Sejumlah owner Coffee shop, barista, dan penggiat kopi di Kepulauan Meranti saat mengikuti Coffee Talk yang ditayangkan oleh Dikopi Coffee shop selatpanjang.Coffee Talk Bersama Dikopi Selatpanjang, Mengangkat Cita Rasa Kopi Liberika Meranti
IlustrasiPemprov Riau Kembali Buka Seleksi Beasiswa Prestasi dan Bidikmisi 2022, Ini Caranya
Kaban Kesbangpol Pekanbaru, Zulfahmi AdrianPilkada 2024 di Pekanbaru Bakal Habiskan Anggaran Rp100 Miliar
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penandatanganan MoU dan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved