Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

21:54 - Pandemi Covid-19, Tempat U...
15:44 - Bupati Irwan Serahkan Bayi...
13:59 - Bupati Irwan Resmikan Jemb...
18:11 - Cuti Bersama, ASN Pemkab K...
10:24 - Masuk Mako Polres Meranti ...
08:47 - Pos AL Selatpanjang Berbag...
20:21 - Libur Cuti Bersama, Sekda ...
20:15 - Cegah Covid-19, Satpolair ...
19:45 - Menolak Didata, Oknum Angg...
23:12 - Kapolres Ajak Wartawan Per...
15:11 - Kian Banyak Pejabat Rangka...
20:45 - Presentasi di HKTI, Bupati...
20:01 - Baznas Riau Salurkan Bantu...
15:17 - Edukasi Warga Meranti Soal...
09:57 - Tim Yustisi Meranti Kembal...
17:39 - Genjot Perhutanan Sosial, ...
12:39 - Dibuka Pemilik, Satpol-PP...
19:17 - Bank Riau Kepri Serahkan C...
13:51 - BRK Selatpanjang Serahkan ...
22:19 - Kolaborasi RCommunity, PWI...
14:35 - Pawai Budaya di Kepulauan ...
18:30 - Cegah Covid-19, Satlantas ...
19:41 - Berhasil Tekan Angka Stunt...
18:27 - Ada Dua Pegawai Terkonfirm...
17:00 - Sumpah Pemuda ke-92, Karan...
20:02 - Draft SK Sudah Diajukan, K...
18:56 - Berhasil Kurangi Risiko Ka...
15:21 - Mau Adopsi Bayi yang Dibua...
20:44 - Rumahnya Dibedah Polres Ke...
19:34 - BLT-DD Sampai Desember, Ba...
14:54 - Pemcam Tebingtinggi Serahk...
18:34 - Proyek Pengerjaan Puskesma...
14:21 - Nunggu Cair, BLT-DD di Kep...
21:15 - Pengurus Hipma-KPM Pekanba...
20:09 - Kepala Satpol PP Kepulauan...
14:34 - Antisipasi Chaos dalam Unj...
22:30 - Bersinergi dengan TNI AL, ...
21:25 - Pemkab Meranti Salurkan Be...
11:53 - Serahkan BSB PKH di Selatp...
22:12 - Haru, Jenguk Natasha Bocah...
20:29 - Bupati Serahkan Dana Progr...
19:17 - Bupati Irwan Resmikan Pusk...
11:10 - Speedboat Kepau Jaya Kemas...
19:41 - BPN Kepulauan Meranti Sedi...
17:17 - Dituntut Mundur, Kades di ...
18:52 - Antisipasi Aksi Mogok Kerj...
08:12 - Camat Salurkan Beras kepad...
20:11 - Terlibat Politik Praktis, ...
19:02 - Jumlah Pasien Corona Meled...
11:01 - Roro Insit - Pecah Buyung ...
 
Bayi yang Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik Milik Negara, Ingin Adopsi, Tunggu Putusan Pengadilan
Rabu, 23 September 2020 - 13:44:12 WIB
Serah terima bayi yang ditemukan dalam kantong plastik dari Polsek Rangsang ke Dinsos-P3A Kabupaten Kepulauan Meranti.
Serah terima bayi yang ditemukan dalam kantong plastik dari Polsek Rangsang ke Dinsos-P3A Kabupaten Kepulauan Meranti.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti belum bisa mengakomodir masyarakat yang berminat mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan terbungkus dalam kantong plastik di Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang tiga hari lalu tepatnya Minggu (20/9/2020) malam.

Kini, sang bayi yang dalam kondisi sehat dengan berat badan 3,1 Kg dan panjang 48 cm itu akan berada dalam penanganan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinsos-P3A yang sebelumnya telah dilakukan serah terima dari Polsek Rangsang yang menangani kasus tersebut. Saat ini dia dititipkan di salah satu rumah milik kepala UPTD di Selatpanjang.

Bayi mungil yang ditemukan tersebut menjadi rebutan para calon orang tua untuk mengadopsinya, tidak hanya masyarakat di Kepulauan Meranti, bahkan dari Kota Pekanbaru pun berniat untuk ikut membesarkannya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar menjelaskan belum bisanya bayi laki-laki itu diadopsi masyarakat, karena beberapa hal. Di antaranya, pihaknya menunggu pengungkapan kasus tersebut dari kepolisian, kondisi bayi dan situasi yang memungkinkan proses adopsi.

Dikatakan lagi, bayi yang ditemukan tersebut dikategorikan sebagai anak terlantar dan statusnya menjadi bayi milik negara. Saat ini pihaknya sudah melakukan publikasi dan apabila dalam waktu tiga minggu tidak ada yang mengakui kepemilikan terhadap bayi tersebut, maka pihaknya akan mengajukan penetapan anak tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkalis.

"Bayi yang telah kita terima itu dikategorikan sebagai anak terlantar dan menjadi milik negara dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Selain itu kita juga telah melakukan pengumuman terhadap kepemilikan bayi itu. Jika ada yang merasa sebagai orang tua atau keluarga bayi tersebut bisa menghubungi kami dan Polsek Rangsang tentunya dengan membawa alat bukti yang bisa di pertanggung jawabankan. Jika selama tiga minggu tidak juga ada yang mengakui, maka barulah bayi tersebut boleh diadopsi oleh calon orang tua angkat, tentunya melalui penetapan sah dari Pengadilan Negeri di Bengkalis," ujarnya, Rabu (23/9/2020) pagi.

Ditambahkan Agusyanto, untuk melakukan adopsi terhadap anak tersebut ditentukan melalui proses assesmen yang dilakukan oleh tenaga Pekerja sosial.

Dijelaskannya untuk bisa mengangkat seorang anak atau mengadopsi, calon orangtua diharuskan mengikuti proses dan prosedur yang telah ditetapkan itu. Hal itu sebagai perlindungan dan hak anak di masa datang.

"Mengangkat anak diperbolehkan negara. Namun, mesti melalui prosedur dan proses yang benar sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah. Untuk proses assesmen nanti melalui hasil yang ditentukan oleh tenaga Peksos kita, apakah layak dan bisa amanah dalam aturan pengangkatan anak," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpianto SIk menjelaskan sejauh ini belum ada gambaran mengenai pelaku yang membuang bayi itu. Pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi, namun belum memunculkan petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

“Tidak ada warga sekitar yang melihat orang mencurigakan, karena lokasi memang cukup sepi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti digegerkan dengan penemuan sesosok bayi terbungkus  didalam plastik yang ditemukan dalam sebuah Becak. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup.

Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan oleh orang tuanya. Tampak, ari-ari bayi masih menempel di tubuhnya.

Bayi yang terlihat masih merah tersebut ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB pada Minggu (20/9/2020) malam oleh seorang warga Jalan Ahmad Yani, Desa Tanjung Samak, bernama Rustam (40) di dekat warung miliknya.

Oleh Rustam, kemudian bayi malang yang masih hidup tersebut langsung ke klinik praktek bidan untuk mendapatkan perawatan medis yang tak jauh dari lokasi penemuan bayi tersebut.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Peringati Sumpah Pemuda, Polres Inhu dan BEM STIE Indragiri Bakti Sosial dan Bagikan Sembako
  • Walikota Dumai Launching Air Bersih Kapasitan 50 Liter/Detik untuk 4000 SR
  • Peringati Sumpah Pemuda, Ginda Ajak Pemuda Bantu Keterpurukan Ekonomi Akibat Corona
  • Diimbau Tidak Keluar Daerah, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Roro Bengkalis Makin Meningkat
  • Hina Islam, Berikut Rentetan Peristiwa Kontroversi Kartun Nabi Muhammad
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved