Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

22:11 - Tak Makan Berhari-hari, Ca...
20:23 - Kapolres Meranti Imbau War...
17:34 - Kepala Desa di Kepulauan M...
21:31 - Dokter Aisah Bee Minta Keb...
11:30 - Aneh, Diundang Meliput, KP...
13:44 - Bayi yang Ditemukan Terbun...
20:49 - Terbukti Tidak Netral, ASN...
15:55 - Polres Kepulauan Meranti T...
20:04 - Camat Tebingtinggi Tanggun...
18:07 - Ditanggung Bupati Meranti,...
10:45 - Ibunya Terpapar Corona hin...
21:32 - Kasus Covid-19 di Meranti ...
19:16 - Diduga Karena Kelelahan, S...
19:01 - HNSI Kepulauan Meranti Sal...
14:34 - Bupati Irwan Tegaskan Daer...
12:38 - Dihukum Tidak Pakai Masker...
19:54 - Operasi Yustisi, 23 Orang ...
18:55 - Kasus Mujiman, HMI dan Gam...
15:04 - Warga Kepulauan Meranti Ta...
19:41 - Tim Gabungan Beri Sanksi S...
18:48 - Tenaga Kesehatan yang Tang...
14:34 - Tiga Pegawai Terkonfirmasi...
23:46 - Tiga Pegawai Terkonfirmasi...
19:39 - Bupati Meranti Perintahkan...
14:34 - 16 Orang Positif Covid-19,...
12:46 - Ada Petugasnya Positif Cor...
18:52 - Jelang Pelantikan Pengurus...
22:34 - Pemkab dan Polres Kepulaua...
20:58 - Ribuan Warga Kepulauan Mer...
18:08 - Seorang Kepala Desa di Kep...
11:15 - Pandemi Covid-19, Tiga Pol...
18:55 - Kasus Dugaan Makelar Perek...
16:02 - Capt M Ridha Jabat Kepala ...
23:01 - Lagi Heboh; Revi Mariska S...
18:41 - Bupati Kepulauan Meranti L...
19:52 - Ada Pegawainya Terkonfirma...
06:21 - 10.000 Alquran Disebarkan ...
06:40 - Pasutri ASN di Kepulauan M...
16:58 - Kamsol Akan Dilantik Jadi ...
21:13 - Terjadi Peningkatan Penula...
19:25 - Jelang Pilkada, PWI Kepula...
10:36 - Bambang Supriyanto, Aready...
17:03 - Limbah Medis Infeksius Pas...
20:15 - Fasilitas RTH Dibenahi, Ke...
21:28 - Pemkab dan DPRD Kepulauan ...
16:56 - Kejaksaan Kepulauan Merant...
22:36 - Kabar Gembira; 3.788 Pegaw...
20:05 - HMI dan Gamali Kepulauan M...
21:24 - Satu Warga Kepulauan Meran...
17:29 - Ada Warga Pendatang Reakti...
 
Bansos Tahap II Meranti Sudah Disalurkan, Tahap III Tidak Dilanjutkan
Selasa, 28 Juli 2020 - 12:19:07 WIB
Suasana pendistribusian paket sembako yang disiapkan oleh pihak distributor di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang.
Suasana pendistribusian paket sembako yang disiapkan oleh pihak distributor di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang.
TERKAIT:
 
  • Bansos Tahap II Meranti Sudah Disalurkan, Tahap III Tidak Dilanjutkan
  •  

    SELAT PANJANG - Bantuan sosial (Bansos) sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya disalurkan, Selasa (28/7/2020).

    Penyaluran yang sempat tertunda hampir satu bulan lebih ini ditandai dengan serah terima barang di gudang yang disiapkan oleh pihak distributor di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang.

    Untuk desa dan kelurahan yang berdekatan dengan Selatpanjang dijemput langsung oleh lurah dan kepala desa dengan menggunakan gerobak dan mobil. Sementara untuk wilayah yang berada jauh dari ibukota kabupaten ini, paket sembako diantar menggunakan kapal.

    Ketua Koperasi Cahaya Multi Indonusa, Joko Sucahyo selaku pihak distributor yang menyalurkan bantuan tersebut mengatakan paket yang disediakan untuk tahap II ini masih sama dengan jumlahnya dengan tahap I yakni sebanyak 6400 paket.

    Dia mengatakan untuk setiap kecamatan memiliki jumlah paket yang berbeda- beda. Dirincikan untuk Kecamatan Tebingtinggi sebanyak 2236 paket, Tebingtinggi Barat 300 paket, Rangsang Barat 903 paket, Rangsang Pesisir 963 paket, Pulau Merbau 578 paket, Merbau 734 paket, Tasik Putripuyu 330 paket, Tebingtinggi Timur 192 paket dan Kecamatan Rangsang 164 paket.

    Joko memahami apa yang menjadi penyebab sehingga penyaluran menjadi terkendala. Awalnya dia mengkhawatirkan jika pendistribusian bantuan ini terlalu lama, maka paket Sembako tersebut akan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat dan pihaknya bisa mengalami kerugian.

    "Alhamdulillah hari ini paket yang sudah kami siapkan terlalu lama, hari ini sudah bisa disalurkan," kata Joko.

    Terkait adanya rumor bahwa kerjasama penyaluran sembako tahap III tidak dilanjutkan, Joko memahami hal tersebut, karena didalam surat perjanjian juga tercantum pasal yang menyebutkan tidak ada konsekuensi jika adanya pembatalan kerjasama.

    "Jika itu terjadi, kita memahami hal tersebut karena Kepulauan Meranti sudah memasuki new normal dan zona hijau. Di dalam surat tersebut juga tidak ada konsekuensinya jika kerjasama ini tidak dilanjutkan," ujarnya.

    Sementara itu Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agusyanto melalui Kepala Seksi Bantuan Stimulan selaku PPTK Bansos, Ferry mengakui adanya keterlambatan penyaluran. Dimana seharusnya penyaluran Sembako tahap II dilakukan pada 15 Juni lalu.

    Hal itu disebabkan adanya evaluasi terhadap penyaluran Bansos yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Dimana dalam prosesnya ada kebijakan untuk mengurangi nilai dari paket Sembako tersebut, hal itu dilakukan untuk menambah jumlah penerima.

    "Adanya keterlambatan penyaluran ini disebabkan adanya kebijakan untuk mengurangi nilai paket Sembako tersebut dari Rp600 ribu menjadi Rp450 per paket. Hal itu dimaksudkan untuk menambah jumlah penerima yang tidak mendapatkan pada tahap I karena memang anggarannya sudah tidak bisa dirubah lagi. Namun hal ini tidak bisa dilakukan mengingat sulitnya proses jika harus merubah DPA nya lagi," ungkap Ferry.

    Sembako tersebut memang disiapkan oleh pemerintah daerah bagi keluarga miskin yang terkena imbas tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat akibat wabah Covid-19. Dimana setiap keluarga mendapatkan paket sembako sebesar Rp 600 ribu.

    Kepala Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Jonnedi yang ditemui disela-sela penyaluran paket Sembako di gudang distributor mengatakan jika barang tersebut sudah sampai di kantor desa, maka paket itu segera disalurkan ke masyarakat.

    "Setelah sampai di desa maka akan segera kita salurkan ke masyarakat, karena tidak baik juga dibiarkan terlalu lama," kata Jonnedi.

    Adapun paket tersebut terdiri dari dari 28 kg beras, 1 papan telur, 3 kg gula dan 2 liter minyak goreng, 1 kotak mie instan dan 1 kaleng ikan sarden.

    Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan saat ini sedang dilakukan evaluasi dimana Kepulauan Meranti sudah akan memasuki new normal.

    Sementara itu ketika ditanyakan apakah tahap ke III akan disalurkan lagi, Bupati mengatakan hal itu bisa jadi tidak disalurkan.

    "Untuk tahap ketiga belum tahu.  Mungkin ada mungkin tidak tapi mungkin mengarah ke tidak, karena pemulihan kita disini cukup baik. Jika dalam bulan ini status tanggap darurat  tidak diperpanjang lagi maka bantuan itu tidak kita salurkan lagi," ujar Bupati.

    Penulis : Ali Imron
    Editor : Fauzia




    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pelajar di Kuansing Tewas Tertimbun saat Mencari Emas
  • Wisuda SMT-SGI M Lead dan Soft Launching Kolaborasi Guru Pemimpin
  • Tak Makan Berhari-hari, Camat Rayan Bergegas Pikul Beras ke Rumah Buntal
  • Qurtararo Juara MotoGP Catalunya 2020, Dovi-Rossi Crash
  • Kapolres Meranti Imbau Warga Tunda Acara Hajatan Libatkan Banyak Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved