Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

20:33 - Kabupaten Kepulauan Merant...
19:54 - Diduga Ada Mafia Pajak Wal...
21:20 - Satu Orang Polisi di Kepul...
20:20 - Tidak Bisa Diajak Kerjasam...
17:52 - Setiap Desa Dikurangi Rp 1...
21:39 - Kunjungi Korban Kebakaran,...
19:12 - Wajib Pajak Kucing-kucinga...
20:28 - 459 Kg Sarang Walet Diperi...
19:05 - Siap-siap, Masyarakat Kepu...
11:51 - Korsleting Listrik, Rumah ...
08:55 - Antisipasi Karhutla, Ini y...
19:55 - Tapal Batas 93 Desa di Kep...
19:50 - Butuh Bantuan, Kapolres Ke...
13:57 - BPN Kepulauan Meranti Sera...
10:34 - Sejumlah Kendaraan Dinas P...
10:18 - Pasien Positif Covid-19 ya...
17:23 - Lima Desa di Kepulauan Mer...
13:17 - Kapolres Kepulauan Meranti...
19:48 - Kembangkan Potensi Kopi Li...
12:37 - 18 Usulan Perhutanan Sosia...
18:36 - YFMM Konsisten Tiap Tahun ...
16:40 - Terpantau Satu Hotspot di ...
19:21 - Pasien Positif Kabur dari ...
10:43 - Gawat, Pasien Positif Covi...
16:32 - DKPTPP Kepulauan Meranti P...
14:48 - Polres Meranti Siagakan 96...
21:38 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
14:04 - Kabar Gembira, BLT DD Dipe...
18:52 - Operator dan Penumpang Kap...
12:21 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
16:25 - Mengira SK nya Sudah Kadal...
12:19 - Bansos Tahap II Meranti Su...
19:41 - Biaya Rawat Pasien Positif...
17:24 - Kabel Tower Sutet PLN Putu...
20:30 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
19:49 - Pembayaran BPHTB Terpaksa ...
10:39 - Lezatnya Sempolet Kepulaua...
17:36 - DKPTPP Meranti Periksa Hew...
20:28 - Mesin Rusak, Speed Boat Pe...
19:41 - Akibat Covid-19, Tunjangan...
18:26 - Usulan Bupati Meranti Jadi...
17:11 - Laporan dr Aisyah Bee ke K...
19:47 - Tampung Produksi Sagu Kepu...
13:31 - Di Balik Opini WTP 8 Kali,...
21:13 - Kabupaten Kepulauan Merant...
20:24 - Abrasi di Kepulauan Merant...
19:56 - Gamali Tuntut Janji DPRD K...
17:44 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:43 - Jika Sembako Tidak Disalur...
17:57 - Moratorium Gambut, Masyara...
 
Anggaran Covid-19 Dinkes Tak Kunjung Diurus
Forum Puspa Sagu Kepulauan Meranti Tuntut Upah Jahit Masker
Kamis, 04 Juni 2020 - 20:15:21 WIB

SELATPANJANG - Hingga saat ini anggaran untuk penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan pos anggaran penanganan Covid-19 tidak kunjung diurus. 

Dimana dinas tersebut terkesan memperlambat urusan dokumen pencairannya. Hal itu terbukti dengan tidak dimasukkannya berkas tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Bidang Perbendaharaan dan Pembiayaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Alamsyah Mubarak mengatakan terkait tidak cairnya anggaran Covid-19 untuk Dinas Kesehatan dikarenakan tidak adanya dokumen dan berkas administrasi yang diajukan.

Dikatakan Mubarak, berkas tersebut sempat diajukan pada tanggal 2 Juni, namun ditarik kembali tanpa alasan yang jelas.

"Pada tanggal 2 Juni pagi kemarin ada berkas untuk pencairan yang diajukan Dinas Kesehatan, namun sorenya ditarik kembali, mungkin ada yang mau dibenahi," kata Mubarak.

Dan sampai dengan berita ini diterbitkan, berkas itu pun tak kunjung diantar kembali.

"Berkasnya belum diantar lagi," kata Mubarak, Kamis (4/6/2020).

Tidak diurusnya pencairan tersebut ternyata menimbulkan banyak reaksi dari banyak pihak yang telah dilakukan kerjasama sebelumnya. Seperti pengadaan masker yang melibatkan penjahit di bawah koordinasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Sagu Kepulauan Meranti dan beberapa pihak lainnya.

Dari informasi di lapangan, adapun anggaran untuk pengadaan masker kain tersebut berkisar hampir Rp 300 juta lebih.

"Yang kami inginkan adalah upah penjahit segera dibayarkan. Penjahit butuh uang untuk memutar modal mereka dan masker itu telah kita terima dan kerjakan pada pertengahan bulan puasa kemarin. Dan masker itu juga telah kita serahkan ke Dinas Kesehatan sebanyak 10.000 lembar," kata Ketua Forum Puspa Sagu Kepulauan Meranti Inda Wati didampingi Sekretaris Yenni Herayani, M.Kom, Kamis (4/6/2020).

Sebagai fasilitator, Puspa Sagu Kepulauan Meranti bertanggungjawab penuh terhadap pembayaran tersebut, tidak tahan dengan desakan penjahit, akhirnya permasalahan ini dilaporkan ke ketua tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, dalam hal ini Bupati Kepulauan Meranti.

"Usulan permintaan sudah kita sampaikan kepada ketua tim gugus covid-19 kabupaten tetapi kapan pencairannya kita menunggu. Memang benar ibu-ibu penjahit sudah berharap uang itu segera dibayarkan, tetapi kami sebagai fasilitator terus mendesak supaya hal ini segera dibayarkan, karena pekerjaan sudah dilaksanakan," ujar dia.

Sementara itu penjahit lainnya, Emiratna yang juga mengerjakan masker pesanan Dinas Kesehatan tersebut juga mengaku belum dibayarkan.

"Kita mengerjakan masker pesanan Dinas Kesehatan sebanyak 120 lusin saja, dimana harga perlusinnya Rp 75 ribu dan jika ditotalkan harganya Rp 9 juta dan itu belum dibayarkan. Kita cuma dapat order sedikit, karena bukan kita yang minta, tapi kepala dinasnya yang menawarkan ke kita," kata Emiratna.

Kepala Dinas Kesehatan, dr H Misri Hasanto yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut ketika dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab.

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Protokol Kesehatan di Siak Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Terungkap di Persidangan, Eks Ajudan Amril Mukminin Beberkan Bagi-bagi uang PT CGA
  • Gubri Kukuhkan 8 Paskibra, Ini Nama-namanya
  • Kuasa Hukum Jerinx Berharap IDI Mau Berdamai
  • Tinggal Berdesakan di Rumah Kontrakan, Yeni Tabah Jadi Kepala Keluarga
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved