Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:44 - Masyarakat Meranti Sulap S...
22:15 - Pekan Depan, Transportasi ...
18:45 - ...
15:06 - AKP Prihadi Tri Saputra Ja...
21:55 - Komisi I DPRD Kepulauan Me...
22:46 - Tidak Ada Penumpang Sejak ...
16:28 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
11:44 - Dinilai Sangat Efektif, Bu...
22:02 - 10 Desa di Kabupaten Kepul...
21:56 - Kehadiran HNSI Kepulauan M...
18:46 - Aksi Damai Terkait Covid-1...
19:26 - Kecamatan 3T Meranti Seger...
10:10 - Bantah Ada Perdebatan deng...
15:36 - Sembako Bansos Covid-19 Ke...
20:17 - Polres Kepulauan Meranti G...
12:04 - PDP di Meranti Meninggal D...
14:19 - Karantina Selatpanjang Hib...
16:35 - Dugaan Penyalahgunaan Dana...
18:56 - Menuju New Normal, Pemkab ...
12:02 - Gubri Minta Rencana Masuk ...
19:22 - Pasir dari BumDes di Meran...
14:38 - Hanya 4 Pejabat yang Dafta...
15:50 - Belum Resmi Mendaftar, Ada...
10:54 - Bumdes Puteri Panglima Des...
10:20 - Sempat Terjadi Kekosongan,...
09:30 - HUT Bhayangkara, Polres Ke...
22:38 - Belum Dibayar, Supplier An...
21:43 - Jelang Penutupan, Lelang J...
19:41 - Bupati Kepulauan Meranti K...
10:56 - Hari Bhayangkara, Polres K...
09:58 - Warga Rangsang Barat Tewas...
09:49 - Tiga Hari Hilang, Jupri Wa...
19:03 - Danrem 031/WB Kunjungi Kep...
17:47 - Direktur Bumdes Hasrat Des...
17:33 - Telur, Kacang, dan Cabai I...
10:55 - Empat Program Berkorelasi,...
08:35 - Dilantik Jadi Pejabat Pemp...
20:35 - RSUD Kepulauan Meranti Buk...
16:04 - Tuntut Transparansi Dana C...
19:32 - BLT Dana Desa di Kepulauan...
09:22 - Setelah 28 Hari, Akses Ter...
17:11 - Desak Kadiskes Kepulauan M...
17:51 - Dimediasi HNSI, Konflik An...
09:12 - Terinspirasi Tradisi Kuno ...
11:03 - Batal Dibiayai DAK, Hutang...
17:34 - Isu Kepala Diskes Kepulaua...
10:51 - Soal Hiburan Malam di Kepu...
09:34 - Buaya Sepanjang Dua Meter ...
19:44 - DPRD Meranti Kecewa, Lapor...
14:50 - Rapat Anggaran Covid-19 Ke...
 
Kepulauan Meranti Zona Merah Covid-19, Tidak Diterapkan PSBB karena Penularan Terkunci di Satu Desa
Rabu, 03 Juni 2020 - 18:37:00 WIB
Petugas dari Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kepulauan Meranti yang melakukan tracing langsung ke rumah warga di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu.
Petugas dari Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kepulauan Meranti yang melakukan tracing langsung ke rumah warga di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu.
TERKAIT:
 
  • Masyarakat Meranti Sulap Sagu Basah Jadi Pakan Ternak, Harganya Tinggi
  • Pekan Depan, Transportasi Selatpanjang - Pekanbaru Via Buton Sudah Normal
  •  

    SELATPANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti telah ditetapkan sebagai zona merah Corona virus desease‚Äč (Covid-19) oleh Pemerintah Provinsi Riau.

    Terkait hal ini Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan bahwa penetapan tersebut didasari pada telah terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19 dan adanya transmisi lokal yang terjadi di daerah tersebut.

    Namun Fahri menggarisbawahi bahwa transmisi lokal yang terjadi masih terkunci di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu.

    "Terkait zona merah memang ada transmisi lokal dan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di daerah Bandul, hasil tracing dari bandul masih dari kluster Magetan. Sementara untuk di kecamatan lain itu belum ada kasus yang signifikan," ujar Fahri saat ditemui di kantornya Rabu (3/6/2020) sore.

    Dikatakan Fahri sesuai dengan hasil tracing terkini oleh tim gugus tugas, belum ada transmisi lokal Covid-19 di tempat lain selain Desa Bandul. 

    "Hasil analisa kami sampai saat ini belum ada transmisi virus di daerah lain, saat ini masih terkunci di Bandul," ujar Fahri.

    Oleh sebab itu dikatakan Fahri status Pembatasan Sosial Skala Tertentu (PSST) di Desa Bandul masih diperpanjang hingga saat ini. Dimana Desa Bandul diawasi secara ketat dan orang tidak bisa keluar maupun masuk ke desa tersebut terkecuali ada keperluan mendesak.

    Sementara saat ditanya apakah ada rencana penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kepulauan Meranti, seperti yang diterapkan oleh kabupaten lainnya di Riau, Fahri mengaku Tim Gugus Tugas belum memiliki rencana terkait hal tersebut. Menurutnya hal itu bisa berakibat fatal bagi masyarakat yang tidak terimbas virus ini.

    "Karena kondisi ini terjadi di daerah kita, maka kita yang tahu persis. Kita tahu apa yang kita lakukan, tentunya  mengikuti protap yang telah ditentukan. Namun mungkin istilahnya tidak seperti dibayangkan di daerah lain. Dimana transmisi lokal yang terjadi di Bandul tetap masih kita awasi secara ketat. Selain itu PSBB juga tentu harus ada kajian yang mendalam karena geografis kita yang berpulau berbeda dengan daerah lain, selain itu pelaksanaannya juga pasti berpengaruh terhadap masyarakat," tutur Fahri.

    Oleh karena itu dikatakan Fahri, walaupun terjadi transmisi lokal di Desa Bandul, secara umum Kepulauan Meranti yang ibukotanya Selatpanjang saat ini relatif masih terkendali dari virus. 

    "Desa Bandul pulaunya sendiri dan terkunci di sana, selain itu seluruh cek poin juga sudah dijaga ketat di sana," ujar Fahri.

    Walaupun tidak adanya PSBB, Fahri mengatakan bahwa seluruh pengawasan keluar masuk orang khususnya dari Selatpanjang sebagai pusat lalu lintas orang tetap dijaga ketat. "Pengawasan orang masuk maupun keluar tetap kita jalankan mulai dari screening, pemeriksaan fisik dan lainnya sesuai protap yang berlaku mengingat kita belum berlakukan PSBB," ujarnya.

    Walaupun demikian Fahri tetap mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Namun kita tidak boleh lengah dan terus waspada dengan menjalankan secara disiplin protokol kesehatan yang telah ditetapkan, mulai dari cuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan dan lainnya. Itu yang terpenting," ujar Fahri.

    Selain itu dikatakan Fahri 4 pasien positif Covid-19 di Kepulauan Meranti hari ini kembali dinyatakan sembuh dan direncanakan akan dibawa pulang dalam wakti dekat.

    "Jadi total yang sembuh dengan yang kemarin ada 7 pasien yang sembuh. 4 orang yang sembuh masih kita proses mungkin besok bisa pulang. Saat ini 5 pasien positif lainnya masih dirawat intensif di RSUD, dan Puskesmas Selatpanjang," pungkas Fahri.

    Ditambahkan Fahri seluruh pasien positif lainnya yang masih dirawat saat ini dalam kondisi baik. Sementara untuk kasus PDP saat ini ada 2 pasien dan OTG masih ada 15 orang yang diisolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kepulauan Meranti.

    Penulis: Ali Imroen
    Editor: Yusni Fatimah


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Hati-hati, Uang Palsu Rp5.000 Ditemukan di Pekanbaru
  • Hari Ini Ida Resmi Kantongi SK Sebagai Ketua SOKSI Pekanbaru
  • Pangdam: Dashboard Lancang Kuning Sangat Baik, Sinergitas Semua Elemen Kunci Keberhasilan Atasi Karhutla
  • Warga Sumut Terkonfirmasi Positif Covid-19 Ketahuan Saat Rapid Test Syarat Kerja Perusahaan di Pelalawan
  • Gubri Bentuk UPTD PUPR, Diharapkan 488,37 Km Jalinprov di Rohul Segera Ditangani
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved