Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:31 - Atap Dermaga Pelabuhan Sem...
12:16 - Waspadai Karlahut, Camat T...
11:33 - Sakit, Pengawal Pribadi Bu...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
17:19 - Setiap KK Hanya Dijatah 1 ...
15:12 - Petugas Berhasil Padamkan ...
16:32 - Pasca New Normal, Tiket Ka...
09:11 - Kesal Dicopot hingga Meras...
16:27 - Dicopot dari Jabatan Kasi ...
14:44 - Masyarakat Meranti Sulap S...
22:15 - Pekan Depan, Transportasi ...
18:45 - 'Damar' Si Bayi Gajah Bina...
15:06 - AKP Prihadi Tri Saputra Ja...
21:55 - Komisi I DPRD Kepulauan Me...
22:46 - Tidak Ada Penumpang Sejak ...
16:28 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
11:44 - Dinilai Sangat Efektif, Bu...
22:02 - 10 Desa di Kabupaten Kepul...
21:56 - Kehadiran HNSI Kepulauan M...
18:46 - Aksi Damai Terkait Covid-1...
19:26 - Kecamatan 3T Meranti Seger...
10:10 - Bantah Ada Perdebatan deng...
15:36 - Sembako Bansos Covid-19 Ke...
20:17 - Polres Kepulauan Meranti G...
12:04 - PDP di Meranti Meninggal D...
14:19 - Karantina Selatpanjang Hib...
16:35 - Dugaan Penyalahgunaan Dana...
18:56 - Menuju New Normal, Pemkab ...
12:02 - Gubri Minta Rencana Masuk ...
19:22 - Pasir dari BumDes di Meran...
14:38 - Hanya 4 Pejabat yang Dafta...
15:50 - Belum Resmi Mendaftar, Ada...
10:54 - Bumdes Puteri Panglima Des...
10:20 - Sempat Terjadi Kekosongan,...
09:30 - HUT Bhayangkara, Polres Ke...
22:38 - Belum Dibayar, Supplier An...
21:43 - Jelang Penutupan, Lelang J...
19:41 - Bupati Kepulauan Meranti K...
10:56 - Hari Bhayangkara, Polres K...
09:58 - Warga Rangsang Barat Tewas...
09:49 - Tiga Hari Hilang, Jupri Wa...
19:03 - Danrem 031/WB Kunjungi Kep...
17:47 - Direktur Bumdes Hasrat Des...
17:33 - Telur, Kacang, dan Cabai I...
10:55 - Empat Program Berkorelasi,...
 
Cegah Corona, Seorang ASN di Pemkab Kepulauan Meranti Bikin Disinfection Chamber
Senin, 06 April 2020 - 10:33:24 WIB
Seorang ASN di Pemkab Kepulauan Meranti, Fikri Jasman bersama temannya Zulkarnain membuat Disinfektan Chamber, tampak belum dipasang dinding kertas plastik.
Seorang ASN di Pemkab Kepulauan Meranti, Fikri Jasman bersama temannya Zulkarnain membuat Disinfektan Chamber, tampak belum dipasang dinding kertas plastik.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Seorang  Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti membuat alat penyemprot disinfektan dalam bilik atau bilik disinfektan. 

Alat yang diberi nama Disinfection Chamber tersebut diharapkan berguna untuk mensterilkan tubuh dan mengurangi penularan dari corona virus disease atau Covid -19.

Disinfection Chamber tersebut adalah hasil karya Fikri Jasman bersama temannya Zulkarnain.

Ide untuk membuat Disinfection Chamber itu berawal dari semakin banyaknya yang terinfeksi virus ini sehingga mereka mengira perlu untuk ikut andil dalam penanggulangannya.

"Awalnya hanya iseng-iseng saja, dimana kami melihat di daerah lain banyak yang membuat dan di daerah kita waktu itu tidak ada sehingga kami beranggapan tidak ada salahnya juga kita membuatnya," kata Fikri

"Ini juga kami buat bagi yang usai bekerja di luar untuk mensterilkan tubuh dari paparan Covid-19 yang saat ini masif penyebarannya. Selain itu kami pikir ini juga bagian dari kami untuk ikut andil mengambil peran dalam penanggulangan penyebaran virus," kata Fikri lagi.

Lebih lanjut, Fikri mengatakan alat tersebut akan menyemprotkan disinfektan keseluruh tubuh atau pakaian, harapannya dapat membunuh kuman atau virus yang menempel pada tubuh atau pakaian

Dikatakan bilik disinfektan buatannya itu ada keunggulan tersendiri, dimana untuk membuat kabut disinfektan, ia menggunakan enam buah Mist Nozzle sehingga ketika masuk didalam bilik tersebut tidak terasa basah seperti menggunakan blower air.

Proses pembuatan bilik disinfektan ini memakan waktu 4 hari dibuat dengan sesederhana dan semurah mungkin. Dengan modular sehingga mudah dipasang dan diaplikasikan di berbagai tempat. 

Berdasarkan pantauan, bilik berukuran tinggi 2 meter dan lebar 1 meter tersebut dibuat secara sederhana dari rangka kayu yang ditutupi plastik. Hal itu agar cairan/uap disinfektan tetap berada dalam bilik 

"Kami membuat Disinfection Chamber dengan biaya yang murah. Alat penyemprot seperti Mist Nozzle dipesan melalui online seharga Rp 400 ribu sedangkan kerangka bilik yang terbuat dari kayu seharga Rp 300 ribu," ujarnya.

Saat ini Disinfection Chamber masih berada di rumahnya mengingat waktu itu ada imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia yang memperingatkan publik untuk tak menyemprotkan atau memakainya langsung ke tubuh manusia. 

"Setelah mendengar adanya imbauan dari WHO, makanya alat ini masih di sini dan sempat dibongkar lagi, awalnya kami punya niat untuk diletakkan di masjid. Selanjutnya ini akan dihibahkan kalau memang dibutuhkan," pungkas Fikri.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tingkatkan Perekonomian, Riau Kembangkan Potensi Hilirisasi Industri Kelapa Sawit dan Pariwisata
  • 8 Daerah di Riau Ini Tidak Ada Lagi Kasus Covid-19
  • Menang di GP Styria, Hamilton Dekati Rekor Schumacher
  • Meski Pandemi Covid-19, Riau Tetap Berupaya Antisipasi Abrasi Pulau Terluar
  • Miris, Ditolak Bidan, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan Sendiri dan Jadi Tontonan Warga
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved