Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:30 - Telantarkan TKI, Bupati Ir...
17:52 - Cegah Corona, DPW FPI Kepu...
12:34 - Cegah COVID-19, Sahabat MT...
11:46 - Disdikbud Kepulauan Merant...
11:21 - Sebanyak 123 TKI dari Mala...
05:35 - IPMK2M Bagi-bagi Masker pa...
21:24 - Akibat Corona, Pengantin d...
21:56 - Wakil Bupati dan Kapolres ...
14:10 - 1.642 Warga Kepulauan Mera...
11:20 - Satu Pasien Suspect Corona...
21:23 - Antisipasi Corona, Pemcam ...
06:18 - Hindari Corona, Polres Mer...
05:59 - Akhirnya Tradisi Ritual Ch...
16:18 - Banyak Warga Kepulauan Mer...
15:35 - Cegah Corona, Karang Taru...
15:08 - Terima Anak Sekolah Main, ...
17:58 - Satpol PP Meranti Hentikan...
19:59 - Gelar Patroli, Satpol PP K...
19:08 - Tangani Penyebaran Corona,...
18:05 - Cegah Corona, Bupati Meran...
16:14 - Cegah Corona, Bupati Kepul...
15:03 - Said Hasyim Rencanakan Hot...
19:31 - Idap Tumor Otak, Bocah 6 T...
15:59 - Suspect Corona, Satu Lagi ...
19:14 - Kepulauan Meranti Tetapkan...
10:30 - Antisipasi Virus Corona, R...
18:59 - Said Hasyim Berharap Sagu ...
16:51 - Belum Genap Setahun Terima...
06:11 - Antisipasi Corona, Seluruh...
21:56 - Suspect Corona, Kepala Des...
06:08 - Bupati Kampar Ajak Alumi I...
16:38 - Baru Pulang dari Malaysia,...
13:52 - Warga Tak Bisa Rekam e KTP...
13:41 - Selama Seminggu Pemcam Tas...
10:09 - Karhutla di Pulau Rangsang...
21:00 - Sukses di Rantau, Kini Saa...
13:55 - Kepergok Buang Sampah Semb...
22:13 - PPL Pertanian Tebingtinggi...
21:24 - Jemput Bola Ekraf, Dispar ...
20:30 - Warga Teluk Buntal Kepulau...
17:09 - Satpol PP Meranti Minta Se...
20:25 - Satpol PP Meranti Cek Lega...
18:20 - Tak Punya IMB dan Tabrak G...
11:35 - BPPRD Meranti Mulai Pasang...
12:18 - Satu Siswa Meninggal Akiba...
07:44 - Ketua KONI Meranti Sesalka...
06:17 - Bupati Meranti Pastikan Ti...
20:16 - Camat Tebingtinggi Perjuan...
06:49 - Dishub Segera Tetapkan Tar...
06:21 - Satu Lagi Warga Selatpanja...
 
Akhirnya Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Rabu, 25/03/2020 - 05:59:05 WIB
Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi bersama pimpinan Ormas Tionghoa melakukan rapat bersama di Kantor Camat Tebingtinggi, Selasa (24/3/2020) sore.
Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi bersama pimpinan Ormas Tionghoa melakukan rapat bersama di Kantor Camat Tebingtinggi, Selasa (24/3/2020) sore.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti akhirnya dibatalkan.

Hal ini sempat menjadi pembicaraan dan kerisauan di tengah masyarakat, dimana ritual tahunan ini dilaksanakan saat adanya Pandemi Virus Corona.

Pembatalan ritual yang dianggap sakral bagi warga Tionghoa itu setelah Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi bersama pimpinan Ormas Tionghoa melakukan rapat bersama di Kantor Camat Tebingtinggi, Selasa (24/3/2020) sore.

Adapun Ormas Tionghoa yang hadir saat itu diantaranya pengurus PSMTI, YSUBB, Tri Dharma, dan YPM.

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH mengatakan rapat bersama itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama wakil Bupati.

Dikatakan Rayan, dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ritual keagamaan Sembahyang Kubur (Cheng Beng) untuk tahun 2020 ditiadakan pelaksanaannya di pemakaman, dan untuk pelaksanaan ritual tersebut dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Sudah kita sepakati bersama bahwa pelaksanaan tradisi Cheng Beng atau sembahyang Kubur bagi warga Tionghoa di pemakaman ditiadakan. pelaksanaannya dilaksanakan di rumah masing-masing. Dan keputusan itu berdasarkan musyawarah mufakat dengan kesadaran sendiri dari masing-masing Ormas Tionghoa setelah pemerintah kecamatan menjelaskan perkembangan terkait Corona virus," kata Rayan Pribadi.

Selain itu, Rayan juga meminta warga Tionghoa yang berada di luar Kepulauan Meranti untuk tidak pulang dulu sampai berakhirnya Pandemi virus Corona.

"Dan untuk warga Tionghoa yang berada di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menahan diri tidak pulang sementara waktu sampai berakhirnya pandemi Virus Corona ini," ujar Rayan.

Untuk diketahui tradisi ziarah kubur, dikenal dengan istilah Cheng Beng di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti menjadi momen bagi warga Tionghoa yang merantau keluar untuk pulang.

Sembahyang kubur menjadi salah satu tradisi keluarga keturunan yang cukup ramai mendatangkan pengunjung ke Selatpanjang setelah Imlek.

Hal inilah yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah kecamatan dan masyarakat Selatpanjang, dimana Kota Selatpanjang yang menjadi gerbang utama masuk dari dan luar negeri menyebabkan daerah ini rawan terhadap sebaran virus mematikan itu. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Syarat Dapat Keringanan Kredit 1 Tahun untuk UMKM hingga Pekerja Informal
  • Peresmian STC di Awal April Kemungkinan Dibatalkan
  • Miris, Balita Positif Corona Usai Diajak Hadiri Kondangan
  • INAgri Apresiasi Pemanfaatan Sumberdaya Lokal untuk Cegah Covid-19
  • Halte TMP Disemprot Disinfektan untuk Tekan Penyebaran Corona
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved