Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:57 - Moratorium Gambut, Masyara...
18:38 - Minta Keadilan Agar Rustam...
18:22 - Pemuda Pulau Merbau Minta ...
16:31 - Atap Dermaga Pelabuhan Sem...
12:16 - Waspadai Karlahut, Camat T...
11:33 - Sakit, Pengawal Pribadi Bu...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
17:19 - Setiap KK Hanya Dijatah 1 ...
15:12 - Petugas Berhasil Padamkan ...
16:32 - Pasca New Normal, Tiket Ka...
09:11 - Kesal Dicopot hingga Meras...
16:27 - Dicopot dari Jabatan Kasi ...
14:44 - Masyarakat Meranti Sulap S...
22:15 - Pekan Depan, Transportasi ...
18:45 - 'Damar' Si Bayi Gajah Bina...
15:06 - AKP Prihadi Tri Saputra Ja...
21:55 - Komisi I DPRD Kepulauan Me...
22:46 - Tidak Ada Penumpang Sejak ...
16:28 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
11:44 - Dinilai Sangat Efektif, Bu...
22:02 - 10 Desa di Kabupaten Kepul...
21:56 - Kehadiran HNSI Kepulauan M...
18:46 - Aksi Damai Terkait Covid-1...
19:26 - Kecamatan 3T Meranti Seger...
10:10 - Bantah Ada Perdebatan deng...
15:36 - Sembako Bansos Covid-19 Ke...
20:17 - Polres Kepulauan Meranti G...
12:04 - PDP di Meranti Meninggal D...
14:19 - Karantina Selatpanjang Hib...
16:35 - Dugaan Penyalahgunaan Dana...
18:56 - Menuju New Normal, Pemkab ...
12:02 - Gubri Minta Rencana Masuk ...
19:22 - Pasir dari BumDes di Meran...
14:38 - Hanya 4 Pejabat yang Dafta...
15:50 - Belum Resmi Mendaftar, Ada...
10:54 - Bumdes Puteri Panglima Des...
10:20 - Sempat Terjadi Kekosongan,...
09:30 - HUT Bhayangkara, Polres Ke...
22:38 - Belum Dibayar, Supplier An...
21:43 - Jelang Penutupan, Lelang J...
19:41 - Bupati Kepulauan Meranti K...
10:56 - Hari Bhayangkara, Polres K...
09:58 - Warga Rangsang Barat Tewas...
09:49 - Tiga Hari Hilang, Jupri Wa...
19:03 - Danrem 031/WB Kunjungi Kep...
 
Izin Kadaluarsa, Satpol PP Meranti Akan Langsung Segel Panglong Arang
Selasa, 25 Februari 2020 - 14:56:26 WIB
Satpol PP Kepulauan Meranti melakukan pengecekan izin panglong arang di Desa Insit, Sedap dan Banglas, Selasa (25/2/2020) pagi.
Satpol PP Kepulauan Meranti melakukan pengecekan izin panglong arang di Desa Insit, Sedap dan Banglas, Selasa (25/2/2020) pagi.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Jika terbukti tidak memiliki izin atau sudah memiliki izin namun kadaluarsa, maka Panglong Arang akan disegel, bahkan akan dihentikan operasionalnya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti.

Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada panglong yang dinilai telah menyalahi aturan.

"Jika terbukti tidak memiliki izin, atau izin panglong arang sudah mati, bisa saja kita hentikan operasionalnya dan akan kita segel. Bisa beroperasi lagi apabila sudah ada izin sesuai ketentuan yg berlaku," kata Helfandi, Selasa (25/2/2020).

Dikatakan Helfandi, selama ini Panglong arang tidak memberikan kontribusi yang banyak terhadap pembangunan daerah, sebaliknya efek kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya sangat besar.

"Jika tidak memberikan kontribusi terhadap daerah buat apa kita pertahankan, tapi kalau kita lihat memang banyak panglong yang menyalahi aturan," ujarnya.

Saat ini, Satpol PP mulai melakukan inventarisir terhadap perizinan panglong arang. Dari hasil pengecekan, semua panglong arang berada di bawah naungan Koperasi Silva.

"Satpol PP mulai melakukan inventarisir perizinan panglong arang. Dari hasil pengecekan yang dilakukan hari ini, semuanya bernaung di bawah Kopsilva, pengecekan ini dipimpin langsung Kabid Perda didampingi Kasi Binmas dan 7 anggota Banpol. Dalam waktu dekat kita juga akan turun bersama dengan OPD teknis lainnya seperti Dinas PUPRPKP, DPMPTSP dan DLH," kata Helfandi.

Sementara itu Sekretaris Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BPPRD) Kepulauan Meranti, Agib Subardi mengatakan pihaknya juga sudah merekomendasikan agar panglong arang ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi, hal itu dikarenakan kontribusi terhadap daerah tidak sebanding dengan masalah lingkungan yang ditimbulkannya.

"Kita sudah bentuk tim terpadu yang membahas permasalahan panglong arang. Dari BPPRD sudah merekomendasikan untuk ditutup saja karena kontribusi terhadap daerah sangat kecil jika dibandingkan dengan masalah alam yang dirusak. Dari 55 panglong arang yang tersebar kita hanya mendapatkan pemasukan PAD sebesar Rp 64 juta pertahun yakni dari retribusi reklame dan pajak bumi bangunan," kata Agib.

Selama ini, kata Agib usaha panglong arang hanya mengedepankan persoalan sosial, sehingga banyak masyarakat yang menggantung hidup dari hasil menjual kayu mangrove untuk bahan baku pembuatan arang, padahal kenyataannya tidak.

"Selain kontribusi sedikit, kesejahteraan masyarakat bekerja yang mereka gaungkan selama ini juga tidak ada, begitu juga dengan kesehatan para pekerja juga tidak diperhatikan," ujar Agib.

Terhadap Koperasi Silva yang mendapatkan penghargaan dari Bea Cukai atas dasar penyumbang pendapatan negara terbesar dari sektor pajak, Agib menilai hal itu sangat kontras dan tidak berimbang.

"Bisa jadi sebagai penyumbang pendapatan negara terbesar dari dana DR yang dibayarkan, tapi kan ini sangat kontras ketika daerah tempat mereka beroperasi mendapatkan kontribusi yang sedikit belum lagi lingkungan yang rusak yang ditimbulkan olehnya," kata Agib.

Ditambahkan Agib, dalam rapat tim yang dilaksanakan tertutup, dua poin yakni merusak lingkungan dan tidak ada kontribusi bagi daerah adalah hal yang memberatkan usaha panglong arang sehingga akan direkomendasikan untuk segera dibekukan izinnya.

"Apapun alasannya ini memang harus ditutup, saat ini kita sedang cari solusi terhadap tenaga kerja yang terdampak akibat dari penutupan usaha ini," pungkasnya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Blue-E, Smart Card yang akan Gantikan Buku KIR
  • Ingin Jadi Boneka Ken, Remaja Pria Ini Dandan 4 Jam Sebelum Berangkat Sekolah
  • Fakultas Hukum UIR Terima Kunjungan Bawaslu Pekanbaru
  • Pemprov Riau Telah Salurkan BLT Covid-19 ke 11 Kabupaten dan Kota
  • Temukan Aplikasi Ini di HP Mu? Buruan Hapus Kalau Tak Mau Diserang Malware
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved