Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:00 - Seorang Kakek di Kepulauan...
19:11 - Tarif di Pelabuhan Tanjung...
17:57 - Sensus Penduduk, Kecamatan...
14:56 - Izin Kadaluarsa, Satpol PP...
05:52 - Api Lahap 3,5 Hektare Laha...
19:01 - Penyeberangan Termahal di ...
05:49 - Asparudin Terpilih Sebagai...
18:37 - Hallo Food, Aplikasi Lokal...
21:20 - Bupati Irwan Terima SK Per...
20:39 - Gara-gara Warganya Ditangk...
15:02 - Senunggang, Kapal Patroli ...
13:24 - Terpilih Aklamasi, Syamsid...
18:59 - Baru Saja Dimusnahkan, Bar...
17:15 - Dikhawatirkan Bawa Hama Pe...
16:27 - Bersama SKK Migas, PWI Mer...
15:59 - Pers Sangat Berperan Cipta...
09:59 - Hari Ini, PWI Kepulauan Me...
19:52 - Kapolres Meranti Pantau Ka...
10:04 - Kepulauan Meranti Kabupate...
20:23 - Dinas Pendidikan Meranti P...
10:08 - Kepulauan Meranti Jadi Kaw...
20:54 - Merusak Lingkungan, Izin K...
19:03 - Penanganan Stunting di Kep...
20:44 - Pemkab Kepulauan Meranti B...
15:44 - Said Hasyim Intruksikan Ev...
17:26 - SKD CPNS Kepulauan Meranti...
20:02 - Sri Mulyani Anom Jabat Kas...
10:16 - Awali Karir Sebagai Teli P...
17:33 - Baru Datang, Lima Peserta ...
11:36 - Mahmuzin Taher Barbagi Kun...
11:35 - Listrik Mati Dua Kali, Pel...
19:01 - Hari Pertama Tes SKD, Diik...
20:17 - Pelabuhan Sungai Tohor Dit...
16:39 - Bantu Pemasaran Produk Sag...
15:46 - Ratusan Kotak Buah Ilegal ...
09:14 - Said Hasyim Tabur 100 Ribu...
20:32 - Usulan Pemekaran Ditolak, ...
17:37 - PT NSP Tunggak Pajak Non P...
16:39 - Ada Voucher Booking Prosti...
12:00 - Menang Voting, Rudi Tanjun...
16:12 - Heboh, Siswa di Selatpanja...
09:09 - Pertanyakan Alokasi Anggar...
20:18 - Aqila, Bayi di Kepulauan M...
17:59 - Cabrutan Naik Kelas Menjad...
14:43 - Sempat Disegel, Wisma King...
15:56 - Bagian Kesra Pemkab Merant...
14:00 - LAMR Kepulauan Meranti Rek...
20:07 - Pemkab Kepulauan Meranti a...
17:49 - Repu Sagu Terangkat ke Per...
20:14 - Festival Perang Air 2020, ...
 
Sapi di Meranti Positif Brucellosis, Pemotongan Bersyarat Disaksikan Dokter Hewan
Kamis, 23/01/2020 - 13:56:11 WIB
Pemotongan bersyarat disaksikan oleh dokter hewan.
Pemotongan bersyarat disaksikan oleh dokter hewan.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan) Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang mendeteksi adanya penyakit Zoonosis Brucellosis SP yang menyerang seekor sapi di Kepulauan Meranti. Pemeriksaan dilakukan melalui uji laboratorium Rose Bengal Test (RBT) dan Complement Fixation Test (CFT).

"Ketika kita lakukan uji laboratorium hasilnya positif sapi itu terserang Brucellosis," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang, Drh Abdul Aziz Nasution, Kamis (23/1/2020).

Dikatakan Aziz, ketika ada hewan ternak seperti sapi terinfeksi penyakit Brucellosis, maka hewan tersebut harus langsung dipotong untuk menjaga daerah agar terbebas dari penularan penyakit.

Pemotongan terhadap hewan tersebut pun tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus melalui pemotongan bersyarat dengan disaksikan oleh dokter hewan.

"Sapi itu langsung dipotong bersyarat. Pemotongan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan tercemarnya lingkungan," kata Aziz.

Aziz juga mengatakan, kehati-hatian dalam pemotongan wajib dilakukan untuk mencegah adanya cairan exudat dan sarang-sarang nekrose pada organ-organ viseral. Dalam keadaan demikian, maka seluruh organ visceral limfoglandula dan tulang harus dimusnahkan.

Kepala Barantan Wilker Selatpanjang itu juga menginformasikan jika sepanjang pemeriksaan yang dilakukan baru dua kasus ditemukan Brucellosis pada sapi.

"Sepanjang kita melakukan pemeriksaan baru dua kali sapi terinfeksi Brucellosis. Pada tahun ini dan pada 2019 lalu. Untuk pemeriksaan Brucellosis tidak diambil perindividu hewan melainkan hanya sampling. Terhadap yang positif kita temukan di dalam 18 ekor sapi, dan pemeriksaan lanjutan terhadap 16 ekor sapi hasilnya negatif semua," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Drh Syafrilia Wulandari mengatakan sapi yang positif terserang Brucellosis ini berasal dari Asahan Sumatera Utara, dimana sapi ini dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.

Walaupun didatangkan dari Sumatera Utara, sapi ini ternyata berasal dari Pulau Jawa, dikatakan Sumatera masih bebas dari Brucellosis khususnya untuk regional Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri.

"Untuk Sumatera masih bebas dari Brucellosis, dan sapi ini walaupun dibeli dari Sumut tapi dia berasal dari Jawa. Para peternak memang sudah jauh hari memesan untuk persiapan kurban dan proses penggemukan," katanya.

Dikatakan Syafrilia Wulandari penyakit ini bersifat zoonosis dan boleh dipotong dengan syarat organ genital dan organ pencernaannya harus dimusnahkan karena dikhawatirkan bisa menular.

"Hewan ternak yang terkena Brucellosis ini dagingnya bisa dikonsumsi, namun organnya harus segera dimusnahkan, jika tidak bisa menular kepada manusia. Jika pada pria bisa menyebabkan kemandulan dan of wanita bisa keguguran," ujarnya.

Penulis : Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Diskes Pekanbaru Adakan FPD untuk Sinergitas Pembahasan APBD
  • MTQ XIII Pusako Dibuka, Jamaluddin: Musabaqah Ajang Seleksi Qari dan Qariah Terbaik
  • Penerima PKH Rohil Capai Angka 20 Ribu, Dinsos Akan Update Data Tiap 3 Bulan
  • Suzuki Club Reaksi Cepat, Terjang Banjir untuk Evakuasi Korban Banjir Jakarta
  • Puluhan Ribu KIA Sudah Diterbitkan Disdukcapil Rohil
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved