Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

18:35 - 1.587 TKI Kepulauan Merant...
22:01 - DPD PPNI Kepulauan Merant...
21:37 - Baznas Meranti Tangkal Pen...
20:32 - Pertemuan Tiga Kabupaten, ...
15:47 - Disapu Angin Puting Beliun...
18:13 - Dampak Virus Corona, Pemka...
16:15 - Minta Masker hingga Memara...
22:01 - Imbas Corona, Paket Pekerj...
20:17 - Datangi KSOP, Masyarakat M...
11:08 - Hentikan 'Pembuangan' TKI ...
19:30 - Telantarkan TKI, Bupati Ir...
17:52 - Cegah Corona, DPW FPI Kepu...
12:34 - Cegah COVID-19, Sahabat MT...
11:46 - Disdikbud Kepulauan Merant...
11:21 - Sebanyak 123 TKI dari Mala...
05:35 - IPMK2M Bagi-bagi Masker pa...
21:24 - Akibat Corona, Pengantin d...
21:56 - Wakil Bupati dan Kapolres ...
14:10 - 1.642 Warga Kepulauan Mera...
11:20 - Satu Pasien Suspect Corona...
21:23 - Antisipasi Corona, Pemcam ...
06:18 - Hindari Corona, Polres Mer...
05:59 - Akhirnya Tradisi Ritual Ch...
16:18 - Banyak Warga Kepulauan Mer...
15:35 - Cegah Corona, Karang Taru...
15:08 - Terima Anak Sekolah Main, ...
17:58 - Satpol PP Meranti Hentikan...
19:59 - Gelar Patroli, Satpol PP K...
19:08 - Tangani Penyebaran Corona,...
18:05 - Cegah Corona, Bupati Meran...
16:14 - Cegah Corona, Bupati Kepul...
15:03 - Said Hasyim Rencanakan Hot...
19:31 - Idap Tumor Otak, Bocah 6 T...
15:59 - Suspect Corona, Satu Lagi ...
19:14 - Kepulauan Meranti Tetapkan...
10:30 - Antisipasi Virus Corona, R...
18:59 - Said Hasyim Berharap Sagu ...
16:51 - Belum Genap Setahun Terima...
06:11 - Antisipasi Corona, Seluruh...
21:56 - Suspect Corona, Kepala Des...
06:08 - Bupati Kampar Ajak Alumi I...
16:38 - Baru Pulang dari Malaysia,...
13:52 - Warga Tak Bisa Rekam e KTP...
13:41 - Selama Seminggu Pemcam Tas...
10:09 - Karhutla di Pulau Rangsang...
21:00 - Sukses di Rantau, Kini Saa...
13:55 - Kepergok Buang Sampah Semb...
22:13 - PPL Pertanian Tebingtinggi...
21:24 - Jemput Bola Ekraf, Dispar ...
20:30 - Warga Teluk Buntal Kepulau...
 
Sama- sama Kecolongan Soal Buah Ilegal, Beacukai dan Barantan Selatpanjang Saling Tuding
Selasa, 21/01/2020 - 18:49:41 WIB

SELATPANJANG - Sejumlah buah asal Malaysia untuk kebutuhan Imlek terlihat mulai dijual bebas di beberapa tempat di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. 

Terkait telah beredarnya buah-buah tersebut di Kepulauan Meranti sebelumnya Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan) Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang  merasa kecolongan.

"Kata Beacukai ada surat masuk tentang dispensasi masuknya buah untuk kebutuhan Imlek. Tapi di kami kok tak ada," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang, Drh Abdul Aziz Nasution saat dikonfirmasi Senin (20/1/2020).

Menanggapi hal tersebut Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang Agus Supriyanto mengatakan bahwa tudingan tersebut tidaklah benar. Hal tersebut dikatakan Agus tidak lebih hanya sebuah opini.

"Saya pribadi belum melihat. Ini opini-opini publik, karena faktanya sama saya belum ada," ujar Agus saat di temui di kantornya Selasa (21/1/2020).

Dikatakan Agus pihak Balai Karantina seharusnya melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada Bea Cukai untuk memastikan hal tersebut. 

"Yang pasti kepada saya pribadi belum ada, entah komunikasi ke Bengkalis saya juga kurang tahu. Seharusnya komunikasi dan sinergi kalau memang mereka khawatir terkait hal ini," ujar Agus.

Dikatakan Agus untuk memasukkan barang dari luar negeri harus memiliki izin dari pemerintah pusat. Walaupun dikatakan Agus pihak Pemkab Kepulauan Meranti sudah mencoba untuk mengurus izin ke pemerintah pusat untuk memasukkan barang dari luar negeri khusus hanya untuk perayaan hari besar.

"Tapi sampai sekarang kita belum melihat jawaban tersebut. Kemarin juga sudah ada yang menanya prosedur, silahkan lakukan pemasukan sepanjang sudah ada izinnya," ujar Agus.

Dikatakan Agus pihaknya tetap akan melakukan penegahan bila barang dari luar negeri baik makanan dan minuman yang masuk tidak memiliki izin. "Kalau kita temukan ada pasti kita tegah, kita teruskan ke karantina untuk buah, sedangkan untuk minuman itu kita teruskan ke badan POM," ujar Agus.

Saat ditanya apakah merasa kecolongan dengan barang luar negri yang masuk di Kepulauan Meranti dan beredar di pasar, Agus mengatakan bahwa tugas tersebut tidak semata-mata menjadi tugas dari pihak Bea dan Cukai.

"Kita di sini ada banyak, ada AL, ada Polair dan ada kami, inikan harusnya kita sinergi. Kita tidak mungkin menguasai satu Meranti ini," kata Agus.

Agus tidak memungkiri bahwa pihaknya cukup terbatas untuk melakukan pengawasan. "Kita akui sendiri kekuatan kita di sini juga istilahnya tidak sebanyak kantor-kantor lain, kalau disini kita ada kekuatan 10 pegawai termasuk saya, 10 pegawai ini termasuk melakukan tugas pelayanan dan pengawasan," ujar Agus.

Dirinya juga mengatakan pihak Balai Karantina juga seharusnya bisa menjadi barisan terdepan untuk mengawasi peredaran bahan-bahan makanan. "Karena yang harusnya lebih action duluan kan beliau (Balai Karantina), karena kekhawatiran barang makanan seperti jeruk itu terkontaminasi bakteri, virus itu masih ada," ujar Agus.

Agus mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa melakukan penindakan selama status barang adalah Barang Kena Cukai (BKC). "Kalau BKC itu ada bahan tembakau, bahan mengandung metil alkohol yang sering disebut minuman keras, yang ketiga Etil Alkohol," ujar Agus.

Agus juga menambahkan pihaknya tidak bisa melakukan penindakan apabila barang seperti bahan makanan dari luar negeri seperti Malaysia yang masuk secara ilegal di Kepulauan Meranti sudah beredar di pasar. 

"Kami gak punya kewenangan, kalau sudah di minimarket dia sudah gak bisa. Tapi kalau di masuk dari Tanjung Harapan (Pelabuhan) baru bisa kita lakukan, kita mematikan hak-hak negara atas barang ini dipenuhi," pungkas Agus. 

Penulis: Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Imbas Corona, Unri Perpanjang Jadwal Pendaftaran PBUD dan PBM 2020
  • Tingkat Okupansi Hotel Anjlok di Riau akibat Corona
  • Gara-gara Covid-19, Lapas Klas II B Pasir Pangaraian Bebaskan 109 Napi
  • Pemuda Garut PDP Corona yang Sempat Kabur dari Rumah Sakit Akhirnya Meninggal Dunia
  • Masih Ingat Syekh Puji? Kini Dipolisikan karena Diduga Nikahi Bocah 7 Tahun
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved