Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

15:47 - Disapu Angin Puting Beliun...
18:13 - Dampak Virus Corona, Pemka...
16:15 - Minta Masker hingga Memara...
22:01 - Imbas Corona, Paket Pekerj...
20:17 - Datangi KSOP, Masyarakat M...
11:08 - Hentikan 'Pembuangan' TKI ...
19:30 - Telantarkan TKI, Bupati Ir...
17:52 - Cegah Corona, DPW FPI Kepu...
12:34 - Cegah COVID-19, Sahabat MT...
11:46 - Disdikbud Kepulauan Merant...
11:21 - Sebanyak 123 TKI dari Mala...
05:35 - IPMK2M Bagi-bagi Masker pa...
21:24 - Akibat Corona, Pengantin d...
21:56 - Wakil Bupati dan Kapolres ...
14:10 - 1.642 Warga Kepulauan Mera...
11:20 - Satu Pasien Suspect Corona...
21:23 - Antisipasi Corona, Pemcam ...
06:18 - Hindari Corona, Polres Mer...
05:59 - Akhirnya Tradisi Ritual Ch...
16:18 - Banyak Warga Kepulauan Mer...
15:35 - Cegah Corona, Karang Taru...
15:08 - Terima Anak Sekolah Main, ...
17:58 - Satpol PP Meranti Hentikan...
19:59 - Gelar Patroli, Satpol PP K...
19:08 - Tangani Penyebaran Corona,...
18:05 - Cegah Corona, Bupati Meran...
16:14 - Cegah Corona, Bupati Kepul...
15:03 - Said Hasyim Rencanakan Hot...
19:31 - Idap Tumor Otak, Bocah 6 T...
15:59 - Suspect Corona, Satu Lagi ...
19:14 - Kepulauan Meranti Tetapkan...
10:30 - Antisipasi Virus Corona, R...
18:59 - Said Hasyim Berharap Sagu ...
16:51 - Belum Genap Setahun Terima...
06:11 - Antisipasi Corona, Seluruh...
21:56 - Suspect Corona, Kepala Des...
06:08 - Bupati Kampar Ajak Alumi I...
16:38 - Baru Pulang dari Malaysia,...
13:52 - Warga Tak Bisa Rekam e KTP...
13:41 - Selama Seminggu Pemcam Tas...
10:09 - Karhutla di Pulau Rangsang...
21:00 - Sukses di Rantau, Kini Saa...
13:55 - Kepergok Buang Sampah Semb...
22:13 - PPL Pertanian Tebingtinggi...
21:24 - Jemput Bola Ekraf, Dispar ...
20:30 - Warga Teluk Buntal Kepulau...
17:09 - Satpol PP Meranti Minta Se...
20:25 - Satpol PP Meranti Cek Lega...
18:20 - Tak Punya IMB dan Tabrak G...
11:35 - BPPRD Meranti Mulai Pasang...
 
Kepala Satpol PP Meranti Minta PT GSI Bongkar Pagar Kantornya
Senin, 13/01/2020 - 17:19:22 WIB

SELATPANJANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti meminta kepada subkontraktor perusahan minyak EMP Malacca Strait SA yakni PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) yang berkantor di Jalan Pelajar Alah Air, Selatpanjang untuk membongkar pagar kantornya, Senin (13/1/2020).

Permintaan pembongkaran tersebut dikarenakan pagar itu dinilai telah menyalahi aturan yang berlaku di Kepulauan Meranti, dan pagar yang terbuat dari seng itu juga diketahui melanggar batas garis sepadan bangunan (GSB).

Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi SE, M.Si didampingi sekretaris Satpol PP, M Nasir, dan Kepala Bidang Operasi Wira Gusfian yang datang ke lokasi juga meminta kepada perusahaan tersebut untuk menunjukkan surat domisili, namun pihak perusahaan tidak bisa menunjukkan surat yang diminta dan berkilah telah mengantongi izin dari kepala desa setempat.

"Sebelum saya tanyakan surat yang lain, saya minta kepada perusahaan untuk membongkar pagar ini, karena telah menyalahi aturan. Gara-gara pagar ini nanti bangunan yang lain juga bisa ikut nanti," kata Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi.

"Saya tidak menyalahi bangunannya, tapi bangunan pagar ini yang saya salahkan. Bagi saya negosiasi terhadap yang melanggar aturan seperti ini tidak ada," kata Helfandi lagi.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Kepulauan Meranti tidak mempersulit terhadap perusahaan yang akan berinvestasi, namun aturan yang berlaku hendaknya dipatuhi.

"Pada prinsipnya kami tidak menghalangi perusahaan yang ingin berinvestasi, namun aturan yang ada haruslah dipatuhi. Secepatnya ini diselesaikan dan tidak ada masalah," ujar mantan Camat Tebingtinggi ini.

Ketika ditanyakan apa kegunaan pagar seng yang mengelilingi Ruko itu, pihak PT GSI yang diwakili koordinator Humas, Gustam mengatakan bahwa pagar itu untuk melindungi kendaraan operasional dan kenyamanan karyawan dalam bekerja.

"Kerja kami kan mengolah data, jadi kami butuh kenyamanan dalam bekerja jadi pagar ini fungsinya agar untuk kenyamanan saja. Terkait hal itu nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut," kata Gustam.

Lebih lanjut Gustam mengatakan bahwa keberadaan perusahaannya di Kepulauan Meranti hanya enam bulan saja, hal itu setelah data seismik yang mereka olah sudah bisa dilakukan tindak lanjut.

Kegiatan survey seismik merupakan salah satu kegiatan eksplorasi untuk mengambil data bawah permukaan dengan menggunakan sumber getar dan alat perekam khusus. Survey seismik ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan eksplorasi migas sebelum dipergunakan untuk melihat potensi migas yang ada di areal kerja EMP Malacca Strait.

"Keberadaan kami di sini hanya sekitar enam bulan saja. Kegiatan kami adalah untuk mencari sumber minyak yang ada di Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Tebingtinggi Timur," kata Gustam.

Penulis : Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Usir Penyebaran COVID 19, Seribuan Warga Sialang Jaya dan RTB Gelar Pawai "Ratik Tulak Baluw"
  • Selain APD, Legislatif Pekanbaru Minta Pemerintah Perhatikan Gizi Tenaga Medis
  • Ini Catatan Legislatif yang Harus Dilakuka Pemko Pekanbaru Jika Terapkan Lockdown
  • Lagi, 64 TKI Dipulangkan dari Malaysia Melalui Dumai
  • Teknologi Hybrid, Dispenser Masa Kini untuk Tangkal Penyakit
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved