Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

21:20 - Bupati Irwan Terima SK Per...
20:39 - Gara-gara Warganya Ditangk...
15:02 - Senunggang, Kapal Patroli ...
13:24 - Terpilih Aklamasi, Syamsid...
18:59 - Baru Saja Dimusnahkan, Bar...
17:15 - Dikhawatirkan Bawa Hama Pe...
16:27 - Bersama SKK Migas, PWI Mer...
15:59 - Pers Sangat Berperan Cipta...
09:59 - Hari Ini, PWI Kepulauan Me...
19:52 - Kapolres Meranti Pantau Ka...
10:04 - Kepulauan Meranti Kabupate...
20:23 - Dinas Pendidikan Meranti P...
10:08 - Kepulauan Meranti Jadi Kaw...
20:54 - Merusak Lingkungan, Izin K...
19:03 - Penanganan Stunting di Kep...
20:44 - Pemkab Kepulauan Meranti B...
15:44 - Said Hasyim Intruksikan Ev...
17:26 - SKD CPNS Kepulauan Meranti...
20:02 - Sri Mulyani Anom Jabat Kas...
10:16 - Awali Karir Sebagai Teli P...
17:33 - Baru Datang, Lima Peserta ...
11:36 - Mahmuzin Taher Barbagi Kun...
11:35 - Listrik Mati Dua Kali, Pel...
19:01 - Hari Pertama Tes SKD, Diik...
20:17 - Pelabuhan Sungai Tohor Dit...
16:39 - Bantu Pemasaran Produk Sag...
15:46 - Ratusan Kotak Buah Ilegal ...
09:14 - Said Hasyim Tabur 100 Ribu...
20:32 - Usulan Pemekaran Ditolak, ...
17:37 - PT NSP Tunggak Pajak Non P...
16:39 - Ada Voucher Booking Prosti...
12:00 - Menang Voting, Rudi Tanjun...
16:12 - Heboh, Siswa di Selatpanja...
09:09 - Pertanyakan Alokasi Anggar...
20:18 - Aqila, Bayi di Kepulauan M...
17:59 - Cabrutan Naik Kelas Menjad...
14:43 - Sempat Disegel, Wisma King...
15:56 - Bagian Kesra Pemkab Merant...
14:00 - LAMR Kepulauan Meranti Rek...
20:07 - Pemkab Kepulauan Meranti a...
17:49 - Repu Sagu Terangkat ke Per...
20:14 - Festival Perang Air 2020, ...
19:35 - Antisipasi Corona Masuk ke...
12:36 - Resmi Dikukuhkan, Zulfan N...
11:37 - Kadisparpora Meranti: Jika...
13:24 - Waspada Virus Corona, Disk...
22:23 - Meranti Night Carnival Diw...
15:08 - Selain Terlantar, Kapal In...
13:56 - Sapi di Meranti Positif Br...
20:24 - Jabatan Plh Sekda akan Ber...
 
Ngopi di Warung Saat Jam Kerja, 13 ASN dan Honorer Meranti Terjaring Razia Satpol PP
Senin, 13/01/2020 - 11:43:52 WIB
Satpol PP Meranti saat merazia ASN yang ngopi saat jam kerja.
Satpol PP Meranti saat merazia ASN yang ngopi saat jam kerja.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti merazia Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang sedang bersantai di warung kopi saat jam kerja, Senin (13/1/2020).

Petugas yang terdiri dari satu pleton dan dibagi dengan dua tim ini tiba dengan satu mobil pick up dan beberapa sepeda motor. Begitu mereka turun dari mobil, sebagian ASN dan honorer tampak bingung dan kaget ketika didata.

Adapun warung kopi yang menjadi sasaran petugas di antaranya kedai kopi yang berada di Jalan Ahmad Yani, Tebingtinggi, Imam Bonjol, Tengku Umar dan di Jalan Pelajar Alah Air.

Razia ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi SE, MSi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Alizar didampingi Sekretaris Satpol PP M Nasir, Kepala Bidang Operasi Wira Gusfian, Kepala Bidang Informasi Kepegawaian (Inka), Said Solahuddin, Kepala Bidang Pengembangan Pembinaan dan Kinerja Aparatur, H Haramaini dan beberapa pegawai BKD lainnya.

Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti Helfandi SE, MSi mengatakan, razia dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

"Jam ngopinya tak lazim, jika dari pukul 8 sampai dengan pukul 9 masih bisa kita berikan toleransi, namun jika sampai siang kinerja bisa terganggu. Kita ini melayani masyarakat, jika hanya duduk di kedai kopi terus bagaimana kita mau melayani masyarakat, apalagi saat ini pegawai honorer menjadi sorotan," kata Helfandi.

Dikatakan Helfandi, razia ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang resah melihat para pegawai yang santai  di kedai kopi pada saat jam kerja.

"Kita bergerak ini atas dasar laporan masyarakat yang resah dengan para pegawai yang santai di saat jam kerja, makanya kita berkoordinasi dengan BKD dan mengambil langkah tindak lanjut," ujarnya.

Selain itu kata Helfandi, razia ini merupakan langkah awal untuk mengingatkan para ASN dan honorer sehingga ada efek jera.

"Ini langkah awal untuk mengingatkan ASN dan honorer agar ada efek jera yang selanjutnya untuk ditindaklanjuti sesuai UU dan peraturan yang berlaku. Selain itu, ini memang rutin karena tugas kami menegakkan peraturan bupati," katanya lagi.

Saat melakukan penyisiran, petugas hanya mendapati delapan ASN dan tiga pegawai honorer. Helfandi tidak menampik jika razia yang dilakukan ini bocor, namun dia sudah mengantisipasi dari internalnya dengan mengumpulkan telepon selular seluruh anggotanya.

"Saya tidak menampik razia ini bocor, namun kita sudah melakukan antisipasi dari internal kita jika ada yang coba membocorkan ini dengan mengumpulkan semua handphone para anggota, tapi kita tidak tahu di luar sana seperti apa," ucap Helfandi.

Dia menyebutkan, PNS dan honorer yang terjaring razia di warung kopi akan didata nama dan instansinya. Setelah itu, akan diberi pembinaan.

“Jika pada razia berikutnya masih ditemukan orang yang sama, akan diberi sanksi sesuai aturan Pegawai Negeri Sipil. Hari ini masih tahap pembinaan dulu,” katanya.

"Pegawai yang santai di warung kopi juga akan diberi surat peringatan tertulis. Selain itu jika ada tugas di luar ke ibukota kabupaten harus ada SPT, kedepannya kami minta BKD bisa menyurati dinas terkait," katanya lagi.

Diharapkan kedepan tidak ada lagi pegawai santai di warung kopi pada jam kerja.

“Kalau mau ngopi kan bisa ketika jam istirahat atau sepulang kantor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Alizar mengatakan akan mengevaluasi pegawai yang kedapatan santai di warung kopi itu dan melaporkannya kepada Kepala OPD bersangkutan dan Bupati.

"Khusus ASN kami evaluasi dan melaporkannya ke pimpinan, kalau bisa dimutasikan karena mereka itu pengayom jadi tidak mendidik jika minum di warung pada saat jam kerja, dan untuk honorer akan dilaporkan ke Kepala OPD bersangkutan dan saran kami jangan dilanjutkan kontrak kerjanya," kata Alizar.

Kedepannya, Alizar mengatakan akan melakukan razia secara diam-diam dan mengeksposnya ke media.

"Kedepan kami razia tidak pakai dinas, jadi kayak intel kemudian kami ekspose di media para pegawai yang kedapatan keluyuran pada saat jam kerja," ungkapnya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pasangan SELFI Batal Daftar Lewat Jalur Independen Pilkada Kepulauan Meranti
  • Pemko Pekanbaru Pastikan Formasi CPNS yang Tak Terisi Pelamar Dibiarkan Kosong
  • Phobia Kuman, Trump Marah Warga AS Terinfeksi Virus Corona Dipulangkan
  • Kepala Desa Inuman Sampaikan Kebutuhan Rumah Layah Huni dan Irigasi ke Sukarmis
  • Korban Jiwa Akibat Virus Corona Capai 2.461
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved