Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

10:08 - Kepulauan Meranti Jadi Kaw...
20:54 - Merusak Lingkungan, Izin K...
19:03 - Penanganan Stunting di Kep...
20:44 - Pemkab Kepulauan Meranti B...
15:44 - Said Hasyim Intruksikan Ev...
17:26 - SKD CPNS Kepulauan Meranti...
20:02 - Sri Mulyani Anom Jabat Kas...
10:16 - Awali Karir Sebagai Teli P...
17:33 - Baru Datang, Lima Peserta ...
11:36 - Mahmuzin Taher Barbagi Kun...
11:35 - Listrik Mati Dua Kali, Pel...
19:01 - Hari Pertama Tes SKD, Diik...
20:17 - Pelabuhan Sungai Tohor Dit...
16:39 - Bantu Pemasaran Produk Sag...
15:46 - Ratusan Kotak Buah Ilegal ...
09:14 - Said Hasyim Tabur 100 Ribu...
20:32 - Usulan Pemekaran Ditolak, ...
17:37 - PT NSP Tunggak Pajak Non P...
16:39 - Ada Voucher Booking Prosti...
12:00 - Menang Voting, Rudi Tanjun...
16:12 - Heboh, Siswa di Selatpanja...
09:09 - Pertanyakan Alokasi Anggar...
20:18 - Aqila, Bayi di Kepulauan M...
17:59 - Cabrutan Naik Kelas Menjad...
14:43 - Sempat Disegel, Wisma King...
15:56 - Bagian Kesra Pemkab Merant...
14:00 - LAMR Kepulauan Meranti Rek...
20:07 - Pemkab Kepulauan Meranti a...
17:49 - Repu Sagu Terangkat ke Per...
20:14 - Festival Perang Air 2020, ...
19:35 - Antisipasi Corona Masuk ke...
12:36 - Resmi Dikukuhkan, Zulfan N...
11:37 - Kadisparpora Meranti: Jika...
13:24 - Waspada Virus Corona, Disk...
22:23 - Meranti Night Carnival Diw...
15:08 - Selain Terlantar, Kapal In...
13:56 - Sapi di Meranti Positif Br...
20:24 - Jabatan Plh Sekda akan Ber...
18:49 - Sama- sama Kecolongan Soal...
18:23 - Masyarakat Resah, Buaya di...
15:12 - Jelang Imlek, Jeruk Asal M...
14:50 - Antisipasi Karhutla, Kapol...
21:06 - Mahasiswa Meranti Mengguga...
20:10 - Ucapkan Kalimat Syahadat, ...
17:39 - Bupati Meranti: Pejabat No...
14:55 - Bupati Irwan Nasir Sebut P...
14:06 - Serahkan DPA Tahun 2020, B...
17:19 - Kepala Satpol PP Meranti M...
11:43 - Ngopi di Warung Saat Jam K...
19:38 - Selamatkan KM Banawa Nusan...
 
Meski Tak Dianggap, Anak Suku Akit Dusun Bandaraya Ikut Meriahkan Hari Jadi Meranti
Sabtu, 21/12/2019 - 05:56:12 WIB
Penampilan Anak Suku Akit saat memeriahkan HUT ke-11 Kepulauan Meranti.
Penampilan Anak Suku Akit saat memeriahkan HUT ke-11 Kepulauan Meranti.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Tidak Dianggap. Begitulah anggapan yang disematkan kepada anak- anak Suku Akit di Dusun Bandaraya Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir. 

Bagaimana tidak, mereka yang belajar di SDN 12 Sokop Lokal Jauh ini seperti tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah. Selain infrastruktur jalan di dusun itu tidak memadai, sarana dan prasarana pendidikan di dusun yang ditempati mayoritas Suku Akit itu tampak sangat menyedihkan.

Hanya semangat belajar yang tinggi dan adanya guru yang begitu ikhlas membagi ilmu kepada siswanya yang tinggal di sana, akhirnya bantuan pun datang.

Namun bantuan itu bukan datang dari pemerintah setempat, melainkan dari organisasi dari luar seperti yayasan dan Dompet Duafa.

Sekolah Lokal Jauh ini terdiri dari 5 ruangan semi permanen yang dilengkapi meja, kursi bantuan dari pihak luar dan warga setempat.

Disini hanya ada satu guru yang berstatus PNS, dia adalah Riyati. Dia lolos seleksi K-II. Riyati yang berasal dari Desa Tebun akhirnya pindah ke Desa Sokop dengan nota dinas pendidikan Kepulauan Meranti, Riyati kini menetap di dusun Bandaraya bersama suami dan anaknya.

Riyati dibantu oleh tiga orang guru honorer, terkadang mereka juga mendapat bantuan tenaga pengajar dan konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia untuk mendampingi sekolahnya melalui Program Dompet Dhuafa.

Pada hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-11 tahun, anak- anak Suku Akit yang mengenyam pendidikan di sekolah ini ikut berkontribusi memeriahkan. Tidak seperti anak sekolah lainnya, mereka tampil bermain drama di panggung di halaman Kantor bupati dengan penuh suka cita.

Anggi Renaldy mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan Miqdat dari jurusan Kelautan Institut Pertanian Bogor yang meraih program beasiswa Bina Nusantara Dompet Duafa mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari tenaga pendidik bagi anak Suku Akit di Dusun Bandaraya.

"Hari ini mereka tampil disini untuk merayakan HUT Kepulauan Meranti. Itu artinya pendidikan masih menyala, pendidikan masih sangat dihargai dan anak Bandaraya bisa berkontribusi walaupun mereka berada jauh dari pelosok desa," kata Anggi Renaldy.

Lebih lanjut diceritakan Anggi, dirinya merasa sedih ketika menginjak kaki pertama kalinya di tanah Dusun Bandaraya dan melihat infrastruktur pendidikan yang jauh dari kata layak.

"Saya yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa sudah sangat bersyukur ketika melihat keadaan di sini, infrastrukturnya kurang dan tidak memadai dan untung saja anak- anak punya semangat tinggi untuk belajar," ujar Anggi.

Dikatakan, ketika hari mendung tiba, kondisi kelas sangat gelap karena tidak adanya lampu penerangan.

"Kalau hari mendung, ruangan kelas menjadi gelap dan tidak bisa mengajar, karena di sini belum terkoneksi jaringan listrik begitu juga dengan rumah warga yang hanya mengandalkan mesin genset," kata Anggi.

Selain masalah infrastruktur, masalah lainnya adalah kurangnya tenaga pendidik, dimana satu guru bisa mengajar dua kelas.

Mahasiswa ITB ini punya harapan kepada pemerintah daerah agar infrastruktur pendidikan di dusun ini segera diperbaiki demi menjamin masa depan anak bangsa.

"Harapan kami kepada pemerintah daerah agar pembangunan sektor pendidikan menjangkau wilayah seperti ini. Tinggal infrastruktur saja, kalau untuk tenaga pendidik dan volunteer sering diarahkan kesini," ungkapnya.

Saat ini, relawan dari Dompet Duafa ini sedang menggalang donasi untuk lembaga pendidikan tersebut melalui paltform Kita bisa.com/ Pelita Ilmu Sagu.

Sementara itu, Riyati yang menjadi pencetus sekolah lokal jauh itu mengatakan jika dirinya tidak mau berharap banyak lagi terhadap Dinas Pendidikan. Menurutnya sudah berulang kali mengajukan bantuan melalui proposal, namun demikian belum pernah ditanggapi.

"Sudah banyak kali kirim proposal, tapi belum ada tanggapan," ujarnya.

Terhadap penampilan 23 orang siswa sekolah tersebut untuk memeriahkan hari jadi kabupaten, mereka kembali dihadapkan dengan tidak adanya kepedulian pemerintah ataupun dinas terkait untuk melihat aksi mereka. 

Dimana saat tampil, tidak ada satu orang pun pejabat yang menyaksikan mereka mementaskan kejadian sesungguhnya yang mereka alami setiap harinya. Hal ini pun terlihat bertambah menyedihkan ketika mereka hanya bertepuk tangan satu sama lain ketika pementasan berakhir, tanpa diikuti oleh penonton lain.

 "Jarang-jarang mereka kemari, pas peforma malah tak ada yang nonton terutama pejabat, padahal waktunya sudah diatur sedemikian rupa," cetus Riyati. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Laudya Cynthia Bella Hapus Semua Foto Suaminya di Instagram, Tak Ada yang Abadi
  • Kepulauan Meranti Jadi Kawasan Pengembangan Budidaya Kakap Putih Nasional
  • 90 Kasus Pencurian Minyak di 2019, Kapolda Riau: 85 Orang Jadi Tersangka
  • Perangi Corona, China Mobilisasi Massa Pakai Gaya Mao
  • Daerah-daerah Ini Alami Pemadaman Listrik Bergilir Hari Ini dan Besok
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved