Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

20:57 - Seluruh Galangan Kapal Kay...
07:27 - PKK Serang Maluku Belajar ...
19:34 - Terbentuk di Meranti, HNSI...
16:14 - Kas Kosong, Pemkab Kepulau...
13:56 - Tiang Listrik Tumbang ke J...
10:09 - IPRPS Kelurahan Selatpanja...
16:11 - Rumah Kreatif BUMN Dorong ...
16:51 - Gelar Diskusi, IPMM Jakart...
19:20 - PPL Desa Mekar Sari Olah R...
14:34 - Anggaran Perjalanan Dinas ...
17:03 - Meranti Terima 200 Unit RT...
06:07 - Akibat Kurang Gizi, 1.170 ...
20:42 - Pemkab Kepulauan Meranti A...
19:39 - Kepulauan Meranti Mundur L...
05:50 - Pengelolaan Seluruh Puskes...
19:31 - Berpeluang Menang, DPD PAN...
18:01 - Over Kapasitas, Wagubri Pr...
05:30 - Kepala Desa di Kepulauan M...
18:21 - Sepanjang 2019, DBD Mening...
13:37 - KPU Meranti Luncurkan 'Si ...
14:38 - Tingkatkan Pendapatan Sekt...
17:29 - Kafilah Meranti Berhasil M...
17:46 - Jelang Penutupan, Pelamar ...
15:26 - Bupati Meranti Harapkan Ma...
12:37 - Pelabuhan Roro Insit Bakal...
15:33 - Bupati Meranti Larang OPD ...
11:25 - Abrasi di Pulau Rangsang M...
22:18 - Sudah Ketok Palu, APBD Kep...
13:46 - Tidak Miliki IMB dan Langg...
21:00 - Jalan Pramuka Tergenang Ai...
17:44 - Diresmikan, Ekowisata Mang...
17:40 - Disdagprinkop-UKM Kepulaua...
16:23 - Kelabui Petugas, Wisma Kin...
19:41 - Kabar Gembira, Pemkab Mera...
18:21 - Ada Perbedaan IPK pada Tes...
15:20 - 44 Desa di Meranti Teranca...
18:01 - Batal Hari Ini, Pendaftara...
14:57 - Perda Tibum Disahkan, Satp...
12:52 - Sempena HUT XI Kepulauan M...
15:07 - OJK Riau Dorong Petani dan...
18:49 - Sagu akan Jadi Menu Altern...
09:01 - Tunggakan BPJS Kesehatan d...
15:16 - Warga Dusun Manggis Desa B...
21:23 - Naik 8,51 Persen, UMK Mera...
20:14 - Moratorium Gambut Dinilai ...
19:47 - Sempat Dirawat di RSUD, Bo...
21:01 - Pasangan Terindikasi Mesum...
16:18 - Satpol PP Meranti Amankan ...
19:04 - Sempat Kisruh, Zuriyadi Fa...
21:35 - Satpol PP Meranti Razia Pe...
 
Sepanjang 2019, DBD Meningkat Drastis di Meranti, KLB Belum Bisa Ditetapkan
Senin, 02/12/2019 - 18:21:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:

SELATPANJANG - Jumlah pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kepulauan Meranti meningkat drastis. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, hingga 1 Desember 2019, kasus DBD telah mencapai 105 orang. 

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kepulauan Meranti Muhammad Fahri saat ditemui di kantornya Senin (2/12/2019) mengatakan bahwa lokasi yang paling terdampak di Kepulauan Meranti berada di Selatpanjang dan Alah Air.

"Itu adalah daerah endemis, yang dengan kata lain paling terdampak terhadap DBD," ujar Fahri.

Secara umum dikatakan Fahri terjadi peningkatan signifikan terhadap jumlah DBD tahun ini dari tahun kemarin. "Pada tahun lalu itu 50 sekian kasus, dan saat ini memang terlihat itu meningkat drastis," ujar Fahri.

Walaupun demikian Fahri mengatakan, kendati jumlahnya meningkat drastis namun belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah penderita DBD masih menyebar dan tidak meningkat secara signifikan di satu lokasi.

"Jumlah tersebut masih di bawah indeks rasio, kenapa tidak dijadikan KLB, karena tidak satu lokasi, jadi penyebarannya masih merata di Meranti," ujar Fahri.

Untuk menentukan KLB sendiri dikatakan Fahri bila terjadi peningkatan signifikan di satu lokasi. "Misalnya di satu dusun, ukurannya bila itu meningkat sekitar tiga sampai empat kali," ujar Fahri.

Fahri juga menjelaskan bahwa terjadinya peningkatan kasus dari tahun sebelumnya karena pengaruh cuaca.

"Kita saat ini masuk pada siklus tiga tahunan, dimana kemarau panjang terjadi dari April sampai September," ujar Fahri.

Dirinya mengatakan saat tidak ada air, telur nyamuk bisa bertahan hingga 6 bulan, dimana mulai bulan Oktober hingga seterusnya telur nyamuk itu mulai menetas karena mulai datang hujan.

"Pada bulan Oktober telur nyamuk  kena air dan menetas," tutur Fahri.

Fahri mengatakan bahwa sepanjang tahun ini proses penyebaran bubuk abate dan fooging kerap dilakukan. Walaupun hal tersebut dikatakannya tidak bisa menjamin bahwa penyebaran nyamuk penyebar DBD bisa dituntaskan.

"Foging itu untuk membunuh nyamuk dewasa, itu juga tidak bisa kita pastikan apakah langsung mati," ujar Fahri.

Untuk pembagian bubuk abate pada tahun ini, pihaknya sudah membagikan sebanyak 2 ton sepanjang tahun 2019.

"Pembagiannya sudah 2 ton sejak Januari, jika dihitung kebutuhan seluruh Kepulauan Meranti itu ada 42 ton, untuk itu kita cuma memetakan daerah mana yang endemis," ujarnya lagi 

Melalui hal ini Fahri mengimbau kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih melalui pribadi dan lingkungannya. "Pastikan bahwa tempat kita bersih, lingkungan kita terbebas dari sampah dan selokan-selokan juga. Sekaligus upaya kita lakukan saya yakin ini bisa memutuskan rantai penyebaran nyamuk," pungkasnya.

Sementara itu, RSUD Kepulauan Meranti sudah menampung ratusan pasien DBD. Dari 27-30 November saja sudah 31 pasien yang dirujuk kesana. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ismaryanti Jemput Aspirasi Masyarakat Rokan Baru Pekaitan, Jalan dan Sarana Pendidikan Butuh Perhatian
  • Beri Perhatian Besar, Inhu Meraih Predikat Kabupaten Layak Anak
  • Kasus Sindikat Jual Satwa Liar Terungkap, Aparat Buru Jaringan Internasional
  • Dipusatkan di Rimba Melintang, Cabor Renang Porkab Rohil Diikuti 9 Kecamatan
  • Seluruh Galangan Kapal Kayu di Meranti Ilegal
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved