Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:50 - Butuh Bantuan, Kapolres Ke...
13:57 - BPN Kepulauan Meranti Sera...
10:34 - Sejumlah Kendaraan Dinas P...
10:18 - Pasien Positif Covid-19 ya...
17:23 - Lima Desa di Kepulauan Mer...
13:17 - Kapolres Kepulauan Meranti...
19:48 - Kembangkan Potensi Kopi Li...
12:37 - 18 Usulan Perhutanan Sosia...
18:36 - YFMM Konsisten Tiap Tahun ...
16:40 - Terpantau Satu Hotspot di ...
19:21 - Pasien Positif Kabur dari ...
10:43 - Gawat, Pasien Positif Covi...
16:32 - DKPTPP Kepulauan Meranti P...
14:48 - Polres Meranti Siagakan 96...
21:38 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
14:04 - Kabar Gembira, BLT DD Dipe...
18:52 - Operator dan Penumpang Kap...
12:21 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
16:25 - Mengira SK nya Sudah Kadal...
12:19 - Bansos Tahap II Meranti Su...
19:41 - Biaya Rawat Pasien Positif...
17:24 - Kabel Tower Sutet PLN Putu...
20:30 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
19:49 - Pembayaran BPHTB Terpaksa ...
10:39 - Lezatnya Sempolet Kepulaua...
17:36 - DKPTPP Meranti Periksa Hew...
20:28 - Mesin Rusak, Speed Boat Pe...
19:41 - Akibat Covid-19, Tunjangan...
18:26 - Usulan Bupati Meranti Jadi...
17:11 - Laporan dr Aisyah Bee ke K...
19:47 - Tampung Produksi Sagu Kepu...
13:31 - Di Balik Opini WTP 8 Kali,...
21:13 - Kabupaten Kepulauan Merant...
20:24 - Abrasi di Kepulauan Merant...
19:56 - Gamali Tuntut Janji DPRD K...
17:44 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:43 - Jika Sembako Tidak Disalur...
17:57 - Moratorium Gambut, Masyara...
18:38 - Minta Keadilan Agar Rustam...
18:22 - Pemuda Pulau Merbau Minta ...
16:31 - Atap Dermaga Pelabuhan Sem...
12:16 - Waspadai Karlahut, Camat T...
11:33 - Sakit, Pengawal Pribadi Bu...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
17:19 - Setiap KK Hanya Dijatah 1 ...
 
Diresmikan, Ekowisata Mangrove Desa Banglas Destinasi Wisata Baru Bagi Warga Meranti
Selasa, 19 November 2019 - 17:44:03 WIB
Peresmian wisata hutan mangrove yang berada di Dusun II Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi
Peresmian wisata hutan mangrove yang berada di Dusun II Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi
TERKAIT:

SELATPANJANG - Objek wisata hutan mangrove yang berada di Dusun II Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kepulauan Meranti.

Objek wisata ini secara resmi dibuka oleh bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan bersama Ketua DPRD Propinsi Riau Indra H Gunawan Eet, Selasa (19/11/2019).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, H Yulian Norwis, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIk, Danramil 02 Tebingtinggi, Mayor Inf Irwan, Kasatpol PP Meranti, Helfandi, kepala OPD terkait, Camat Tebingtinggi, Abu Hamid dan Kepala Desa Banglas, Samsurizal.

Objek wisata yang terletak di Desa Banglas ini menawarkan view menarik untuk selfi dan menawarkan pemandangan panorama laut dan hijaunya hutan mangrove.

Bupati Kepulauan mengapresiasi kepala desa dan aparatnya dalam memanfaatkan alam menjadi destinasi wisata.

"Saya atas nama pemerintah daerah memberi penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh yang terlibat dalam pengelolaan tempat wisata. Ini terobosan yang luar biasa, dan suatu kreatifitas yang patut diapresiasi dan ini perlu didukung bersama. Dan ini akan menjadi wisata baru bagi warga Kepulauan Meranti, Kota Selatpanjang khususnya," kata Irwan.

Dikatakan Bupati, alam di Kepulauan Meranti tidak mendukung untuk dibangun sebagai kawasan destinasi wisata, namun dengan kemauan dan kerja keras, maka hal itu bisa dilakukan.

Ketua DPRD Propinsi Riau Indra H Gunawan Eet dalam sambutannya mengatakan untuk saat ini belum bisa menganggarkan tempat pariwisata melalui APBD Propinsi Riau, namun ke depannya dia berjanji akan menganggarkannya.

"Untuk saat ini propinsi belum bisa menganggarkan, karena dalam masa transisi. Namun ke depannya akan saya usahakan untuk wisata mangrove ini dimasukkan dalam penganggaran,"katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Banglas, Samsurizal mengatakan tercetusnya destinasi wisata mengrove ini ketika dia bersama kepala desa lainnya di Kepulauan Meranti melakukan studi banding ke Desa Ponggok, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

"Ide awal tercetusnya ide destinasi wisata mangrove ini ketika saya bersama kepala desa lainnya melakukan studi banding ke Desa Ponggok. Kami yakin dan percaya jika ada kemauan pasti ini bisa berhasil," kata Samsurizal.

Penulis: Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Butuh Bantuan, Kapolres Kepulauan Meranti Jenguk Balita yang Mengidap Jantung Bocor
  • 33 Hotspot Terpantau di Riau, Terbanyak Pelalawan 9 Titik
  • Sebaran 35 Pasien Covid-19 di Riau, Siak Rekor Lagi dengan 13 Kasus, Disusul Kampar 10
  • Ini Tips dari Dokter agar Penyandang Diabetes Tak Terinfeksi Covid-19
  • Bawaslu Riau Nilai Penyelesaian Sengketa Pillada di Inhu Sudah Sesuai Prosedur
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved