Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:23 - Lima Desa di Kepulauan Mer...
13:17 - Kapolres Kepulauan Meranti...
19:48 - Kembangkan Potensi Kopi Li...
12:37 - 18 Usulan Perhutanan Sosia...
18:36 - YFMM Konsisten Tiap Tahun ...
16:40 - Terpantau Satu Hotspot di ...
19:21 - Pasien Positif Kabur dari ...
10:43 - Gawat, Pasien Positif Covi...
16:32 - DKPTPP Kepulauan Meranti P...
14:48 - Polres Meranti Siagakan 96...
21:38 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
14:04 - Kabar Gembira, BLT DD Dipe...
18:52 - Operator dan Penumpang Kap...
12:21 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
16:25 - Mengira SK nya Sudah Kadal...
12:19 - Bansos Tahap II Meranti Su...
19:41 - Biaya Rawat Pasien Positif...
17:24 - Kabel Tower Sutet PLN Putu...
20:30 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
19:49 - Pembayaran BPHTB Terpaksa ...
10:39 - Lezatnya Sempolet Kepulaua...
17:36 - DKPTPP Meranti Periksa Hew...
20:28 - Mesin Rusak, Speed Boat Pe...
19:41 - Akibat Covid-19, Tunjangan...
18:26 - Usulan Bupati Meranti Jadi...
17:11 - Laporan dr Aisyah Bee ke K...
19:47 - Tampung Produksi Sagu Kepu...
13:31 - Di Balik Opini WTP 8 Kali,...
21:13 - Kabupaten Kepulauan Merant...
20:24 - Abrasi di Kepulauan Merant...
19:56 - Gamali Tuntut Janji DPRD K...
17:44 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:43 - Jika Sembako Tidak Disalur...
17:57 - Moratorium Gambut, Masyara...
18:38 - Minta Keadilan Agar Rustam...
18:22 - Pemuda Pulau Merbau Minta ...
16:31 - Atap Dermaga Pelabuhan Sem...
12:16 - Waspadai Karlahut, Camat T...
11:33 - Sakit, Pengawal Pribadi Bu...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
17:19 - Setiap KK Hanya Dijatah 1 ...
15:12 - Petugas Berhasil Padamkan ...
16:32 - Pasca New Normal, Tiket Ka...
09:11 - Kesal Dicopot hingga Meras...
16:27 - Dicopot dari Jabatan Kasi ...
 
Ada Perbedaan IPK pada Tes CPNS, Pemkab Meranti Istimewakan Anak Daerah
Selasa, 12 November 2019 - 18:21:22 WIB

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti akan mengumumkan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Selasa (12/11/2019) malam.

Ada sebanyak 121 formasi yang dibuka, terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 22 orang, tenaga kesehatan 57 orang dan tenaga teknis sebanyak 42 orang.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharuddin mengatakan sebelumnya pengumuman ditunda lantaran masih ada beberapa point pendaftaran yang masih dibahas dan belum diupload.

"Kemarin masih ada sedikit yang belum dilengkapi, jika tidak ada halangan nanti malam kita upload dan sudah bisa diakses," katanya.

Ditambahkan Bakharuddin, untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri Kepulauan Meranti, Bupati juga telah mengambil kebijakan menetapkan IPK minimal bagi pelamar asal Kepulauan Meranti.

"IPK minimal yang disyaratkan bagi pelamar asal Kepulauan Meranti adalah 2,20. Untuk pelamar CPNS dari luar Meranti tapi masih dalam Prvinsi Riau IPK minimal 3,00. Sementara untuk pelamar yang berasal dari luar Kepulauan Meranti dan Provinsi Riau IPK minimal 3,50," ucapnya.

Dikatakan Sekretaris BKD ini, sebelumnya Pemkab Kepulauan Meranti telah melakukan penerimaan CPNS secara bebas terbuka umum, artinya putra-putri dari kabupaten/kota lain bisa mendaftar untuk menjadi pegawai di Kepulauan Meranti

Namun kata dia, faktanya, selama ini dia melihat banyak CPNS yang dinyatakan lulus di daerah ini tidak bertahan lama berkerja di Meranti. Mereka kerap mengajukan surat pemindahan tugas ke daerah lain sehingga berimbas dengan kekurangan tenaga kerja.

“Kita pernah buka bebas, tapi setelah mereka lulus jadi PNS, lalu mengajukan pindah. Makanya kita prioritaskan ke anak daerah dan membuat semacam kebijakan untuk efektivitas kinerja pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Hery Saputra SH mengatakan kebijakan itu bukanlah untuk membeda-bedakan dengan pelamar yang lain, atau adanya diskriminasi terhadap anak- anak bangsa dari luar Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Dengan kebijakan itu kita dapat mengukur. Dengan fasilitas pendidikan kita hari ini dibandingkan dengan luar daerah begitu juga dengan metode belajar tak mungkin mampu bersaing. Jadi kalau mereka di atas rata- rata wajarlah karena fasilitasnya bagus," kata Hery.

Dikatakan Hery, jika ada pelamar dari luar daerah yang ingin mengabdi di Kepulauan Meranti tentunya ada perbaikan kualitas.

"Begitu ada orang luar datang tentu kita menginginkan mutu, jika kualitasnya biasa-biasa saja bagus dia mendaftar di tempat dia. Kebijakan ini juga bukan untuk menjaga jatah, karena semua  memiliki kesempatan yang sama," ujarnya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ahli Epidemiologi Riau Rekomendasikan Beberapa Langkah Penanganan Covid19
  • KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota
  • Bikin Heboh, Beredar Rekaman Sepasang Warga Binaan Bermesraan di Lapas Bangkinang
  • Semester I 2020, Ekspor Riau Naik 6,96 Persen
  • Ayo Buruan, Kuliah di AMIK Selatpanjang Gratis dan Dapat Uang Saku, Kuota Terbatas
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved