www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Vaksinasi I dan II Masih di Bawah 20 Persen, Kadiskes Ingatkan Jangan Takut Divaksin
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
OJK Riau Dorong Petani dan Peternak di Kepulauan Meranti Untuk Dapatkan Asuransi
Sabtu, 09 November 2019 - 15:07:03 WIB
OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti
OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti

SELATPANJANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau bekerjasama dengan Biro Perekonomian Provinsi memberikan kemudahan bagi para peternak dan petani dalam mendapatkan asuransi.

Selain itu OJK terus mendorong program asuransi untuk hasil pertanian dan peternakan. Hal itu guna menjamin produk-produk pertanian apabila terjadi gagal panen, banjir dan diserang hama, serta hewan ternak yang mati sehingga petani dan peternak terhindar dari kerugian.

Untuk itu, OJK mendorong para petani padi dan peternak sapi di Kepulauan Meranti untuk menggunakan produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang ada di perusahaan anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).

Kepala OJK Provinsi Riau, Yusri mengatakan langkah itu sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan di dalam negeri.

"Ini program pemerintah, asuransi nelayan padi dan ternak sapi yang tujuannya memberikan akses kepada mereka untuk mendapatkan jaminan," kata Yusri saat OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Dikatakan, untuk pengurusan ke PT Asuransi Jasa Indonesia, masyarakat tidak perlu mendatangi kantornya, hal ini adalah salah satu bentuk kemudahan pelayanan yang diberikan.

"Untuk kepengurusan asuransi ke Jasindo, masyarakat tidak repot untuk mendatangani kantornya. Kita cukup melakukan pengurusan secara online," ujarnya.

Kedepan diharapkan semakin banyak petani dan peternak yang memanfaatkan program tersebut. Sebab, para petani dan peternak adalah ujung tombak dalam mewujudkan program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah

AUTP memberikan perlindungan dalam bentuk bantuan modal kerja kepada petani apabila terjadi kerusakan pertanian, serangan hama padi yang menyebabkan gagal panen. Sedangkan AUTS adalah program pemberian ganti rugi kepada peternak apabila terjadi kematian pada sapi ternak. ⁣

Untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) skema pembayaran premi untuk  setiap 1 hektar dengan nilai pertanggungan Rp6.000.000, petani cukup membayar Rp36.000 (20%) sedangkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan subsidi sebesar 80% (Rp 144.000).

Sementara program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai bagian dari grand design Asuransi Pertanian. AUTS diluncurkan dengan skema 1 ekor sapi dengan nilai pertanggungan Rp10.000.000, maka peternak hanya membayar Rp 40.000 (20%) sedangkan sisanya sebesar Rp 160.000 (80%) disubsidi Pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

AUTS menjamin pada musim panen jika mengalami kerugian karena iklim yang tidak mendukung. Jadi para petani tetap merasa aman dan dapat terus bertani walau terjadi gagal panen

Tak berbeda, program yang sama juga untuk para peternak sapi, tujuannya untuk memberi keamanan dalam beternak bagi para peternak, jika sewaktu-waktu sapi atau hewan ternaknya mati.

"Petani tak perlu khawatir jika terjadi gagal panen, karena sudah ada asuransi yang akan diberikan. Begitu juga peternak sapi, sebab para peternak dapat memanfaatkan jaminan yang diberikan Asuransi Jasindo bagi sapi mereka. AUTS dan AUTP berbeda dengan nelayan, dimana para nelayan itu preminya 100 persen dibayar oleh pemerintah. Jika dapat musibah ketika melaut akan langsung diberikan santunan," ujarnya.

Tidak hanya mendorong untuk mendapatkan fasilitas asuransi, OJK Provinsi Riau juga berupaya mendorong inklusi dan literasi keuangan di daerah di Bumi Lancang Kuning ini dengan terus mendorong industri keuangan melakukan pembiayaan ke desa-desa. Dari OJK sendiri, akan memberikan kemudahan aturan-aturan supaya lebih kondusif sehingga dapat memberikan kredit mikro lebih banyak kepada masyarakat.

"Dalam meningkatkan inklusi keuangan, kami bersama pemerintah provinsi dan perbankan menetapkan desa sebagai pilot project di setiap kabupaten kota dan menetapkan desa inklusi, hal ini bertujuan agar lebih cepat  proses pengembangan ekonomi di desa tersebut dan mendapat akses yang lebih baik dari perbankan. Dukungan bupati dan OPD diharapkan untuk bisa berkolaborasi mempercepat inklusi keuangan di Kepulauan Meranti," katanya.

Dikatakan juga, tingkat inklusi terhadap jasa keuangan Indonesia masih sangat rendah. Sementara itu industri jasa keuangan memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Procinsi Riau itu lebih jauh mengatakan, Kepulauan Meranti merupakan daerah yang potensi untuk dikembangkan. Dia menyebutkan bupati minta peran OJK meningkatkan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui panganan lokal yakni sagu.

"Bupati telah menyampaikan bahwa potensi sagu disini luar biasa, untuk itu kita didorong untuk pengembangan hilirisasi sagu saya berharap perbankan bisa mengakomodir keinginan pemeritah daerah," kata Yusri.

Ditambahkan, kredit di Kepulauan Meranti yang disalurkan seluruh bank sangat banyak. Untuk itu pengembangan ekonomi di Tanah Jantan itu dinilai sangat akan mencapai progres yang menguntungkan.

Berdasarkan data OJK Propinsi Riau per September 2019, kredit yang disalurkan seluruh bank di Kabupaten Kepulauan Meranti totalnya Rp 912 miliar. Dimana sektor rumah tangga dan konsumsi Rp554 miliar, disusul sektor perdagangan Rp218 miliar, pertanian 56 miliar dan perikanan Rp 6,9 miliar.

"Untuk sektor perikanan dianggap masih kecil, padahal kita punya garis pantai dan laut luas. Saya harap perbankan memberi perhatian lebih, agar dua sektor ini bisa berkembang," kata Yusri. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengimbau para petani dan peternak di kabupaten termuda di Provinsi Riau itu untuk mendaftarkan diri sebagai peserta AUTP dan AUTS agar tidak mengalami kerugian.

"Tujuan dari Asuransi ini adalah untuk mengalihkan risiko kerugian usaha tani, akibat gagal panen atau sapi mengalami kematian dan kehilangan ternak, melalui skema pertanggungan asuransi,” kata Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim.

Dalam kesempatan tersebut, Said juga mengharapkan OPD terkait turut memberikan informasi terkait AUTP dan AUTS kepada petani padi dan peternak.

"Informasi adanya asuransi untuk petani dan peternak mohon disampaikan agar mereka bisa ikut asuransi ini," katanya.

Asuransi sektor pertanian dan peternakan diyakini sangat penting mengingat pertanggungan risiko oleh asuransi sangat bermanfaat bagi petani padi dan peternak sapi. Pasalnya asuransi ini mampu menanggung risiko dari sisi ekonomi dan psikologis.

"Dampaknya, usaha tani yang gagal panen dapat ditekan kerugiannya. Sehingga mereka akan semakin merasa lebih tenang dalam mengembangkan usaha tani dan ternaknya,

Di sisi lain katanya, mekanisme pembayaran klaim asuransi petani juga mudah sehingga memungkinkan petani memiliki modal untuk melanjutkan usaha taninya. Dampaknya kelangsungan usaha dapat terjamin walaupun petani mengalami gagal panen.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir
Vaksinasi I dan II Masih di Bawah 20 Persen, Kadiskes Ingatkan Jangan Takut Divaksin
Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Koramil 01/Bangko gelar kegiatan penegakkan hukum dan pendisiplinan protokol kesehatan. Tim Satgas dan Koramil Bangko Gakkum dan Pendisiplinan Prokes Covid-19
Wakil Ketua DPRD Riau HardiantoDPRD Riau Dukung Rumah Oksigen
Kepala BKD Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan Satu Nama Calon Sekdaprov Riau Telah Ditunjuk, BKD Riau Akui Belum Tahu
Sekretaris Komisi I DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa LahamidBanyak Kebocoran, DLHK Diminta Perbaiki Pola Pungutan Retribusi Sampah
  Sekum PP Muhammadiyah Abdul MuMuhammadiyah: Vaksinasi Bagian dari Ikhtiar Ilmiah
Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026Paripurna DPRD, Bupati Rohil Serahkan Rancangan Awal RPJMD 2021-2026
IlustrasiLama Tak Dibersihkan, Kanal Milik PT BSP Simpang Siak Tersumbat
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Hj Yusmanidar
Kegiatan Belajar Mengajar Daring Diperpanjang Hingga 9 Agustus
IlustrasiTerdampak PPKM, Penjualan Mobil Bulan Juli di Riau Turun
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Tanoto Foundation Donasikan 3.000 unit Oxygen Concentrator ke Kementerian Kesehatan
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved