Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

22:23 - Meranti Night Carnival Diw...
15:08 - Selain Terlantar, Kapal In...
13:56 - Sapi di Meranti Positif Br...
20:24 - Jabatan Plh Sekda akan Ber...
18:49 - Sama- sama Kecolongan Soal...
18:23 - Masyarakat Resah, Buaya di...
15:12 - Jelang Imlek, Jeruk Asal M...
14:50 - Antisipasi Karhutla, Kapol...
21:06 - Mahasiswa Meranti Mengguga...
20:10 - Ucapkan Kalimat Syahadat, ...
17:39 - Bupati Meranti: Pejabat No...
14:55 - Bupati Irwan Nasir Sebut P...
14:06 - Serahkan DPA Tahun 2020, B...
17:19 - Kepala Satpol PP Meranti M...
11:43 - Ngopi di Warung Saat Jam K...
19:38 - Selamatkan KM Banawa Nusan...
16:34 - Jadi Sorotan, Disdagprinko...
12:15 - Awal 2020, Karhutla di Kep...
10:23 - Karhutla Hampir Mendekati ...
19:31 - Silaturahmi ke PWI Kepulau...
19:21 - Tunjangan Sertifikasi Guru...
15:18 - Enam Proyek di Meranti Tid...
21:57 - Bupati Meranti: Pemecatan ...
18:58 - Bupati Meranti Lantik 175 ...
10:48 - Hari Ini Bupati Lantik 174...
15:04 - DPRD Soroti Adanya Ratusan...
16:30 - Jumlahnya Membludak, 55 Ho...
19:37 - Diajukan ke Mabes Polri, S...
17:16 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
19:40 - Sampah di TPS Rumbia Melub...
06:04 - Wakil Bupati Meranti Ingat...
21:48 - Rayan Pribadi Imbau Desa d...
19:09 - 95 Kepala Desa di Kepulaua...
22:02 - Selamat Datang Tahun Para ...
13:23 - Belum Gajian, Kades di Mer...
10:31 - Pamsimas Desa Meranti Bunt...
18:43 - Berkat Kadarsiono '"yang G...
17:53 - Larang Konvoi, Kapolres Me...
10:42 - Ini 5 Komoditas Perkebunan...
19:29 - Bawaslu Meranti Lantik 27 ...
09:56 - 115 Pelamar CPNS Meranti L...
14:34 - Tanpa Peralatan Khusus, Wa...
15:06 - Dinas PU PRPKP Akui Proyek...
19:35 - Jelang Nataru, Pemprov Ria...
22:03 - Wabup Meranti Ajak Mantapk...
14:05 - Ribuan Warga Hadiri Kendur...
13:53 - 115 CPNS di Kepulauan Mera...
13:03 - Permudah Setoran Dana Haji...
05:56 - Meski Tak Dianggap, Anak S...
20:43 - Awal Pembentukan Meranti D...
 
OJK Riau Dorong Petani dan Peternak di Kepulauan Meranti Untuk Dapatkan Asuransi
Sabtu, 09/11/2019 - 15:07:03 WIB
OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti
OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti
TERKAIT:

SELATPANJANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau bekerjasama dengan Biro Perekonomian Provinsi memberikan kemudahan bagi para peternak dan petani dalam mendapatkan asuransi.

Selain itu OJK terus mendorong program asuransi untuk hasil pertanian dan peternakan. Hal itu guna menjamin produk-produk pertanian apabila terjadi gagal panen, banjir dan diserang hama, serta hewan ternak yang mati sehingga petani dan peternak terhindar dari kerugian.

Untuk itu, OJK mendorong para petani padi dan peternak sapi di Kepulauan Meranti untuk menggunakan produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang ada di perusahaan anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).

Kepala OJK Provinsi Riau, Yusri mengatakan langkah itu sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan di dalam negeri.

"Ini program pemerintah, asuransi nelayan padi dan ternak sapi yang tujuannya memberikan akses kepada mereka untuk mendapatkan jaminan," kata Yusri saat OJK menggelar edukasi dan Bussiness Matching, AUTS, AUTP dan KUR di Kota Sagu Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Dikatakan, untuk pengurusan ke PT Asuransi Jasa Indonesia, masyarakat tidak perlu mendatangi kantornya, hal ini adalah salah satu bentuk kemudahan pelayanan yang diberikan.

"Untuk kepengurusan asuransi ke Jasindo, masyarakat tidak repot untuk mendatangani kantornya. Kita cukup melakukan pengurusan secara online," ujarnya.

Kedepan diharapkan semakin banyak petani dan peternak yang memanfaatkan program tersebut. Sebab, para petani dan peternak adalah ujung tombak dalam mewujudkan program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah

AUTP memberikan perlindungan dalam bentuk bantuan modal kerja kepada petani apabila terjadi kerusakan pertanian, serangan hama padi yang menyebabkan gagal panen. Sedangkan AUTS adalah program pemberian ganti rugi kepada peternak apabila terjadi kematian pada sapi ternak. ⁣

Untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) skema pembayaran premi untuk  setiap 1 hektar dengan nilai pertanggungan Rp6.000.000, petani cukup membayar Rp36.000 (20%) sedangkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan subsidi sebesar 80% (Rp 144.000).

Sementara program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai bagian dari grand design Asuransi Pertanian. AUTS diluncurkan dengan skema 1 ekor sapi dengan nilai pertanggungan Rp10.000.000, maka peternak hanya membayar Rp 40.000 (20%) sedangkan sisanya sebesar Rp 160.000 (80%) disubsidi Pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

AUTS menjamin pada musim panen jika mengalami kerugian karena iklim yang tidak mendukung. Jadi para petani tetap merasa aman dan dapat terus bertani walau terjadi gagal panen

Tak berbeda, program yang sama juga untuk para peternak sapi, tujuannya untuk memberi keamanan dalam beternak bagi para peternak, jika sewaktu-waktu sapi atau hewan ternaknya mati.

"Petani tak perlu khawatir jika terjadi gagal panen, karena sudah ada asuransi yang akan diberikan. Begitu juga peternak sapi, sebab para peternak dapat memanfaatkan jaminan yang diberikan Asuransi Jasindo bagi sapi mereka. AUTS dan AUTP berbeda dengan nelayan, dimana para nelayan itu preminya 100 persen dibayar oleh pemerintah. Jika dapat musibah ketika melaut akan langsung diberikan santunan," ujarnya.

Tidak hanya mendorong untuk mendapatkan fasilitas asuransi, OJK Provinsi Riau juga berupaya mendorong inklusi dan literasi keuangan di daerah di Bumi Lancang Kuning ini dengan terus mendorong industri keuangan melakukan pembiayaan ke desa-desa. Dari OJK sendiri, akan memberikan kemudahan aturan-aturan supaya lebih kondusif sehingga dapat memberikan kredit mikro lebih banyak kepada masyarakat.

"Dalam meningkatkan inklusi keuangan, kami bersama pemerintah provinsi dan perbankan menetapkan desa sebagai pilot project di setiap kabupaten kota dan menetapkan desa inklusi, hal ini bertujuan agar lebih cepat  proses pengembangan ekonomi di desa tersebut dan mendapat akses yang lebih baik dari perbankan. Dukungan bupati dan OPD diharapkan untuk bisa berkolaborasi mempercepat inklusi keuangan di Kepulauan Meranti," katanya.

Dikatakan juga, tingkat inklusi terhadap jasa keuangan Indonesia masih sangat rendah. Sementara itu industri jasa keuangan memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Procinsi Riau itu lebih jauh mengatakan, Kepulauan Meranti merupakan daerah yang potensi untuk dikembangkan. Dia menyebutkan bupati minta peran OJK meningkatkan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui panganan lokal yakni sagu.

"Bupati telah menyampaikan bahwa potensi sagu disini luar biasa, untuk itu kita didorong untuk pengembangan hilirisasi sagu saya berharap perbankan bisa mengakomodir keinginan pemeritah daerah," kata Yusri.

Ditambahkan, kredit di Kepulauan Meranti yang disalurkan seluruh bank sangat banyak. Untuk itu pengembangan ekonomi di Tanah Jantan itu dinilai sangat akan mencapai progres yang menguntungkan.

Berdasarkan data OJK Propinsi Riau per September 2019, kredit yang disalurkan seluruh bank di Kabupaten Kepulauan Meranti totalnya Rp 912 miliar. Dimana sektor rumah tangga dan konsumsi Rp554 miliar, disusul sektor perdagangan Rp218 miliar, pertanian 56 miliar dan perikanan Rp 6,9 miliar.

"Untuk sektor perikanan dianggap masih kecil, padahal kita punya garis pantai dan laut luas. Saya harap perbankan memberi perhatian lebih, agar dua sektor ini bisa berkembang," kata Yusri. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengimbau para petani dan peternak di kabupaten termuda di Provinsi Riau itu untuk mendaftarkan diri sebagai peserta AUTP dan AUTS agar tidak mengalami kerugian.

"Tujuan dari Asuransi ini adalah untuk mengalihkan risiko kerugian usaha tani, akibat gagal panen atau sapi mengalami kematian dan kehilangan ternak, melalui skema pertanggungan asuransi,” kata Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim.

Dalam kesempatan tersebut, Said juga mengharapkan OPD terkait turut memberikan informasi terkait AUTP dan AUTS kepada petani padi dan peternak.

"Informasi adanya asuransi untuk petani dan peternak mohon disampaikan agar mereka bisa ikut asuransi ini," katanya.

Asuransi sektor pertanian dan peternakan diyakini sangat penting mengingat pertanggungan risiko oleh asuransi sangat bermanfaat bagi petani padi dan peternak sapi. Pasalnya asuransi ini mampu menanggung risiko dari sisi ekonomi dan psikologis.

"Dampaknya, usaha tani yang gagal panen dapat ditekan kerugiannya. Sehingga mereka akan semakin merasa lebih tenang dalam mengembangkan usaha tani dan ternaknya,

Di sisi lain katanya, mekanisme pembayaran klaim asuransi petani juga mudah sehingga memungkinkan petani memiliki modal untuk melanjutkan usaha taninya. Dampaknya kelangsungan usaha dapat terjamin walaupun petani mengalami gagal panen.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Fokus di Kampar dan Rohul, IM3 Ooredoo Akan Tambah BTS Tahun Ini
  • Meranti Night Carnival Diwarnai Artis, Kuliner dan Penampilan Budaya
  • Satpol PP Inhu Gelar Apel Besar dan Teken Pakta Integritas
  • Polisi Amankan Dua Penyalur TKI Ilegal Pasca Tenggelamnya Kapal di Perairan Rupat
  • Bappebti Blokir 299 Domain Entitas Dagang Berjangka Ilegal
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved