Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

21:06 - Mahasiswa Meranti Mengguga...
20:10 - Ucapkan Kalimat Syahadat, ...
17:39 - Bupati Meranti: Pejabat No...
14:55 - Bupati Irwan Nasir Sebut P...
14:06 - Serahkan DPA Tahun 2020, B...
17:19 - Kepala Satpol PP Meranti M...
11:43 - Ngopi di Warung Saat Jam K...
19:38 - Selamatkan KM Banawa Nusan...
16:34 - Jadi Sorotan, Disdagprinko...
12:15 - Awal 2020, Karhutla di Kep...
10:23 - Karhutla Hampir Mendekati ...
19:31 - Silaturahmi ke PWI Kepulau...
19:21 - Tunjangan Sertifikasi Guru...
15:18 - Enam Proyek di Meranti Tid...
21:57 - Bupati Meranti: Pemecatan ...
18:58 - Bupati Meranti Lantik 175 ...
10:48 - Hari Ini Bupati Lantik 174...
15:04 - DPRD Soroti Adanya Ratusan...
16:30 - Jumlahnya Membludak, 55 Ho...
19:37 - Diajukan ke Mabes Polri, S...
17:16 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
19:40 - Sampah di TPS Rumbia Melub...
06:04 - Wakil Bupati Meranti Ingat...
21:48 - Rayan Pribadi Imbau Desa d...
19:09 - 95 Kepala Desa di Kepulaua...
22:02 - Selamat Datang Tahun Para ...
13:23 - Belum Gajian, Kades di Mer...
10:31 - Pamsimas Desa Meranti Bunt...
18:43 - Berkat Kadarsiono '"yang G...
17:53 - Larang Konvoi, Kapolres Me...
10:42 - Ini 5 Komoditas Perkebunan...
19:29 - Bawaslu Meranti Lantik 27 ...
09:56 - 115 Pelamar CPNS Meranti L...
14:34 - Tanpa Peralatan Khusus, Wa...
15:06 - Dinas PU PRPKP Akui Proyek...
19:35 - Jelang Nataru, Pemprov Ria...
22:03 - Wabup Meranti Ajak Mantapk...
14:05 - Ribuan Warga Hadiri Kendur...
13:53 - 115 CPNS di Kepulauan Mera...
13:03 - Permudah Setoran Dana Haji...
05:56 - Meski Tak Dianggap, Anak S...
20:43 - Awal Pembentukan Meranti D...
16:31 - Syamsuar Tiga Kali tak Had...
16:03 - Korupsi Retribusi Dana Pel...
12:50 - Sagu Menduniakan Lokal Wis...
17:26 - UMKM di Meranti Keluhkan R...
19:57 - Simulasi Penanggulangan Ka...
06:12 - Balada Tukang Becak Wanita...
23:18 - Dari 2.774 Pelamar CPNS Me...
20:57 - Seluruh Galangan Kapal Kay...
 
Hingga 22 Oktober, 38 Anak Penderita DBD Dirawat di RSUD Meranti
Kamis, 24/10/2019 - 16:57:06 WIB

SELATPANJANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti kebanjiran pasien terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr Ria Sari mengatakan, tercatat sejak 1 Oktober sampai dengan 22 Oktober 2019 sebanyak 38 anak-anak dirawat di RSUD.

"Total kasus DBD anak yang dirawat dari tanggal 1 sampai dengan 22 Oktober kemarin sudah sebanyak 38 orang," kata dr Ria Sari.

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kepulauan Meranti meningkat. Hingga Oktober 2019 ada 110 kasus yang tersebar di banyak kecamatan, dan ini membuat Meranti menempati urutan ke-6 se-Provinsi Riau.

"Sudah mencapai 110 kasus, Oktober paling tinggi, dimana pertanggal 24 sudah mencapai 40 kasus," kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Diskes Kepulauan Meranti Muhammad Fahri SKM, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/10/2019).

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, kasus DBD di Kepulauan Meranti tahun 2019 meningkat. Dimana tahun lalu, hanya 24 kasus.

Walaupun meningkat, kondisi ini belum bisa ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan kasus DBD masih menyebar dan tidak mengelompok, sehingga masih bisa diantisipasi.

"KLB itu dimana kondisinya lebih dari biasanya, yakni tiga kali lebih banyak. Walaupun saat ini kasusnya terbilang banyak namun masih menyebar dan tidak berkelompok dalam satu lingkungan dan itu masih bisa diatasi," ujarnya.

Ditambahkan Fahri, sejauh ini Diskes Meranti telah melakukan foging di 40 titik. Kecamatan Tebingtinggi 38 titik, Sungaitohor 1 titik dan Alai 1 titik.

Sementara itu pemberian Abate juga gencar dilakukan, terutama di wilayah endemis yakni di Selatpanjang dan Desa Alah Air.

"Saat ini stok Abate masih tersedia 3000 Kg, sementara itu kebutuhan untuk Meranti pertahunnya mencapai 2 ton," kata Fahri.

Dikatakan, anak-anak ini paling cepat rentan makanya kenapa lebih banyak dari orang dewasa. Ia menambahkan, menyusul banyaknya penderita DBD tersebut, pihaknya menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah antisipasi, sehingga kasus DBD tidak semakin meluas.

Adapun langkah kedepannya untuk mengantisipasi adalah dengan melakukan pembinaan ke seluruh Puskesmas dan meningkatkan kerjasama lintas sektor.

"Dalam kasus DBD ini, 90 persen menyerang anak- anak. Kita juga berharap seluruh elemen ikut andil untuk turun tangan untuk mencegah DBD. Tak cukup oleh petugas kesehatan, camat, kades dan lurah saja," pungkas Fahri.

Penulis : Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dibantu LAZNas Chevron, Warga RT 05/ RW 03 Minas Jaya Tidak Kesulitan Air Bersih Lagi
  • Soundwave Akan Hadir di Anniversary Embassy Pekanbaru
  • IDI Siap Bantu Pemprov Riau Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  • Charity Gowes BDBC Pertamina, Berbagi dalam Keriangan Bersepeda
  • Dompet Dhuafa dan RS Lancang Kuning Gelar Operasi Katarak Gratis Selama 2 Hari
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved