Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
17:19 - Setiap KK Hanya Dijatah 1 ...
15:12 - Petugas Berhasil Padamkan ...
16:32 - Pasca New Normal, Tiket Ka...
09:11 - Kesal Dicopot hingga Meras...
16:27 - Dicopot dari Jabatan Kasi ...
14:44 - Masyarakat Meranti Sulap S...
22:15 - Pekan Depan, Transportasi ...
18:45 - 'Damar' Si Bayi Gajah Bina...
15:06 - AKP Prihadi Tri Saputra Ja...
21:55 - Komisi I DPRD Kepulauan Me...
22:46 - Tidak Ada Penumpang Sejak ...
16:28 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
11:44 - Dinilai Sangat Efektif, Bu...
22:02 - 10 Desa di Kabupaten Kepul...
21:56 - Kehadiran HNSI Kepulauan M...
18:46 - Aksi Damai Terkait Covid-1...
19:26 - Kecamatan 3T Meranti Seger...
10:10 - Bantah Ada Perdebatan deng...
15:36 - Sembako Bansos Covid-19 Ke...
20:17 - Polres Kepulauan Meranti G...
12:04 - PDP di Meranti Meninggal D...
14:19 - Karantina Selatpanjang Hib...
16:35 - Dugaan Penyalahgunaan Dana...
18:56 - Menuju New Normal, Pemkab ...
12:02 - Gubri Minta Rencana Masuk ...
19:22 - Pasir dari BumDes di Meran...
14:38 - Hanya 4 Pejabat yang Dafta...
15:50 - Belum Resmi Mendaftar, Ada...
10:54 - Bumdes Puteri Panglima Des...
10:20 - Sempat Terjadi Kekosongan,...
09:30 - HUT Bhayangkara, Polres Ke...
22:38 - Belum Dibayar, Supplier An...
21:43 - Jelang Penutupan, Lelang J...
19:41 - Bupati Kepulauan Meranti K...
10:56 - Hari Bhayangkara, Polres K...
09:58 - Warga Rangsang Barat Tewas...
09:49 - Tiga Hari Hilang, Jupri Wa...
19:03 - Danrem 031/WB Kunjungi Kep...
17:47 - Direktur Bumdes Hasrat Des...
17:33 - Telur, Kacang, dan Cabai I...
10:55 - Empat Program Berkorelasi,...
08:35 - Dilantik Jadi Pejabat Pemp...
20:35 - RSUD Kepulauan Meranti Buk...
16:04 - Tuntut Transparansi Dana C...
 
Listrik Kecamatan Tebing Tinggi Timur Ditargetkan Menyala 24 Jam Tahun Ini
Rabu, 09 Oktober 2019 - 18:11:13 WIB

SELATPANJANG - PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang menargetkan 10 desa yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur terang benderang pada tahun 2019 ini.

Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Jannatul Firdaus mengatakan listrik ditargetkan menyala 24 jam pada Desember mendatang. Sumber kelistrikan desa - desa tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bertenaga sebesar 1,5 Mega Watt (MW), sementara daya yang dibutuhkan hanya 1,3 MW.

"Mesinnya ada 5 unit yang kita datangkan dari Rengat dan Ketapang. Daya dari mesin tersebut totalnya 1,5 MW. Sementara kebutuhan hanya 1,3 MW. Jadi masih surplus sebesar 200 Kilo Watt. Mudahan-mudahan tidak ada kendala," kata Firdaus.

Adapun 7 desa yang akan tersambung listrik 24 jam pada tahun ini adalah Desa Sungai Tohor, Sungai Tohor Barat, Nipah Sendanu, Sendanu Darul Ihsan, Tanjung Sari, Teluk Buntal, dan Tanjung Gadai.

Sementara 2 desa lainnya yakni Desa Lukun dan Batin Suir akan dialiri tahun depan melalui kabel bawah laut dari Selatpanjang sepanjang 1,5 KMV, karena listrik Kota Selatpanjang surplus sebesar 2 MW. Sedangkan Desa Kepau Baru akan diusulkan memakai PLTS maupun mesin sendiri.

"Jaringan 7 desa itu akan segera terkoneksi, sementara Desa Lukun dan Batin Suir listriknya akan dialiri melalui kabel bawah laut karena akses jalannya belum terbangun semua. Sedangkan Kepau Baru selain jaraknya jauh aksesnya belum ada, untuk itu ada dua kemungkinan yakni pakai mesin sendiri dan PLTS tergantung usulan yang disetujui PLN WRKR," kata Firdaus.
 
Jannatul Firdaus juga mengatakan saat ini Rasio Elektrifikasi (RE) di Kepulauan Meranti sudah mencapai 80 persen. RE adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Timur, Rayan Pribadi SH mengatakan saat ini kondisi listrik desa sudah sangat kritis, dimana 8 dari 10 desa yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur kondisi mesin sudah banyak yang rusak dan tidak standar dengan kebutuhan serta menjadi masalah klasik sampai hari ini.

"Listrik di 8 desa kondisinya sudah sangat kritis, dimana mesin ini pengadaannya sudah sangat lama, yakni tahun 2011 dan rata - rata sudah banyak yang rusak. Sementara itu dua desa lainnya yakni Desa Tanjung Gadai dan Teluk Buntal yang sudah memakai PLN pun tidak maksimal menyala, dimana hidup pukul 5 sore dan mati pada pukul 7 pagi," kata Rayan.

Mantan Sekcam Rangsang itu juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat bersama seluruh aparatur desa untuk melakukan gotong royong membuka akses bagi PLN.

"Saya sudah panggil semua kepala desa dan Pj kepala desa untuk membantu dan gotong royong bersama  membuka akses agar PLN bisa memancangkan tiang di lokasi jalan poros Sungai Tohor Barat- Lukun sepanjang 7 KM," kata Rayan.

Penulis : Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bermodal Lencana Plastik, Pria Lampung Ngaku Anggota BIN dan Tipu Warga Pekanbaru
  • Real Madrid Bisa Juara La Liga Spanyol Lebih Cepat
  • Rekor di Dunia, Amerika Catatkan 68 Ribu Kasus Baru dalam Sehari
  • Pendaftaran Mahasiswa Baru PCR Jalur Beasiswa Bidikmisi Pemprov Riau Diperpanjang hingga 15 Juli
  • Trik Mudah Memilih Alpukat yang Sudah Matang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved