Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:38 - Tiang Patah Akibat Keropos...
18:20 - Tradisi Mandi Safar Akan D...
12:05 - Disdikbud Meranti Akan Per...
18:48 - Gelar Coffe Morning, Kapol...
19:26 - Insan Media di Kepulauan M...
18:48 - Enam Kelompok Nelayan di M...
18:41 - Korban Tewas Tertimpa Poho...
18:19 - Suhu Politik Memanas, Sekd...
18:20 - Satpol PP Meranti Kesal, A...
21:20 - Bupati Ungkap Peredaran Na...
17:03 - Hampir Seminggu Pelayanan ...
12:51 - Jadi Irup, Kasat Pol PP Me...
19:44 - Ketagihan Suasana Desa Bok...
18:36 - Petugas Perikanan Meranti ...
15:08 - Heru Sandra dari Kepulauan...
18:11 - Listrik Kecamatan Tebing T...
18:44 - Bokor World Music Festival...
18:12 - Kunjungi SMAN 3, Wakil Bup...
17:47 - Warga Bina Sempian Meranti...
17:28 - Wakil Bupati Meranti Ingat...
11:51 - Klarifikasi Nurul Adha ata...
17:30 - Bekerjasama dengan Askab P...
20:52 - Terciduk, Pasangan Bukan M...
19:21 - Penerimaan CPNS Meranti Ak...
15:29 - Belum Genap Sebulan Dilant...
21:51 - Bantu Tingkatan Ekonomi Ma...
21:35 - Sukseskan Pilkada 2020, Pe...
12:11 - Bupati Irwan Berpesan agar...
09:42 - Sebabkan Bau Tak Sedap, Sa...
20:55 - Belum Sempat Disegel Satpo...
15:35 - Razia di Kos-kosan PSK Did...
17:25 - Bupati Irwan: Membangun Ka...
14:02 - Diindikasi Sebagai Tempat ...
13:57 - Satpol PP Meranti Panggil ...
11:09 - Hadirkan UAS, Sumbangan un...
19:35 - Tiga Kali Penjajakan, Stat...
15:05 - Ustaz Abdul Somad Resmikan...
21:16 - Feature PLN Menembus Batas...
17:19 - Terpapar Asap, Tiga Siswa ...
20:13 - Bersama HIPGABI Riau, PPNI...
19:18 - Diduga Akibat Asap Tebal d...
15:20 - Dijadikan Kawasan Industri...
11:48 - Bupati Irwan Buka Diklat B...
10:33 - Pantauan Air Visual; Kuali...
18:36 - Desa Sungai Cina Wakili Me...
09:18 - Irwan Nasir: Karhutla Buka...
02:11 - Pelantikan DPRD Meranti Di...
20:15 - Nihil Hotspot, Pemkab Past...
15:15 - AM3 Bakal Demo Pelantikan ...
05:39 - Disiapkan Perbup, Oktober ...
 
Listrik Kecamatan Tebing Tinggi Timur Ditargetkan Menyala 24 Jam Tahun Ini
Rabu, 09/10/2019 - 18:11:13 WIB

SELATPANJANG - PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang menargetkan 10 desa yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur terang benderang pada tahun 2019 ini.

Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Jannatul Firdaus mengatakan listrik ditargetkan menyala 24 jam pada Desember mendatang. Sumber kelistrikan desa - desa tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bertenaga sebesar 1,5 Mega Watt (MW), sementara daya yang dibutuhkan hanya 1,3 MW.

"Mesinnya ada 5 unit yang kita datangkan dari Rengat dan Ketapang. Daya dari mesin tersebut totalnya 1,5 MW. Sementara kebutuhan hanya 1,3 MW. Jadi masih surplus sebesar 200 Kilo Watt. Mudahan-mudahan tidak ada kendala," kata Firdaus.

Adapun 7 desa yang akan tersambung listrik 24 jam pada tahun ini adalah Desa Sungai Tohor, Sungai Tohor Barat, Nipah Sendanu, Sendanu Darul Ihsan, Tanjung Sari, Teluk Buntal, dan Tanjung Gadai.

Sementara 2 desa lainnya yakni Desa Lukun dan Batin Suir akan dialiri tahun depan melalui kabel bawah laut dari Selatpanjang sepanjang 1,5 KMV, karena listrik Kota Selatpanjang surplus sebesar 2 MW. Sedangkan Desa Kepau Baru akan diusulkan memakai PLTS maupun mesin sendiri.

"Jaringan 7 desa itu akan segera terkoneksi, sementara Desa Lukun dan Batin Suir listriknya akan dialiri melalui kabel bawah laut karena akses jalannya belum terbangun semua. Sedangkan Kepau Baru selain jaraknya jauh aksesnya belum ada, untuk itu ada dua kemungkinan yakni pakai mesin sendiri dan PLTS tergantung usulan yang disetujui PLN WRKR," kata Firdaus.
 
Jannatul Firdaus juga mengatakan saat ini Rasio Elektrifikasi (RE) di Kepulauan Meranti sudah mencapai 80 persen. RE adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Timur, Rayan Pribadi SH mengatakan saat ini kondisi listrik desa sudah sangat kritis, dimana 8 dari 10 desa yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur kondisi mesin sudah banyak yang rusak dan tidak standar dengan kebutuhan serta menjadi masalah klasik sampai hari ini.

"Listrik di 8 desa kondisinya sudah sangat kritis, dimana mesin ini pengadaannya sudah sangat lama, yakni tahun 2011 dan rata - rata sudah banyak yang rusak. Sementara itu dua desa lainnya yakni Desa Tanjung Gadai dan Teluk Buntal yang sudah memakai PLN pun tidak maksimal menyala, dimana hidup pukul 5 sore dan mati pada pukul 7 pagi," kata Rayan.

Mantan Sekcam Rangsang itu juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat bersama seluruh aparatur desa untuk melakukan gotong royong membuka akses bagi PLN.

"Saya sudah panggil semua kepala desa dan Pj kepala desa untuk membantu dan gotong royong bersama  membuka akses agar PLN bisa memancangkan tiang di lokasi jalan poros Sungai Tohor Barat- Lukun sepanjang 7 KM," kata Rayan.

Penulis : Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sumbar Diguncang Gempa Magnitudo 5,5, Kerusakan dan Korban Belum Diketahui
  • Komunitas Pesepeda TGC Susuri Keindahan Alam Air Terjun Panisan
  • Ketua MUI Riau Apresiasi Kinerja TNI-Polri Suskes Amankan Pilpres hingga Pelantikan
  • Satu Juta Lebih Warga Riau Tak Punya Jaminan Kesehatan
  • Prabowo Benarkan akan Bantu Presiden di Bidang Pertahanan, Jadi Menhan?
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved