Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:55 - Tapal Batas 93 Desa di Kep...
19:50 - Butuh Bantuan, Kapolres Ke...
13:57 - BPN Kepulauan Meranti Sera...
10:34 - Sejumlah Kendaraan Dinas P...
10:18 - Pasien Positif Covid-19 ya...
17:23 - Lima Desa di Kepulauan Mer...
13:17 - Kapolres Kepulauan Meranti...
19:48 - Kembangkan Potensi Kopi Li...
12:37 - 18 Usulan Perhutanan Sosia...
18:36 - YFMM Konsisten Tiap Tahun ...
16:40 - Terpantau Satu Hotspot di ...
19:21 - Pasien Positif Kabur dari ...
10:43 - Gawat, Pasien Positif Covi...
16:32 - DKPTPP Kepulauan Meranti P...
14:48 - Polres Meranti Siagakan 96...
21:38 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
14:04 - Kabar Gembira, BLT DD Dipe...
18:52 - Operator dan Penumpang Kap...
12:21 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
16:25 - Mengira SK nya Sudah Kadal...
12:19 - Bansos Tahap II Meranti Su...
19:41 - Biaya Rawat Pasien Positif...
17:24 - Kabel Tower Sutet PLN Putu...
20:30 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
19:49 - Pembayaran BPHTB Terpaksa ...
10:39 - Lezatnya Sempolet Kepulaua...
17:36 - DKPTPP Meranti Periksa Hew...
20:28 - Mesin Rusak, Speed Boat Pe...
19:41 - Akibat Covid-19, Tunjangan...
18:26 - Usulan Bupati Meranti Jadi...
17:11 - Laporan dr Aisyah Bee ke K...
19:47 - Tampung Produksi Sagu Kepu...
13:31 - Di Balik Opini WTP 8 Kali,...
21:13 - Kabupaten Kepulauan Merant...
20:24 - Abrasi di Kepulauan Merant...
19:56 - Gamali Tuntut Janji DPRD K...
17:44 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:43 - Jika Sembako Tidak Disalur...
17:57 - Moratorium Gambut, Masyara...
18:38 - Minta Keadilan Agar Rustam...
18:22 - Pemuda Pulau Merbau Minta ...
16:31 - Atap Dermaga Pelabuhan Sem...
12:16 - Waspadai Karlahut, Camat T...
11:33 - Sakit, Pengawal Pribadi Bu...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti K...
10:12 - Tarif Penyeberangan Kempan...
18:41 - Tingkatkan Ketahanan Panga...
16:13 - Moratorium Gambut, Izin Ki...
09:47 - Warga Desa Dedap Temukan I...
20:10 - 7 Titik Blankspot, Pemkab ...
 
Belum Genap Sebulan Dilantik, Anggota DPRD Meranti Ramai-ramai Gadaikan SK-nya ke Bank
Rabu, 02 Oktober 2019 - 15:29:29 WIB

SELATPANJANG - Belum genap satu bulan mengucapkan sumpah janji jabatan sebagai anggota DPRD Kepulauan Meranti periode 2019 - 2024, sejumlah politisi sudah menggadaikan SK mereka ke bank.

Fenomena anggota DPRD ramai-ramai menggadaikan SK untuk mendapatkan dana segar dari bank itu sudah menjadi rahasia umum.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kepulauan Meranti, H Irmansyah mengungkapkan, sejauh ini sudah ada sepuluh anggota dewan yang mengajukan plafon penggadaian SK sebagai salah satu syarat peminjaman ke bank.

"Sekarang baru 10 anggota dewan yang mengajukan pinjaman dengan menggadaikan SK-nya. Berkas pengajuan pinjaman sedang dalam proses pengurusan dari sekretariat DPRD ke bank Riau Kepri," kata Irmansyah, Rabu (2/10/2019).

Irmansyah mengatakan jumlah anggota DPRD yang akan menggunakan fasilitas kredit itu dipastikan bertambah mengingat tahun lalu hampir semuanya melakukan pinjaman ke bank.

"Trendnya pasti bertambah yang akan minjam ke bank itu. Tahun lalu saja anggota DPRD yang minjam ada 25 orang," katanya.

Dikatakan, anggota dewan yang mengajukan pinjaman akan memilih plafon besaran pinjaman yang akan diambil. Dengan tenggat waktu maksimal lima tahun sesuai dengan masa periode anggota dewan.

Irmansyah juga mengatakan rata-rata pinjaman berkisar dari Rp 400 hingga 500 juta, walaupun periode tahun ini plafon pinjamannya bisa mencapai Rp 1 miliar.

"Rata- rata pinjaman mereka Rp 500 juta. Asumsinya potong gaji selama 5 tahun yang diangsur setiap bulan, dimana angsuran perbulannya mencapai Rp 20 juta. Sementara total pendapatan anggota DPRD mencapai Rp 27 juta," ungkap Irmansyah.

Saat ditanyakan, apa alasan mereka "menyekolahkan" SK ke bank, Irmansyah mengatakan, wakil rakyat akan menggunakannya untuk modal usaha serta urusan privat lainnya.

Salah seorang mantan Anggota DPRD Kepulauan Meranti periode 2014-2019 yang enggan disebut namanya juga
mengakui hal tersebut. Ia juga melakukan hal sama saat dilantik sebagai Anggota DPRD Kepulauan Meranti 2014 silam.

Politisi Partai Hanura ini menjelaskan, pinjaman telah disepakati dengan pihak bank tersebut, sistem pembayarannya langsung potong gaji sebagai Anggota DPRD selama lima tahun.

"Besaran kita pinjam tergantung kesepakatan dan kesanggupan kita melunasi hingga selesai angsurannya. Kalau saya, angsuranya sudah selesai, menjelang sebelum masa akhir jabatan saya," katanya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sekda Riau Dorong OPD Gesa Serapan Belanja Daerah
  • Sebulan di Rumah Sakit, Akhirnya Abhishek Bachchan Sembuh dari Covid-19
  • Tiga Nelayan Ditemukan Selamat Walau Sempat Terombang-ambing di Lautan
  • Sekdaprov Riau Yakinkan 12 Permasalahan Tol Pekanbaru-Dumai Segera Selesai
  • Ketahui Ciri-Ciri Asam Lambung Naik agar Tidak Makin Fatal
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved