Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:49 - Indra Yovi: Penanganan Cov...
14:27 - Penerapan New Normal, Polr...
17:59 - RSUD Kepulauan Meranti Pen...
16:00 - Status PSST Desa Bandul Di...
09:29 - Tokoh Masyarakat Riau: Ane...
20:04 - Kadiskes Meranti Berkoar-k...
17:56 - Enam Kasus Baru Corona di ...
16:34 - Sidak ke Kepulauan Meranti...
21:20 - Sempat Ditemukan Belatung,...
15:38 - Waduh, Ikan Kaleng Bantuan...
20:03 - Pingsan di Rumah, Warga Se...
06:32 - FPI Bersama YFM Kepulauan ...
21:54 - Apel Pagi Pemkab Kepulauan...
20:23 - Fasilitas di Ruang Isolasi...
17:45 - Wakil Bupati Said Hasyim K...
15:18 - Miris, Pasien Covid-19 yan...
11:35 - Jadi Tempat Isolasi PDP, ...
16:24 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
13:46 - SKK Migas – EMP Malacca ...
16:38 - Ribut-ribut Pakai Hazmat S...
20:47 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
20:22 - 17 Desa di Kepulauan Meran...
18:18 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:39 - Satu Pasien Positif Covid-...
18:35 - Kasus Corona di Kepulauan ...
14:21 - Inflasi Tinggi, Pemkab Kep...
16:17 - Pemkab Kepulauan Meranti T...
12:24 - Dua Desa di Tebingtinggi T...
17:05 - Camat Tebingtinggi Galang...
06:24 - Pejabat Humas Pemkab Kepul...
19:30 - Desa Bandul Blocking Area,...
19:07 - Hasil Tracing Terhadap PD...
15:26 - Bupati Meranti Sempat Kont...
19:42 - Bank Riau Kepri Selatpanja...
17:46 - Dua Warga Meranti Sudah Po...
16:32 - Hasil Swab Keluar, Satu PD...
11:32 - Ringankan Beban Nelayan Ak...
17:28 - Dua Positif Rapid Test, Ti...
22:27 - Masuk Daftar Susulan Pener...
16:44 - Tidak Ada Izin, Cucian Mot...
22:08 - Jelang Berbuka Puasa, FPI ...
22:11 - Nekad Masuk Wilayah Kepula...
05:13 - Pendapatan Nol Akibat Coro...
22:12 - Bupati Irwan Tegaskan Pega...
17:00 - Pindah Domisili Tidak Mela...
16:29 - Desa Baran Melintang Jadi ...
10:11 - Tabrak Pot Bunga di Pinggi...
20:05 - PSDKP Kepulauan Meranti Be...
19:25 - Tinjau Pasokan Sembako, Wa...
15:11 - IPRPS, Remesta, dan GPRM B...
 
Razia di Kos-kosan PSK Diduga Bocor, Satpol PP Meranti Tingkatkan Pengawasan
Senin, 30 September 2019 - 15:35:26 WIB
Satpol PP Meranti saat merazia kos-kosan PSK.
Satpol PP Meranti saat merazia kos-kosan PSK.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Meranti di kos-kosan Pekerja Seks Komersial di Kota Selatpanjang, Senin (30/9/2019) diduga bocor. Hasilnya, petugas tak mendapati satupun wanita pekerja malam itu berada di sana.

Razia yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti, Helfandi itu didampingi Kepala Bidang Operasi, Wira Gusfian, Kepala Bidang Penegakan Perda, Piskot Ginting dan Kepala Bidang Linmas, Masdiana serta puluhan personel lainnya.

Sebelum dilakukan razia, Kepala Satpol PP menduga informasi razia sudah menyebar, informasi ini menyebar di lingkungan prostitusi. Sehingga, saat petugas datang, tempat tersebut seperti tidak ada aktivitas karena diduga PSK sudah melarikan diri.

Awalnya, petugas menyisir salah satu kos-kosan di Jalan Jumpul Kelurahan Selatpanjang Barat. Hasilnya, tidak ada satupun wanita berada di sana.

Selanjutnya, petugas kembali menyisir Ruko yang dijadikan kos-kosan. Dari 9 kamar yang diperiksa, hanya ada dua penghuni wanita di sana yang bekerja sebagai Sales Promotion Girls (SPG).

Salah seorang SPG yang diinterogasi mengaku baru dua bulan menempati kos tersebut dengan sewa Rp500 ribu perbulannya. Wanita yang bernama Dian itu berasal dari Pati, Jawa Tengah, dia bekerja di Pujasera Dragon Door.

Ketika wawancara, wanita yang berusia 33 tahun ini mengaku hanya digaji Rp600 ribu perbulan ditambah dengan uang kaleng dan uang tips yang diberikan setiap pelanggan kepadanya.

"Gaji saya hanya Rp600 ribu perbulan ditambah dengan uang kaleng yang diberikan Rp1.400 perkaleng. Selain itu ada juga uang tips yang diberikan pelanggan, jadi perbulannya bisa mencapai 1 juta lebih," kata Dian.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Helfandi mencurigai wanita tersebut menjadi bagian dari PSK yang selama ini meresahkan masyarakat.

Hal yang mendasari kecurigaan tersebut, dikatakan Helfandi terdapat pada gaji yang sangat kecil, sementara kebutuhan hidup sangat tinggi.

"Dugaan kita bisa mengarah kepada profesi lain yang dikerjakan selain itu. Kita bicara logika, kebutuhan di sini sangat tinggi sedangkan gaji yang diterima sangat kecil, kalau begitu pulang saja ke kampung daripada kerjaan yang tidak benar," kata Helfandi.

"Kita patut mencurigai hal ini, karena kita tidak mau keberadaan prostitusi ini meresahkan. Kita bukan mau mendiskriminasi, tapi kalau arah mereka kesitu memang tidak boleh," kata Helfandi lagi.

Tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah memanggil pengelola kos- kosan dan pemilik Ruko untuk dimintai keterangannya.

"Hari ini juga kita akan panggil pengelola kos-kosan dan pemilik Ruko. Kita pertanyakan juga Ruko yang dijadikan rumah walet ini kok bisa dijadikan kos," ujar pria yang akrab dipanggil Iin ini.

Mantan Camat Tebing Tinggi ini pun tak menampik, jika razia yang digelar ini sudah bocor. Sebab, lokasi tersebut sudah sepi, sementara tanda-tanda sebelumnya ada aktivitas terlihat sangat jelas.

"Kemungkinan bocor ada. Padahal kami sudah melakukan operasi ini secara tertutup. Hal ini kan terlihat di lokasi pertama, dimana di sana terdapat bekas aktivitas seperti baju yang sedang dicuci dan rokok yang terlihat masih menyala," ungkap Helfandi.

Kendati demikian, Helfandi mengaku akan terus melakukan razia-razia seperti ini dan melakukan pengawasan rutin. Pihaknya juga memilih tempat hiburan sebagai target razia. Mengingat, potensi terjadinya pelanggaran di lokasi hiburan tergolong tinggi.

"Kami akan terus melakukan razia seperti ini secara berkala dan kontiniu. Semoga berbagai kegiatan negatif di Kota Selatpanjang bisa ditekan," pungkas Helfandi.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Belum Lapor ke Dispar, Sejumlah Obyek Wisata di Riau Kembali Beroperasi
  • Anggota DPRD Riau Pertanyakan Kesiapan Pemprov Terapkan New Normal
  • Imbas Corona, 2.226 Karyawan Distributor Nike Dirumahkan
  • Ada 18 PDP Baru di Riau, Tersebar di Beberapa Kabupaten/Kota, 9 Pria dan 9 Wanita
  • Ratusan Balita dan Anak-anak di Surabaya Terpapar Virus Corona
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved