Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:00 - Status PSST Desa Bandul Di...
09:29 - Tokoh Masyarakat Riau: Ane...
20:04 - Kadiskes Meranti Berkoar-k...
17:56 - Enam Kasus Baru Corona di ...
16:34 - Sidak ke Kepulauan Meranti...
21:20 - Sempat Ditemukan Belatung,...
15:38 - Waduh, Ikan Kaleng Bantuan...
20:03 - Pingsan di Rumah, Warga Se...
06:32 - FPI Bersama YFM Kepulauan ...
21:54 - Apel Pagi Pemkab Kepulauan...
20:23 - Fasilitas di Ruang Isolasi...
17:45 - Wakil Bupati Said Hasyim K...
15:18 - Miris, Pasien Covid-19 yan...
11:35 - Jadi Tempat Isolasi PDP, ...
16:24 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
13:46 - SKK Migas – EMP Malacca ...
16:38 - Ribut-ribut Pakai Hazmat S...
20:47 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
20:22 - 17 Desa di Kepulauan Meran...
18:18 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:39 - Satu Pasien Positif Covid-...
18:35 - Kasus Corona di Kepulauan ...
14:21 - Inflasi Tinggi, Pemkab Kep...
16:17 - Pemkab Kepulauan Meranti T...
12:24 - Dua Desa di Tebingtinggi T...
17:05 - Camat Tebingtinggi Galang...
06:24 - Pejabat Humas Pemkab Kepul...
19:30 - Desa Bandul Blocking Area,...
19:07 - Hasil Tracing Terhadap PD...
15:26 - Bupati Meranti Sempat Kont...
19:42 - Bank Riau Kepri Selatpanja...
17:46 - Dua Warga Meranti Sudah Po...
16:32 - Hasil Swab Keluar, Satu PD...
11:32 - Ringankan Beban Nelayan Ak...
17:28 - Dua Positif Rapid Test, Ti...
22:27 - Masuk Daftar Susulan Pener...
16:44 - Tidak Ada Izin, Cucian Mot...
22:08 - Jelang Berbuka Puasa, FPI ...
22:11 - Nekad Masuk Wilayah Kepula...
05:13 - Pendapatan Nol Akibat Coro...
22:12 - Bupati Irwan Tegaskan Pega...
17:00 - Pindah Domisili Tidak Mela...
16:29 - Desa Baran Melintang Jadi ...
10:11 - Tabrak Pot Bunga di Pinggi...
20:05 - PSDKP Kepulauan Meranti Be...
19:25 - Tinjau Pasokan Sembako, Wa...
15:11 - IPRPS, Remesta, dan GPRM B...
10:54 - Kabar Gembira dari PLN, Di...
19:47 - Mulai 6 Mei, Semua Penyebe...
16:22 - Tidak Memenuhi Syarat, Kep...
 
Walau Kekurangan Biaya, Tim Pemadam BPBD Meranti Tetap Semangat Padamkan Karhutla
Sabtu, 31 Agustus 2019 - 19:05:28 WIB

SELATPANJANG - Petugas pemadaman dari Satgas Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) terus berupaya memadamkam api di Kepulauan Meranti.

Banyak kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjinakkan kebakaran yang mayoritas berada di areal gambut.

Karena adanya titik api baru, petugas harus melakukan pemadaman dan harus tinggal berhari-hari di lapangan.

Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengatakan, saat ini kebakaran sudah berlangsung lama di Dusun Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Hampir tiga minggu petugas bertungkus lumus di sana.

"Sudah tiga minggu tim kita bersama tim gabungan lainnya di sana. Hampir 30 hektar api melalap lahan kebun sagu yang mayoritas lahan gambut," kata M Edy Afrizal.

Edy melanjutkan, saat petugas sedang melakukan pendinginan dan sudah mengemas peralatan pemadaman untuk kemudian pulang, api kembali muncul di titik lain. 

"Saat tim sedang melakukan pendinginan di Kampung Balak dan bersiap akan kembali pulang, desa sebelahnya Desa Mengkikip tiba- tiba terbakar," ujar Edy.

Saat ini sudah tiga hari tim melakukan pemadaman di sana, diperkirakan sudah hampir 3 hektar lahan yang terbakar. Untuk menghemat biaya, BPBD terpaksa mengalihkan tim yang berada di Kampung Balak untuk melakukan pemadaman di Mengkikip.

"Untuk menghemat biaya, tim kita yang berada di Kampung Balak kita alihkan ke Mengkikip, karena kalau mengirim tim dari Selatpanjang kita harus mengeluarkan biaya lagi dan yang di Kampung Balak, tim Manggala Agni yang handle," kata Edy.

Edy mengungkapkan, saat ini tim pemadaman mengalami kendala dimana selain selang, tim pemadam juga mengalami krisis anggaran.

"Karena kepala api sudah jauh, maka kendala kita itu adalah selang yang kurang panjang. Selain itu anggaran untuk biaya akomodasi di lapangan juga kurang yang digunakan untuk beli minyak dan makan anggota," ujar Edy.

Edy menambahkan anggaran yang dialokasikan untuk pemadaman itu hanya Rp500 juta pertahun, dan itu diangggap masih kurang. Walaupun begitu tim masih semangat dalam menjalankan tugas.

"Setahun itu hanya Rp500 juta dan itu sudah termasuk honor anggota. Kita sudah mengajukan, namun belum ada tanggapan, termasuk ke provinsi yang belum ada respon. Untuk di Kampung Balak kemarin saja kita kekurangan dana untuk membeli makanan dan minyak, namun anggota masih semangat," keluh Edy. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kadisdik Bengkalis Ungkap Pembelajaran di Rumah Lanjut Sampai 14 Juni
  • Terkait Gaji Honorer, Pemkab Bengkalis Diminta Tunda Kegiatan Fisik
  • Empat Provinsi Termasuk Riau, Nihil Kasus Corona Hari Ini
  • Tambah 700, Pasien Corona di Indonesia Hari Ini Tembus 26.473 Kasus
  • Mahasiswa Kukerta UNRI bersama IPKKI Riau Salurkan APD ke Puskesmas di Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved