Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

22:46 - Tidak Ada Penumpang Sejak ...
16:28 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
11:44 - Dinilai Sangat Efektif, Bu...
22:02 - 10 Desa di Kabupaten Kepul...
21:56 - Kehadiran HNSI Kepulauan M...
18:46 - Aksi Damai Terkait Covid-1...
19:26 - Kecamatan 3T Meranti Seger...
10:10 - Bantah Ada Perdebatan deng...
15:36 - Sembako Bansos Covid-19 Ke...
20:17 - Polres Kepulauan Meranti G...
12:04 - PDP di Meranti Meninggal D...
14:19 - Karantina Selatpanjang Hib...
16:35 - Dugaan Penyalahgunaan Dana...
18:56 - Menuju New Normal, Pemkab ...
12:02 - Gubri Minta Rencana Masuk ...
19:22 - Pasir dari BumDes di Meran...
14:38 - Hanya 4 Pejabat yang Dafta...
15:50 - Belum Resmi Mendaftar, Ada...
10:54 - Bumdes Puteri Panglima Des...
10:20 - Sempat Terjadi Kekosongan,...
09:30 - HUT Bhayangkara, Polres Ke...
22:38 - Belum Dibayar, Supplier An...
21:43 - Jelang Penutupan, Lelang J...
19:41 - Bupati Kepulauan Meranti K...
10:56 - Hari Bhayangkara, Polres K...
09:58 - Warga Rangsang Barat Tewas...
09:49 - Tiga Hari Hilang, Jupri Wa...
19:03 - Danrem 031/WB Kunjungi Kep...
17:47 - Direktur Bumdes Hasrat Des...
17:33 - Telur, Kacang, dan Cabai I...
10:55 - Empat Program Berkorelasi,...
08:35 - Dilantik Jadi Pejabat Pemp...
20:35 - RSUD Kepulauan Meranti Buk...
16:04 - Tuntut Transparansi Dana C...
19:32 - BLT Dana Desa di Kepulauan...
09:22 - Setelah 28 Hari, Akses Ter...
17:11 - Desak Kadiskes Kepulauan M...
17:51 - Dimediasi HNSI, Konflik An...
09:12 - Terinspirasi Tradisi Kuno ...
11:03 - Batal Dibiayai DAK, Hutang...
17:34 - Isu Kepala Diskes Kepulaua...
10:51 - Soal Hiburan Malam di Kepu...
09:34 - Buaya Sepanjang Dua Meter ...
19:44 - DPRD Meranti Kecewa, Lapor...
14:50 - Rapat Anggaran Covid-19 Ke...
18:16 - Selama PSST, Warga Desa Ba...
17:45 - Mulai Juli, Masyarakat Kep...
18:45 - 25 Surat Kesehatan Diduga ...
19:28 - Imbas Pandemi Corona, Pemi...
15:51 - Bantuan Infrastruktur Ting...
 
Walau Kekurangan Biaya, Tim Pemadam BPBD Meranti Tetap Semangat Padamkan Karhutla
Sabtu, 31 Agustus 2019 - 19:05:28 WIB

SELATPANJANG - Petugas pemadaman dari Satgas Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) terus berupaya memadamkam api di Kepulauan Meranti.

Banyak kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjinakkan kebakaran yang mayoritas berada di areal gambut.

Karena adanya titik api baru, petugas harus melakukan pemadaman dan harus tinggal berhari-hari di lapangan.

Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengatakan, saat ini kebakaran sudah berlangsung lama di Dusun Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Hampir tiga minggu petugas bertungkus lumus di sana.

"Sudah tiga minggu tim kita bersama tim gabungan lainnya di sana. Hampir 30 hektar api melalap lahan kebun sagu yang mayoritas lahan gambut," kata M Edy Afrizal.

Edy melanjutkan, saat petugas sedang melakukan pendinginan dan sudah mengemas peralatan pemadaman untuk kemudian pulang, api kembali muncul di titik lain. 

"Saat tim sedang melakukan pendinginan di Kampung Balak dan bersiap akan kembali pulang, desa sebelahnya Desa Mengkikip tiba- tiba terbakar," ujar Edy.

Saat ini sudah tiga hari tim melakukan pemadaman di sana, diperkirakan sudah hampir 3 hektar lahan yang terbakar. Untuk menghemat biaya, BPBD terpaksa mengalihkan tim yang berada di Kampung Balak untuk melakukan pemadaman di Mengkikip.

"Untuk menghemat biaya, tim kita yang berada di Kampung Balak kita alihkan ke Mengkikip, karena kalau mengirim tim dari Selatpanjang kita harus mengeluarkan biaya lagi dan yang di Kampung Balak, tim Manggala Agni yang handle," kata Edy.

Edy mengungkapkan, saat ini tim pemadaman mengalami kendala dimana selain selang, tim pemadam juga mengalami krisis anggaran.

"Karena kepala api sudah jauh, maka kendala kita itu adalah selang yang kurang panjang. Selain itu anggaran untuk biaya akomodasi di lapangan juga kurang yang digunakan untuk beli minyak dan makan anggota," ujar Edy.

Edy menambahkan anggaran yang dialokasikan untuk pemadaman itu hanya Rp500 juta pertahun, dan itu diangggap masih kurang. Walaupun begitu tim masih semangat dalam menjalankan tugas.

"Setahun itu hanya Rp500 juta dan itu sudah termasuk honor anggota. Kita sudah mengajukan, namun belum ada tanggapan, termasuk ke provinsi yang belum ada respon. Untuk di Kampung Balak kemarin saja kita kekurangan dana untuk membeli makanan dan minyak, namun anggota masih semangat," keluh Edy. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Riau Tambah 1 Posko Check Point, Pemeriksaan Jalur Darat dan Laut Diperketat
  • Kuota Layanan Paspor di Imigrasi Dumai Selama Pandemi Covid-19 Dibatasi 50 Persen
  • Stuban Bansos, Komisi II DPRD Kampar Kunker ke Dinas Sosial Kabupaten Siak
  • Forum CSR Bengkalis Diaktifkan Kembali Setelah 5 Tahun Vakum
  • Pecah Rekor, Indonesia Periksa 23.519 Spesimen Covid-19 Hari Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved