Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:28 - Imbas Pandemi Corona, Pemi...
15:51 - Bantuan Infrastruktur Ting...
14:56 - Tagihan Listrik Warga Kota...
20:15 - Forum Puspa Sagu Kepulauan...
18:37 - Kepulauan Meranti Zona Mer...
16:19 - Kapolres Kepulauan Meranti...
11:14 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
15:53 - 145 CJH Kepulauan Meranti ...
16:49 - Indra Yovi: Penanganan Cov...
14:27 - Penerapan New Normal, Polr...
17:59 - RSUD Kepulauan Meranti Pen...
16:00 - Status PSST Desa Bandul Di...
09:29 - Tokoh Masyarakat Riau: Ane...
20:04 - Kadiskes Meranti Berkoar-k...
17:56 - Enam Kasus Baru Corona di ...
16:34 - Sidak ke Kepulauan Meranti...
21:20 - Sempat Ditemukan Belatung,...
15:38 - Waduh, Ikan Kaleng Bantuan...
20:03 - Pingsan di Rumah, Warga Se...
06:32 - FPI Bersama YFM Kepulauan ...
21:54 - Apel Pagi Pemkab Kepulauan...
20:23 - Fasilitas di Ruang Isolasi...
17:45 - Wakil Bupati Said Hasyim K...
15:18 - Miris, Pasien Covid-19 yan...
11:35 - Jadi Tempat Isolasi PDP, ...
16:24 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
13:46 - SKK Migas – EMP Malacca ...
16:38 - Ribut-ribut Pakai Hazmat S...
20:47 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
20:22 - 17 Desa di Kepulauan Meran...
18:18 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:39 - Satu Pasien Positif Covid-...
18:35 - Kasus Corona di Kepulauan ...
14:21 - Inflasi Tinggi, Pemkab Kep...
16:17 - Pemkab Kepulauan Meranti T...
12:24 - Dua Desa di Tebingtinggi T...
17:05 - Camat Tebingtinggi Galang...
06:24 - Pejabat Humas Pemkab Kepul...
19:30 - Desa Bandul Blocking Area,...
19:07 - Hasil Tracing Terhadap PD...
15:26 - Bupati Meranti Sempat Kont...
19:42 - Bank Riau Kepri Selatpanja...
17:46 - Dua Warga Meranti Sudah Po...
16:32 - Hasil Swab Keluar, Satu PD...
11:32 - Ringankan Beban Nelayan Ak...
17:28 - Dua Positif Rapid Test, Ti...
22:27 - Masuk Daftar Susulan Pener...
16:44 - Tidak Ada Izin, Cucian Mot...
22:08 - Jelang Berbuka Puasa, FPI ...
22:11 - Nekad Masuk Wilayah Kepula...
 
Sidak BBPOM di Meranti, Cuka Asli Selatpanjang Dimusnahkan
Jumat, 24 Mei 2019 - 18:17:54 WIB
Cuka asli Selatpanjang yang disita.
Cuka asli Selatpanjang yang disita.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan minimarket yang ada di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti.

Hasilnya, sejumlah produk yang tidak punya izin edar berhasil diamankan dan langsung dimusnahkan.

Ada sebanyak 24 jenis bahan makanan yang berhasil disita di salah satu toko Sembako yang berada di Pasar Sandang Pangan. Salah satunya yakni cuka putih dan cuka hitam produksi asli Kota Selatpanjang.

Puluhan jenis bahan makanan yang tidak punya izin edar itu berasal dari Negeri Jiran Malaysia, sedangkan cuka tersebut, masa P IRT nya sudah tidak berlaku lagi.

Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Pekanbaru, Ully Mandasari mengatakan Sidak ini dilakukan dalam upaya untuk melindungi masyarakat saat pada bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri.

"Sidak ini dilakukan dalam upaya melindungi masyakarat dari makanan yang mengandung bahan berbahaya. Semua makanan yang beredar ini harus dimusnahkan, karena tidak ada yang menjamin kesehatannya," kata Ully, Jumat (24/5/2019).

Saat memeriksa di toko tersebut, pihak BBPOM juga menemukan toko Sembako milik Akim juga menyimpan sejumlah bahan makanan yang berbahaya.

Dirinya mengatakan bahwa ada penemuan bahan borak yang dijual untuk keperluan menjadi pengawet bahan makanan. 

"Jadi biasanya sawit-sawit yang daunnya mulai menguning itu ditambahkan boraks Pentahidrat namanya. Oleh pengusaha yang nakal itu dijadikan sebagai garam pengembang untuk bahan bakso, kerupuk, tahu, lontong, mi juga ada," ujar Mandasari.

Efek yang bisa ditimbulkan dari makanan jenis ini dikatakan Manda dapat menimbulkan Kanker bagi tubuh manusia.

Dikatakan Mandasari produk Boraks yang ditemukan di sana adalah bahan pupuk yang biasa digunakan tanaman sawit.

Akibat penemuan ini pelaku usaha toko Sembako tersebut telah diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi menjual bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

"Nanti kalau masih ditemukan lagi nanti kita akan lanjutkan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tuturnya.

Terhadap bahan pangan tersebut didata oleh BBPOM dan kemudian dimusnahkan di tempat. Pemusnahan  langsung oleh pemilik toko.

Selain melakukan Sidak terhadap barang yang tidak layak edar, BBPOM juga melakukan sampling terhadap jajanan di Bazar Ramadan.

Kepada penjual jajanan di Bazar Ramadan yang menjual makanan dengan kandungan berbahaya akan ada tindakan yang diberikan.

"Nanti akan ada pembinaan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan. Kita akan beritahu bahan pangan yang mana layak dikonsumsi oleh masyarakat," pungkasnya.

Untuk melakukan pengawasan dikatakan Manda saat ini sudah ada tim terpadu pengawasan bahan berbahaya yang sudah ada di masing-masing dinas terkait.

"Nanti kita akan bersinergi melakukan pengawasan," ujar Manda.

Terakhir dikatakan Manda pihaknya juga melakukan pembagian brosur informasi terkait bahan-bahan pangan yang berbahaya.

"Kita turun ke Bazar Ramadan membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan tentang informasi bahan tambahan pangan apa saja yang berbahaya, bagaimana ciri-cirinya, efeknya apa saja cara mengenalinya bagaimana dan jika ragu jangan pernah membelinya," kata Manda.

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian menyambut baik atas agenda rutin yang dilaksanakan oleh BBPOM Pekanbaru. 

"Kami menyambut baik, kemungkinan ini tindaklanjut dari agenda tim terpadu yang kemarin, dan sempat dibahas di Provinsi Riau. Lagipun BBPOM juga rutin laksanakan kegiatan mereka di Meranti," ujarnya. 

Menurutnya, setelah porsi pengawasan pasar diambil alih oleh provinsi, ia mengaku Pemda Kepulauan Meranti tidak bisa berbuat banyak. 

"Kalaupun ada temuan kita tegur, ataupun bila ditemukan kejanggalan kami hanya bisa berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi dan ke BBPOM Pekanbaru, " ujarnya. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • PLN Imbau Masyarakat Laporkan Tagihan Listrik yang Melonjak, Ini Caranya
  • Sudah Dua Minggu Kasus Baru Corona di Pekanbaru Nihil, Pemko Rancang Pengembalian Anggaran
  • Pemkab Siak Siapkan Anggaran untuk Hadapi New Normal
  • Bertambah 13 Pasien dari Kota Padang, Positif Corona di Sumbar Capai 607 Kasus
  • Data Penerima Masih Proses Verifikasi, Insentif Covid-19 Nakes di Riau Belum Cair
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved