Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

11:35 - Jadi Tempat Isolasi PDP, ...
16:24 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
13:46 - SKK Migas – EMP Malacca ...
16:38 - Ribut-ribut Pakai Hazmat S...
20:47 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
20:22 - 17 Desa di Kepulauan Meran...
18:18 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:39 - Satu Pasien Positif Covid-...
18:35 - Kasus Corona di Kepulauan ...
14:21 - Inflasi Tinggi, Pemkab Kep...
16:17 - Pemkab Kepulauan Meranti T...
12:24 - Dua Desa di Tebingtinggi T...
17:05 - Camat Tebingtinggi Galang...
06:24 - Pejabat Humas Pemkab Kepul...
19:30 - Desa Bandul Blocking Area,...
19:07 - Hasil Tracing Terhadap PD...
15:26 - Bupati Meranti Sempat Kont...
19:42 - Bank Riau Kepri Selatpanja...
17:46 - Dua Warga Meranti Sudah Po...
16:32 - Hasil Swab Keluar, Satu PD...
11:32 - Ringankan Beban Nelayan Ak...
17:28 - Dua Positif Rapid Test, Ti...
22:27 - Masuk Daftar Susulan Pener...
16:44 - Tidak Ada Izin, Cucian Mot...
22:08 - Jelang Berbuka Puasa, FPI ...
22:11 - Nekad Masuk Wilayah Kepula...
05:13 - Pendapatan Nol Akibat Coro...
22:12 - Bupati Irwan Tegaskan Pega...
17:00 - Pindah Domisili Tidak Mela...
16:29 - Desa Baran Melintang Jadi ...
10:11 - Tabrak Pot Bunga di Pinggi...
20:05 - PSDKP Kepulauan Meranti Be...
19:25 - Tinjau Pasokan Sembako, Wa...
15:11 - IPRPS, Remesta, dan GPRM B...
10:54 - Kabar Gembira dari PLN, Di...
19:47 - Mulai 6 Mei, Semua Penyebe...
16:22 - Tidak Memenuhi Syarat, Kep...
14:38 - Bupati Kepulauan Meranti P...
15:44 - Pemkab Meranti Salurkan Pa...
19:27 - Pemkab Kepulauan Meranti S...
14:54 - Rumah Sakit Covid-19 Kepul...
19:47 - Diskes Kepulauan Meranti R...
15:49 - Mahalnya Tarif Ambulance, ...
19:48 - Pemkab Kepulauan Meranti G...
18:13 - Sempat Hilang, Warga Kepul...
16:09 - Cari Korban yang Diterkam ...
12:16 - Dua Hasil Swab Negatif, Mr...
17:53 - Proses Pemulangan TKI Asal...
10:20 - Jika Boleh Impor Sendiri, ...
11:35 - Pemkab Kepulauan Meranti B...
 
Diduga Kawasan Hutan Lindung Tasik Nambus Dibabat untuk Lokasi Wisata
Minggu, 07 April 2019 - 17:37:40 WIB

SELATPANJANG - Kawasan Hutan Lindung Tasik Nambus diinformasikan telah dibabat oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) binaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti.

Informasi ini diterima dari M Yuda. Dia merupakan pelestari kawasan hutan lindung Tasik Nambus tahun sejak 1999.

Yuda mengatakan bahwa kawasan hutan lindung Tasik Nambus saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana pohon- pohon yang berada disekitar bibir tasik habis dibabat untuk pembangunan tempat wisata.

"Tasik Nambus tak lagi teduh seperti dulu. Sekarang sudah panas dan gersang, pohon- pohon banyak ditebang, katanya untuk membangun fasilitas wisata," kata Yuda, Minggu (7/4/2019).

Sebagai pelestari dan juru kunci hutan Tasik Nambus sejak puluhan tahun lamanya, Yuda sangat menyayangkan hal tersebut.

"Saya melihat banyak juga tempat wisata di daerah lain, tapi tidak seperti di Meranti. Mengolah wisata tak macam gitu caranya, kalaupun mau dibuat tempat wisata kenapa ditebang, harusnya kan dirawat," ungkap Yuda.

Kedepannya, Yuda berharap hutan lindung Tasik Nambus itu dijaga, sehingga kelestarian hutan bisa dinikmati. Yuda yang saat ini sudah berumur hampir satu abad tidak lagi menjaga hutan itu, namun dia sering menyempatkan diri untuk melihat- lihat ketenangan tasik yang berada ditengah hutan itu.

"Hutan yang sudah ditebang seluas satu jalur, sayang hutan itu. Jika sudah terlanjur ditebang, kedepannya jangan terjadi lagi, yang sudah tu sudah lah. Saya walaupun tidak lagi menjaga hutan ini saya sering kesini," ujar Yuda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengakui bahwa Pokdarwis binaan dinasnya sedang melakukan pembenahan di area Tasik Nambus untuk dibuat beberapa fasilitas untuk destinasi pariwisata. 

Namun dia membantah jika Pokdarwis tersebut melakukan hal hal yang berkaitan dengan pengrusakan hutan.

"Pokdarwis Laskar Merah Putih namanya. Mereka saat ini sedang melakukan pembenahan untuk membuat beberapa fasilitas. Jika ada laporan merusak alam itu tidak benar, yang ada kita itu menjaga. Mereka tidak ada menebang pohon, yang ada hanya menebas semak- semak, selain itu kerja mereka diawasi oleh dinas yang membawahi hutan lindung," ungkap Rizki.

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Harga Ayam di Pasar Tradisional Pekanbaru Melonjak Akibat Tradisi Masak Opor Saat Lebaran
  • PLN Sambung Aliran Listrik 7 Desa Terpencil di Riau Jelang Lebaran
  • Komunitas Pemuda Karya Sialang Sakti Gelar Festival Lampu Colok di Malam Takbiran
  • Adik Positif Corona, Satpol PP Sambangi Rumah Pedangdut Via Vallen
  • Timo Werner Cetak Rekor-rekor Baru Usai Hattrick ke Gawang Mainz
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved