Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

18:45 - 25 Surat Kesehatan Diduga ...
19:28 - Imbas Pandemi Corona, Pemi...
15:51 - Bantuan Infrastruktur Ting...
14:56 - Tagihan Listrik Warga Kota...
20:15 - Forum Puspa Sagu Kepulauan...
18:37 - Kepulauan Meranti Zona Mer...
16:19 - Kapolres Kepulauan Meranti...
11:14 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
15:53 - 145 CJH Kepulauan Meranti ...
16:49 - Indra Yovi: Penanganan Cov...
14:27 - Penerapan New Normal, Polr...
17:59 - RSUD Kepulauan Meranti Pen...
16:00 - Status PSST Desa Bandul Di...
09:29 - Tokoh Masyarakat Riau: Ane...
20:04 - Kadiskes Meranti Berkoar-k...
17:56 - Enam Kasus Baru Corona di ...
16:34 - Sidak ke Kepulauan Meranti...
21:20 - Sempat Ditemukan Belatung,...
15:38 - Waduh, Ikan Kaleng Bantuan...
20:03 - Pingsan di Rumah, Warga Se...
06:32 - FPI Bersama YFM Kepulauan ...
21:54 - Apel Pagi Pemkab Kepulauan...
20:23 - Fasilitas di Ruang Isolasi...
17:45 - Wakil Bupati Said Hasyim K...
15:18 - Miris, Pasien Covid-19 yan...
11:35 - Jadi Tempat Isolasi PDP, ...
16:24 - PT RAPP Serahkan Ratusan P...
13:46 - SKK Migas – EMP Malacca ...
16:38 - Ribut-ribut Pakai Hazmat S...
20:47 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
20:22 - 17 Desa di Kepulauan Meran...
18:18 - Hasil Rapid Test Reaktif, ...
17:39 - Satu Pasien Positif Covid-...
18:35 - Kasus Corona di Kepulauan ...
14:21 - Inflasi Tinggi, Pemkab Kep...
16:17 - Pemkab Kepulauan Meranti T...
12:24 - Dua Desa di Tebingtinggi T...
17:05 - Camat Tebingtinggi Galang...
06:24 - Pejabat Humas Pemkab Kepul...
19:30 - Desa Bandul Blocking Area,...
19:07 - Hasil Tracing Terhadap PD...
15:26 - Bupati Meranti Sempat Kont...
19:42 - Bank Riau Kepri Selatpanja...
17:46 - Dua Warga Meranti Sudah Po...
16:32 - Hasil Swab Keluar, Satu PD...
11:32 - Ringankan Beban Nelayan Ak...
17:28 - Dua Positif Rapid Test, Ti...
22:27 - Masuk Daftar Susulan Pener...
16:44 - Tidak Ada Izin, Cucian Mot...
22:08 - Jelang Berbuka Puasa, FPI ...
 
Menjelang Akhir Masa Jabatan, Ini Fokus Bupati Meranti
Rabu, 27 Maret 2019 - 11:20:27 WIB

SELATPANJANG - Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir mengatakan dirinya fokus terhadap dua hal, yakni penurunan angka kemiskinan dan membangun interkoneksi untuk membuka wilayah dari keterisoliran.

Bupati mengatakan masalah utama yang dihadapi Kabupaten termuda di Propinsi Riau itu adalah tingginya angka kemiskinan dan minimnya infrastuktur dasar bagi masyarkat.

Dikatakan, selama pemerintahannya sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari angka 43 persen menjadi 28 persen.

Dia menuturkan angka tersebut masih tinggi, untuk itu dia akan berusaha menurunkan lima persen lagi angka kemiskinan tersebut.

"Dari awal kabupaten ini terbentuk, angka kemiskinan sangat tinggi yakni 43 persen. Angka kemiskinan di Meranti hari ini mencapai 28 persen, ini adalah tingkat kemiskinan yang tertinggi di Riau dan juga termasuk yang tertinggi di Indonesia," ujar Bupati

Bupati mengatakan tahun ini pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan sebesar 5 persen.

"Terakhir pada tahun 2020 kita targetkan tingkat kemiskinan bisa kita turunkan. Sehingga menjelang jabatan saya berakhir, angka kemiskinan itu berada pada angka 23 persen, karena menurunkan angka kemiskinan ini tidak lah mudah," tuturnya.

Oleh sebab itu Irwan mengatakan untuk mencapai hal tersebut, seluruh OPD diharapkan bisa melakukan penajaman program.

"Untuk itu semua kita harus bekerja keras, bagaimana tingkat kemiskinan ini bisa kita tekan seminimal mungkin," ujarnya.

Selain berusaha menekan angka kemiskinan, Bupati dua periode itu juga fokus terhadap pembangunan infrastuktur dasar bagi masyakarat untuk membuka interkoneksi.

Bupati mengatakan, infrastruktur merupakan salah satu aspek yang sangat vital dalam mendongkrak laju perekonomian sebuah daerah. Untuk itu, kesiapan infrastruktur, khususnya jalan, di sebuah daerah terpencil, mutlak dibutuhkan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur bagi masyarakat dampaknya akan berimbas pada lancarnya lalu lintas karena konektivitas antarwilayah juga semakin meningkat. Bukan itu saja, tingginya mobilitas warga tentu akan berdampak pada kondusifnya iklim perekonomian di desa - desa," ungkap Irwan.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan mengatakan apa yang ingin dicapai Bupati menjelang masa berakhirnya jabatan yakni membangun infrastuktur dasar dan menurunkan angka kemiskinan adalah sesuatu yang berhubungan erat.

Menurutnya, konektivitas antar desa di Kepulauan Meranti yang notabene merupakan daerah berpulau sangat diperlukan, untuk memperlancar arus manusia maupun logistik. Dampaknya pada perekonomian warga di daerah tersebut dan ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jika infrastuktur sudah dibangun dengan bagus. Ujung-ujungnya, ekonomi masyarakat akan terdongkrak lebih baik lagi," ungkap Fauzi.

Penulis: Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Desa, Ini yang Dilakukan Camat Bandar Petalangan
  • Kabar Gembira, Pakar Akui Minyak Kelapa Dapat Membunuh Virus Corona
  • Hasil Swab Satu PDP Rohil Negatif, Kini Masih Dirawat di Rumah Sakit Pekanbaru
  • Helikopter Militer Jatuh dan Terbakar di Kendal, 6 Orang Sempat Menyelamatkan Diri
  • Warga Natuna Pasien Positif Corona di Riau Sempat Keliling Pekanbaru, Akan Dilakukan Tracing Kontak
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved