PEKANBARU - Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di ARYADUTA Pekanbaru tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera.
Perayaan tahun ini dikemas dengan nuansa budaya melalui program “ARYADUTA Berkebaya”, yang mengajak karyawan mengenakan busana tradisional Indonesia.
Upacara bendera diikuti jajaran manajemen dan seluruh karyawan ARYADUTA Pekanbaru. Para karyawan perempuan tampil mengenakan kebaya, sedangkan karyawan laki-laki mengenakan batik.
Pemandangan tersebut membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa berbeda. Khidmatnya upacara berpadu dengan keberagaman busana Nusantara yang merepresentasikan identitas budaya Indonesia.
Program “ARYADUTA Berkebaya” menjadi bagian dari upaya ARYADUTA Pekanbaru untuk menghidupkan kembali kebanggaan terhadap warisan budaya nasional melalui lingkungan kerja.
Kebaya tidak sekadar diposisikan sebagai pakaian tradisional. Busana tersebut memiliki nilai sejarah dan filosofi yang lekat dengan perjalanan budaya Indonesia.
Penggunaan kebaya dalam momentum kemerdekaan sekaligus menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaannya di tengah perubahan zaman.
Semangat serupa ditunjukkan melalui penggunaan batik oleh karyawan laki-laki. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, batik menjadi representasi kekayaan tradisi Nusantara yang tetap relevan digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk di lingkungan profesional.

Assistant Marketing Communication Manager ARYADUTA Pekanbaru, Renta Pakpahan mengatakan, peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk menerjemahkan rasa cinta terhadap Indonesia dalam tindakan sederhana.
“Melalui ARYADUTA Berkebaya, kami ingin menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa mencintai Indonesia juga dapat diwujudkan melalui hal sederhana, salah satunya dengan bangga mengenakan dan melestarikan busana warisan budaya kita,” ucapnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kebaya dan batik merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi masa kini.
“Kebaya dan batik adalah bagian dari identitas Indonesia yang patut kita kenalkan dan terus jaga bersama,” ujar Renta.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan HUT ke-81 RI di ARYADUTA Pekanbaru memperlihatkan bagaimana momentum kemerdekaan dapat dikaitkan dengan pelestarian budaya.
Kebersamaan karyawan dalam balutan kebaya dan batik menjadi simbol bahwa menjaga identitas Indonesia dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya dapat tetap hidup ketika dikenakan, diperkenalkan, dan ditempatkan dalam konteks kehidupan masa kini.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan gaya hidup dan budaya yang berlangsung cepat.
Pelestarian warisan budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar, tetapi juga dapat hadir lewat pilihan sederhana dalam keseharian.
Melalui “ARYADUTA Berkebaya”, semangat kemerdekaan akhirnya tidak berhenti pada penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Perayaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi Indonesia berarti turut menjaga kekayaan budaya yang membentuk jati diri bangsa.