SUMBAR – Upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Salah satunya dilakukan Telkomsel dengan menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Telkomsel Jaga Bumi Movement, sebuah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Tidak hanya menanam mangrove, kegiatan juga diawali dengan aksi bersih-bersih pantai guna mengurangi sampah yang berpotensi mencemari laut.
Para peserta kemudian mengikuti pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar diesel, serta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya hutan mangrove dalam menyerap karbon, menjaga kualitas perairan, hingga melindungi garis pantai dari abrasi.
Puluhan relawan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari karyawan Telkomsel, masyarakat setempat, komunitas lingkungan, pemerintah nagari, hingga organisasi konservasi seperti KKI WARSI dan LPHN.
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya'bani menegaskan, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
"Kami menyadari bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan," ucap Rifki.
"Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi. Kami percaya bahwa upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," bebernya.
Nagari Sungai Pinang dipilih karena memiliki kawasan mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer, vegetasi mangrove juga menjadi benteng alami terhadap abrasi, menjaga kualitas perairan, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut.
Program Telkomsel Jaga Bumi Movement tidak hanya berfokus pada aksi penanaman pohon, tetapi juga dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan masyarakat luas melalui tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Future Impact Challenge, yakni kompetisi nasional bagi generasi muda berusia 15 hingga 35 tahun untuk menghadirkan inovasi dalam menjawab persoalan lingkungan dan perubahan iklim.
Program ini berlangsung sejak April hingga Juli 2026 dan ditutup dengan final serta pemberian penghargaan di Yogyakarta.
Pilar kedua berupa Talkshow Series, yang menghadirkan akademisi, praktisi, komunitas, dan pelaku industri dalam diskusi mengenai isu perubahan iklim, ekonomi sirkular, serta masa depan keberlanjutan lingkungan.
Sementara pilar ketiga diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon dan lokakarya di empat wilayah Indonesia, yakni Bogor, Palu, Pesisir Selatan, dan Kulon Progo, dengan melibatkan masyarakat lokal dalam setiap rangkaian kegiatan.
Komitmen Telkomsel terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui program Carbon Offset bekerja sama dengan platform Jejak.in.
Melalui program tersebut, pelanggan dapat berkontribusi dalam penanaman pohon hanya dengan menukarkan Telkomsel Poin melalui aplikasi MyTelkomsel maupun layanan SMS.
Setiap penukaran poin akan dikonversi menjadi penanaman pohon, sementara perkembangan pohon tersebut dilaporkan secara berkala melalui surat elektronik pelanggan.
Di sektor pengelolaan limbah, Telkomsel menggandeng PlusTik dan Liberty Society untuk mendaur ulang kemasan kartu SIM serta cangkang kartu perdana menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti paving block, tempat sampah, kotak serbaguna, hingga perlengkapan bagi mitra outlet.
Perusahaan juga menjalankan program pemanfaatan pakaian bekas karyawan menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Selain melibatkan pelanggan, Telkomsel juga menggerakkan karyawannya melalui berbagai program internal, di antaranya Green Challenge, Smart Mobility Initiative, Energy Saving Movement, dan Carbon Calculator Activation.
Inisiatif tersebut bertujuan membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program Telkomsel Jaga Bumi telah mengajak lebih dari 121 ribu pelanggan berpartisipasi dalam program carbon offset melalui penukaran Telkomsel Poin.
Hingga kini, lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota dan kabupaten, mencakup area konservasi seluas 37 hektare, dengan estimasi kemampuan menyerap emisi karbon mencapai lebih dari 83 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e).(rilis)