FINLANDIA – Transformasi digital Indonesia memasuki fase baru setelah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Nokia dan NVIDIA untuk mempercepat modernisasi jaringan telekomunikasi nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi strategis tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menyiapkan fondasi infrastruktur digital masa depan yang mampu mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.
Melalui kerja sama ini, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama Indosat dalam penggelaran teknologi 5G Radio Access Network (RAN) pada spektrum frekuensi rendah maupun menengah.
Implementasi tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas, cakupan, dan kualitas layanan jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indosat dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi pelanggan, mulai dari kebutuhan hiburan digital, gaming, pendidikan, pekerjaan, hingga komunikasi sehari-hari.
Modernisasi jaringan yang dilakukan Indosat tidak sekadar meningkatkan layanan telekomunikasi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan berbagai layanan berbasis AI di Indonesia.
Infrastruktur baru tersebut akan mendukung kebutuhan pelanggan ritel maupun korporasi di berbagai sektor strategis, seperti layanan publik, industri manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian digital.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menegaskan, transformasi jaringan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pengalaman digital yang lebih bermakna bagi masyarakat.
"Di Indosat, kami terus berkembang untuk melayani pelanggan lebih baik dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam dan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berarti bagi mereka," ujar Vikram Sinha, Rabu (10/6/2026).
"Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan," tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat kesiapan Indosat dalam menghadirkan berbagai inovasi digital generasi berikutnya sekaligus mendukung transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network), teknologi yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan infrastruktur jaringan seluler.
Nokia dan NVIDIA sebelumnya telah bekerja sama dengan Indosat dalam pengembangan AI-RAN dan berhasil melakukan panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress 2026.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
Melalui proyek tersebut, Nokia akan mengembangkan algoritma AI baru yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi pada platform AI-RAN milik NVIDIA.
Teknologi ini diharapkan menjadi salah satu elemen utama dalam pengujian jaringan mendatang.
Indosat juga terus memperkuat pengembangan AI Grid, yakni ekosistem kecerdasan terintegrasi yang mengombinasikan AI factories terpusat dengan infrastruktur AI-RAN yang tersebar di berbagai lokasi.
Model ini dirancang untuk memperluas akses AI dan konektivitas kepada jutaan masyarakat Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Saat ini, implementasi teknologi tersebut telah mendukung berbagai solusi nyata di sektor kesehatan, pendidikan, layanan publik, dan pertanian modern.
Pengembangannya turut diperkuat melalui AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center.
President dan CEO Nokia, Justin Hotard menilai, industri telekomunikasi global sedang memasuki era baru yang menuntut integrasi antara jaringan, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional.
"Babak berikutnya dari evolusi jaringan akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi," kata Justin Hotard.
"Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun evolusi jaringan berikutnya, yaitu jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang," sambungnya.
Menurutnya, investasi pada jaringan generasi baru akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus meningkatkan efisiensi operasional operator telekomunikasi.
Sementara itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishtabmenyebut, kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan yang mendukung transformasi digital dalam skala besar.
"Indosat dan Nokia menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, serta mendukung transformasi digital dalam skala besar," ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi proyek, Nokia akan menghadirkan berbagai perangkat jaringan generasi terbaru, termasuk radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform otomasi dan manajemen jaringan berbasis AI.
Teknologi tersebut memungkinkan operasional jaringan yang lebih cerdas, hemat energi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
Indosat menargetkan implementasi 5G pada pita frekuensi menengah dapat menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun ke depan.
Sementara itu, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan nasional.(rilis)