MEDAN - Momentum Iduladha seringkali identik dengan rutinitas penyembelihan dan pembagian daging kepada masyarakat.
Namun, pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah kali ini, sebuah pendekatan berbeda dan lebih berdampak dihadirkan di wilayah Sumatera.
Tidak sekadar menyalurkan hewan kurban, kegiatan ini disulap menjadi roda penggerak ekonomi mikro sekaligus wujud nyata pemerataan sosial.
Langkah ini diinisiasi oleh Telkomsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya, "Sambungkan Senyuman".
Tahun ini, perusahaan telekomunikasi digital tersebut memfokuskan bantuannya agar lebih tepat sasaran dan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat luas, khususnya kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
Tercatat, sebanyak 10 ekor sapi dan 100 ekor kambing didistribusikan ke berbagai titik di Sumatera.
Menariknya, rantai kebaikan ini tidak berhenti pada penyerahan hewan kurban mentah.
Guna memastikan pemerataan manfaat, Telkomsel mengemas sebagian bantuan dalam bentuk olahan makanan siap saji, sebuah inovasi yang sangat memudahkan masyarakat dengan keterbatasan fasilitas memasak.
Dalam pelaksanaannya, Telkomsel tidak berjalan sendiri. Pengadaan hingga distribusi bantuan kurban melibatkan kolaborasi erat dengan lembaga kemanusiaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Pelibatan UMKM lokal inilah yang menjadi kunci pembeda, memastikan perputaran uang tetap berada di ekosistem akar rumput dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki H Bramono menegaskan, inisiatif ini dirancang agar terlepas dari kesan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
"Bagi Telkomsel, momentum Iduladha bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi menjadi refleksi komitmen kami untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat," ungkap Saki, Senin (25/5/2026).
"Setiap tahun, kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya sampai, tetapi juga benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan," sambungnya.
Bantuan yang mengalir di Sumatera nyatanya bukan murni berasal dari kas perusahaan semata. Terdapat nilai gotong royong yang kuat di balik layar "Sambungkan Senyuman".
Dana kurban tersebut merupakan akumulasi dari kontribusi perusahaan, urunan ikhlas para karyawan Telkomsel, hingga titipan amanah dari berbagai mitra strategis.
Hal ini merepresentasikan semangat Melayani Sepenuh Hati, di mana kehadiran ekosistem digital Telkomsel berjalan beriringan dengan empati sosial di dunia nyata.
Target penerima manfaatnya pun dipetakan secara terukur, menyasar yayasan panti asuhan, komunitas dhuafa, rumah sakit yang merawat pasien dari kelompok rentan, hingga masyarakat di wilayah pelosok dengan kebutuhan khusus.
Lebih lanjut, Saki menyoroti betapa pentingnya sinergi berbagai pihak untuk menciptakan riak kebaikan yang lebih besar di momen sakral umat Islam ini.
"Kolaborasi yang kami lakukan ini mencerminkan semangat kebersamaan, di mana semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan," ucapnya.
"Kami percaya, melalui kebersamaan ini, setiap kontribusi sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan dan memberikan arti yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya.(rilis)