www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Habis Gelap, Terbitlah Pelalawan Terang
 
Hati-hati, Ini 4 Jenis Syok yang Bisa Sebabkan Kematian
Senin, 22 Februari 2021 - 08:49:26 WIB
Ilustrasi. Foto: Kompas
Ilustrasi. Foto: Kompas

JAKARTA - Kata syok dapat menggambarkan beberapa situasi yang berbeda.

Syok medis terjadi ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Ini bukan penyakit, tetapi kondisi akibat penyakit atau cedera.

Seseorang mungkin juga merasa syok ketika mengalami sesuatu yang tidak terduga.

Syok ini bersifat psikologis dan biasanya tidak menimbulkan masalah medis apa pun.

Jenis syok lainnya adalah syok listrik atau kejutan listrik yang terjadi saat seseorang mengalami cedera akibat terpapar energi listrik.

Meskipun banyak masalah berbeda yang dapat menyebabkan syok medis, gejalanya sering kali sama.

Syok medis selalu merupakan keadaan darurat.

Tanpa pengobatan, syok medis dapat menyebabkan kerusakan organ permanen atau kematian.

Jenis syok yang perlu diwaspadai
Melansir Medical News Today, terdapat empat jenis syok medis.

Nama masing-masing jenis syok menggambarkan bagaimana hal itu menyebabkan penurunan aliran darah ke sel dan jaringan.

Dikutip dari kompas, keempat jenis syok medis tersebut adalah:

1. Syok hipovolemik

Hipovolemia adalah penurunan volume darah dalam tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami pendarahan hebat atau menderita dehidrasi parah.

Jenis hipovolemik biasanya terjadi karena kehilangan banyak darah setelah cedera traumatis.

2. Syok Kardiak
Syok kardiak atau dikenal juga sebagai syok kardiogenik terjadi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah.

Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab syok kardiak antara lain, yakni:

Serangan jantung
Gagal jantung
Kehilangan banyak darah atau edera di dada yang merusak jantung

3. Syok obstruktif
Syok obstruktif terjadi ketika penyumbatan pada sistem kardiovaskular, seperti emboli paru, membuat darah tidak mengalir ke jaringan dan organ tubuh.

4. Syok distributif
Pada syok distributif atau dikenal juga sebagai syok vasodilatas, cairan bisa terkumpul di antara sel-sel organ, sehingga membuat darah sulit mencapai jaringan.

Penyebab paling umum dari syok distributif termasuk anafilaksis, yang merupakan reaksi alergi yang parah, dan sepsis atau infeksi parah.

Keracunan atau efek samping obat-obatan juga dapat menyebabkan syok jenis ini.

Tanda dan gejala syok medis
Meskipun syok medis memiliki banyak penyebab yang berbeda, gejalanya biasanya sama.

Gejala syok medis merupakan akibat dari organ dan jaringan tubuh yang tidak mendapatkan cukup oksigen.

Tanda dan gejala syok meliputi:

Kulit terasa dingin, pucat, lembap, atau lengket
Keringat berlebih
Detak jantung cepat
Napas cepat atau napas pendek
Perasaan kantuk
Pingsan
Bibir atau kuku berwarna biru atau abu-abu
Sifat lekas marah
Kegelisahan
Pusing
Pupil mata membesar
Mual atau muntah
Lantas, apa yang harus dilakukan jika mendapati kondisi tersebut?

Merangkum WebMD, jika seseorang mengalami syok, langkah pertama yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menelepon nomor darurat medis terdekat, meskipun gejalanya ringan.

Sambil menunggu tim medis datang, orang-orang di sekitar pasien atau orang yang mengalami syok itu bisa memberikan bantuan dengan cara:

-Membantu orang tersebut berbaring dan meninggikan kakinya, jika memungkinkan
-Menghindari memindahkan orang tersebut jika mereka mungkin mengalami cedera kepala, leher, atau punggung
- Melakukan pertolongan pertama pada cedera jika perlu
Menjaga orang tetap hangat dengan selimut atau mantel
-Tidak memberikan makanan atau minuman kepada orang tersebut
- Memeriksa pernapasan dan denyut nadi setidaknya setiap 5 menit (jika orang tersebut tidak bernapas, orang yang terlatih dapat melakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR))
-Membalikkan orang tersebut jika tersedak atau muntah
Perawatan syok
- Para ahli kesehatan sering kali dapat mengenali syok karena tanda-tandanya yang khas, termasuk tekanan darah rendah (hipotensi).

Perawatan untuk syok ini akan bervariasi berdasarkan penyebab yang mendasari.

Misalnya, seseorang yang mengalami anafilaksis mungkin memerlukan suntikan epinefrin, yang dapat mengobati reaksi alergi yang parah.

Jika seseorang menderita sepsis, mereka mungkin membutuhkan antibiotik, oksigen, dan cairan intravena (IV).

Sementara, orang dengan syok hipovolemik mungkin memerlukan transfusi darah dan cairan intravena.

Dokter dapat memulai transfusi darah atau tindakan lain untuk membantu memulihkan aliran darah yang benar, meskipun mereka tidak mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Tim medis mungkin akan melakukan berbagai tes untuk menentukan penyebab syok, di antaranya:

Rontgen
Tes darah
Tes urine
CT-scan
Pemulihan dari syok

Setelah seseorang menerima pengobatan untuk syok, dokter dapat membantu mereka membuat rencana tindak lanjut untuk membantu mencegah kejadian lain.

Beberapa contoh tindakan yang bisa dilakukan, yakni:

- Orang yang mengalami syok kardiogenik karena bekuan darah mungkin memerlukan perawatan tambahan untuk memecah bekuan tersebut
- Seseorang yang mengalami syok anafilaksis mungkin perlu membawa epinefrin atau obat lain untuk membantu menghentikan reaksi alergi. Mereka juga harus menghindari kontak dengan alergen di masa mendatang
- Seseorang yang mengalami serangan jantung mungkin memerlukan perubahan gaya hidup dan obat-obatan untuk membantu mengurangi kemungkinan serangan jantung lainnya
- Perlu beberapa saat untuk pulih dari semua jenis syok medis.

Syok dapat menyebabkan kelelahan, nyeri otot, dan masalah dengan kekuatan atau fungsi mental. Terkadang, efek ini dapat bertahan lama.

Seseorang mungkin membutuhkan rehabilitasi, baik di rumah sakit atau di fasilitas lain.

Pasien mungkin juga membutuhkan bantuan dengan tugas-tugas di rumah sebelum mereka benar-benar pulih.

Setelah syok septik, beberapa orang mengalami efek samping yang tidak kunjung hilang, seperti nyeri atau kesulitan berkonsentrasi atau mengingat.

Depresi atau kecemasan juga bisa terjadi.

Berbicara dengan dokter tentang efek ini dapat membantu selama pemulihan. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
IlustrasiHabis Gelap, Terbitlah Pelalawan Terang
IntToyota Raize dan Daihatsu Rocky Kebagian PPnBM 0 Persen
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selatpanjang, Khairul Bahri Siregar yang didampingi Kepala Seksi Binadik, Haidi Zamri menyampaikan usulan izin klinik di Lapas itu kepada Kepala Dinas Kesehatan, dr Misri HasantoOptimalkan Layanan Kesehatan, Lapas Selatpanjang Usulkan Izin Klinik
  Yamaha Gear 125 MultigunaYamaha Gear 125 Multiguna Hadir untuk Konsumen di Pasar Dangoe-dangoe Rohul
 New Pajero SportMengintip Varian Tertinggi New Pajero Sport, Ternyata Ini yang Bikin Istimewa
IlustrasiBertambah 49 Kasus, Angka Kesembuhan Riau Hari Ini Lebih Tinggi
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Gubri dan Wagubri Kunjungi BPBD Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved