www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Ayah Honorer Kantor Camat Pangean Masih Dirawat di Arab Saudi
 
Pelakor Kini Merajalela, Ini Hukum Agama Soal Merusak Rumah Tangga Orang
Senin, 08 Agustus 2022 - 09:45:39 WIB
Tidak baik jika seorang wanita mencintai suami orang, pelakor berdosa merusak rumah tangga orang lain (foto/ilustrasi)
Tidak baik jika seorang wanita mencintai suami orang, pelakor berdosa merusak rumah tangga orang lain (foto/ilustrasi)

PEKANBARU- Media sosial banyak cerita tentang pelakor atau perebut suami orang. Bahkan tidak sedikit video istri sah gerebek suaminya dengan wanita lain.

Dikutip dari liputan6.com, pada dalamislam.com disebutkan tidak baik jika seorang wanita mencintai suami orang. Bahkan ulama berpendapat kalau kelakuannya bisa menyebabkan rusaknya rumah tangga lelaki itu maka hukumnya haram.

Imam Al-Haitsami dalam kitabnya berjudul Al-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabair memaparkan perusak hubungan suami istri adalah haram. Perbuatan tersebut dikategorikan dalam dosa besar.

Hal tersebut juga dijelaskan dalam beberapa hadist:

Dari Abu Hurairah radiiyallahu bahwasahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya sesuai dengan kedudukan wanita dalam Islam”.

Kemudian Ulama Syafi’i pernah berpendapat wanita yang menganggu suami orang, lalu merusak rumah tangga lelaki tersebut. Maka boleh baginya meminta dinikahi setelah lelaki itu berstatus berpisah dengan istri sahnya.

Tetapi perbuatan tersebut merupakan tindakan fasik dan maksiat. Dia menanggung dosa yang sangat buruk dihadapan Allah Ta’ala.

Ulama Hanafi berpendapat yang sama dengan Ulama Syafii. Bahwa wanita itu boleh saja menikah setelah si lelaki bercerai dengan istrinya. Tetapi perbuatan tersebut seburuk-buruknya perbuatan dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.

Sedangkan Ulama Maliki berpendapat seorang wanita yang merusak rumah tangga orang lain. Kemudian meminta dinikahi si pria sesudah menceraikan istrinya maka hukum pernikahannya haram.

Dari pendapat para ulama maka bisa disimpulkan merebut suami orang adalah perbuatan yang sangat tidak baik dan berdosa.

  Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Jasad honorer Camat Pangean dan ibunya yang ditemukan tewas.(foto: ultra/halloriau.com)Ayah Honorer Kantor Camat Pangean Masih Dirawat di Arab Saudi
Bupati Bengkalis Kasmarni membuka MTQ ke-27 Kecamatan Bantan.(foto: zulkarnaen/halloriau.com)Sempat Hujan, Bupati Kasmarni Buka MTQ ke-27 Kecamatan Bantan
Syafrudin IputSyafrudin Iput Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Bupati Rohil
  Pj Walikota Pekanbaru Muflihun menandatangani KUA-PPAS APBD Perubahan Pekanabru tahun anggaran 2022.(foto: int)Tak Ingin Tunda Bayar, APBD Perubahan Pekanbaru 2022 Turun Rp60 Miliar
Kondisi rumah korban sudah dipasangi garis polisi oleh Polres Kuansing.(foto: ultra/halloriau.com)Breaking News: Honorer Kantor Camat Pangean dan Ibunya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Bupati Meranti, H M Adil melakukan MoU PPID Meranti.(foto: istimewa)Bupati dan OPD Pemkab Meranti MoU Dorong Keterbukaan Informasi Publik
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Kontraktor IPAL Mulai Rekondisi Jalan
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved