www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
23 UMKM Riau Ikuti Pameran Karya Kreatif Indonesia 2022
 
Riset China: Remaja yang Kecanduan TikTok Alami Penurunan Kerja Otak
Kamis, 27 Januari 2022 - 15:11:07 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

LIFESTYLE - Remaja yang kecanduan TikTok berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi dan kecemasan.

Dikutip dari Kompas.com, penggunaan berlebihan aplikasi ini juga dapat mengurangi kapasitas memori kerja di otak, misalnya kesulitan mengingat dan kehilangan fokus.

Defisit memori ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan depresi dan kecemasan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan penelitian dua peneliti psikologi China yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health.

Studi difokuskan pada TikTok, aplikasi buatan China yang sukses menyaingi popularitas Twitter dan Instagram. Saat ini, ada setidaknya 1,5 miliar pengguna TikTok di seluruh dunia dan terus bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan.

TikTok memungkinkan pengguna, yang mayoritasnya remaja, untuk berbagi dan menonton video pendek di smartphone.

Riset ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 3.036 siswa sekolah menengah di China yang secara teratur menggunakan TikTok. Kuesioner ini menilai sejauh mana kecanduan TikTok yang terjadi pada remaja serta kaitannya dengan depresi, kecemasan, dan stres.

Para remaja ini juga diminta untuk menyelesaikan tes rentang digit maju dan mundur untuk menilai memori kerja verbal.

Tes ini menilai kemampuan mereka dengan mengingat urutan angka yang disajikan di layar dan mengulanginya kembali dalam urutan yang sama atau sebaliknya.
Hasilnya, remaja kecanduan TikTok berkinerja lebih buruk pada tes rentang digit maju dan mundur.

Kecenderungan ini menunjukkan penurunan kapasitas memori kerja di antara para penggemar TikTok.
Anak-anak muda ini juga memiliki skor yang lebih tinggi untuk depresi, kecemasan, dan stres.

Ketika para peneliti menganalisis hasilnya secara terpisah untuk pria dan wanita, remaja perempuan cenderung memiliki skor kecanduan TikTok yang lebih tinggi.

Namun pada remaja laki-laki, skor depresi, kecemasan, dan stresnya lebih tinggi dengan kapasitas memori kerja lebih rendah.

Tidak terkait pula antara tingkat stres secara signifikan dengan skor pada tes rentang digit mundur.
Peneliti menyatakan tidak jelas apakah penurunan kapasitas memori yang terjadi pada remaja laki-laki disebabkan oleh tingkat tekanan mental yang lebih tinggi.

Dikatakan pula, hasil penelitian ini tidak mewakili semua remaja di China dan perlu riset lebih jauh di masa depan.

Penelitian longitudinal akan menjelaskan hubungan antara kesehatan mental, kecanduan TikTok, dan kehilangan memori dari waktu ke waktu. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pameran KKI 2022 yang ditaja BI diikuti UMKM seluruh Indonesia.23 UMKM Riau Ikuti Pameran Karya Kreatif Indonesia 2022
Tentara IsraelSeorang Remaja Palestina Kembali Ditembak Mati Pasukan Israel
IlustrasiGencarkan Sosialisasi, Disperindag Pekanbaru Gesa Pemindahan Pedagang BRPS ke Pasar Induk
  Pabrik SamsungInflasi dan Kekurangan Komponen Paksa Samsung Pangkas Produksi Smartphone Hingga 30 juta unit
IlustrasiPenerapan KTP Digital, Disdukcapil Pekanbaru Perlu Peningkatan Perangkat
IlustrasiBerangkat Awal Juni, Kemenag Riau Minta Daerah Beri Layanan Terbaik dan Manasik untuk JCH
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Paguyuban Balai PPW Riau Anjangsana ke Panti Asuhan di Pekanbaru
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved