www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Alfa Scorpi Pameran di Pasar Kasikan Kampar, Masih Ada Promo Angpao Hoki
 
Tahun Depan WhatsApp Pengguna Terancam Dimatikan Jika Tidak Lakukan Ini
Minggu, 06 Desember 2020 - 08:38:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - WhatsApp akan melakukan pembaharuan atau update Terms of Service pada awal tahun 2021. Pengguna WhatsApp kabarnya harus setuju dengan aturan privasi baru atau terancam kehilangan akses terhadap aplikasi messaging kepunyaan Facebook ini alias dimatikan.

Terms of Service pada dasarnya adalah perjanjian di mana pengguna menyetujui poin-poin kebijakan sebuah layanan. Dalam screenshot yang dibocorkan WaBetaInfo, ToS yang baru terkait dengan bagaimana WhatsApp memproses data user.

"Dengan menekan setuju, Anda menerima aturan baru, yang akan akan diterapkan pada 8 Februari 2021. Setelah tanggal ini, Anda akan perlu menerima aturan baru ini untuk terus menggunakan WhatsApp atau Anda bisa selalu menghapus akun Anda," sebut WhatsApp dikutip dari detik.

3 Fitur Baru WhatsApp yang Keren dan Cara Pakainya
Dengan kata lain, jika user tidak menerima aturan baru tersebut, pengguna WhatsApp mungkin tidak dapat lagi memakai WhatsApp. Ketika dikonfirmasi, pihak WhatsApp menyatakan semua user memang harus setuju dengan aturan baru itu jika ingin terus memanfaatkan WhatsApp.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, juru bicara WhatsApp menyatakan perubahan Terms of Service terkait dengan bagaimana para pebisnis bisa beroperasi di platform WhatsAppp dan berinteraksi dengan user.

Dalam beberapa minggu mendatang, user mungkin bakal diberitahu mengenai aturan baru Terms of Service tersebut. User bisa langsung setuju atau jika mau membacanya terlebih dahulu untuk review. Namun demikian, mereka harus menyetujuinya agar tetap aman memakai WhatsApp.

Facebook tampaknya memang makin giat mencoba menghasilkan uang dari WhatsApp. Mereka sebelumnya sempat akan menayangkan iklan di WhatsApp, namun akhirnya tidak jadi dilakukan karena berpotensi mengganggu pengalaman pemakaian user.

WhatsApp dibeli Facebook senilai USD 19 miliar pada tahun 2014. Sampai saat ini meskipun jadi layanan messaging paling populer, WhatsApp belum banyak menghasilkan pendapatan bagi induknya. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Pameran motor Yamaha di Pasar Kasikan, Kampar.Alfa Scorpi Pameran di Pasar Kasikan Kampar, Masih Ada Promo Angpao Hoki
Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Herdi SaliosoHerdi: Kepsek Harus Ikuti Program Sekolah Penggerak
Sedekah pendidikan Rumah Yatim.Jalan Menuju Kebaikan Semakin Dekat dam Mudah dengan QRIS
  Karhutla di Tanjung Peranap sudah mendekati tepi jalan, terlihat beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanyaApi Membara di Tanjung Peranap, Karhutla Hampir Mendekati Rumah Warga
Melalui kegiatan T-Yes, Telkomsel mengajak para mahasiswa dan pelajar untuk mulai aktif membangun semangat wirausaha yang kreatif.Gelar Inspiring Webinar, Telkomsel Dorong Pertumbuhan Digipreneur Mahasiswa dan Pelajar Sumatra
Ratusan botol miras ilegal diamankan Bea Cukai Dumai.Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan Ratusan Botol Miras Ilegal
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Gubri dan Wagubri Kunjungi BPBD Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved