www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Terganjal Sistem, APBD Kepulauan Meranti Tahun 2021 Belum Bisa Digunakan Penuh
 
Termasuk di Rohil, Puluhan Calon Belum Cukup Umur Diizinkan Hakim Menikah, Alasannya?
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:33:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan memberikan syarat menikah minimal berusia 19 tahun, baik bagi calon pengantin perempuan ataupun bagi calon pengantin pria. Namun dalam kenyataannya, masih banyak anak (belum berusia 18 tahun) yang diizinkan Pengadilan Agama menikah. Mengapa?

Hal itu tertuang dalam putusan yang dilansir website MA, Kamis (3/12/2020). Dalam salinan putusan yang diputus pada Rabu (2/12/2020) kemarin, Pengadilan Agama (PA) di seluruh Indonesia masih memberikan izin menikah untuk usia di bawah 19 tahun. Berikut beberapa alasan-alasannya dikutip dari detik.

1. Batang Hari, Jambi
PA Muara Bulian mengizinkan seorang perempuan usia 18 tahun dinikahi pria usia 31 tahun dengan alasan digerebek warga pacaran hingga malam hari dan dinikahkan secara adat.

2. Lubuklinggau, Sumsel
PA Lubuklinggau mengizinkan seorang anak berusia 15 tahun 8 bulan dinikahi seorang pria berusia 20 tahun. Alasannya, calon pengantin perempuan sudah hamil 2 bulan.

3. Tulang Bawang, Lampung
PA Tulang Bawang mengizinkan seorang perempuan usia 18 tahun menikah dengan pria usia 21 tahun dengan alasan kedua calo menyatakan akan bersungguh-sungguh menikah dan mengerti hak dan kewajiban sebagai suami istri. Hakim takut bila tidak diizinkan menikah malah akan mendatangkan mudarat.

4. Muara Labuh, Kerinci, Jambi
PA Muara Labuh mengizinkan perempuan usia 15 tahun 9 bulan dengan seorang pria usia 18 tahun 2 bulan. Majelis hakim mengizinkan keduanya menikah dengan alasan keduanya telah lama berkenalan dan sudah bergaul sangat dekat dan sudah saling mencintai serta sama-sama mempunyai keinginan yang kuat untuk menikah, orang tua dan keluarga kedua belah pihak telah bermusyawarah dan menyetujui rencana pernikahannya dan menyatakan siap membimbing dan memberi bantuan baik moril maupun materil kepada mereka dalam membina rumah tangga.

5. Rokan Hilir, Riau
PA Unjung Tanjung mengizinkan perempuan usia 17 tahun 8 bulan dinikahi pria usia 18 tahun 4 bulan. Majelis mengizinkan dengan alasan keduanya telah lama berhubungan dan menjalin cinta, sehingga pihak keluarga khawatir apabila tidak segera dinikahkan akan menimbulkan fitnah dan masalah di kemudian hari.

6. Prabumulih, Sumsel
PA Prabumulih mengizinkan seorang perempuan berusia 18 tahun 7 bulan dengan lelaki berusia 17 tahun 8 bulan. Majelis hakim beralasan renana pernikahan itu telah didukung dan disetujui oleh orang tua masing-masing calon mempelai bahkan sebagai bentuk dukungan orang tua kedua belah pihak telah berkomitmen untuk ikut bertanggungjawab terkait masalah ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan bagi kedua calon mempelai. Sehingga rencana pernikahan tersebut telah mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi kedua calon mempelai.

7. Ambarawa, Jawa Tengah
PA Ambarawa mengizinkan seorang perempuan berusia 18 tahun 5 bulan dengan seorang lelaki usia 17 tahun 3 bulan. PA Ambarawa memberikan izin keduanya menikah dengan alasan kedua calon mempelai telah menyatakan saling mencintai dan siap melangsungkan pernikahan. Meski kedua mempelai belum 19 tahun sebagaimana disyaratkan UU Perkawinan.

8. Cilacap, Jawa Tengah
PA Cilacap mengizinkan seorang perempuan berusia 18 tahun 2 bulan dengan seorang lelaki usia 24 tahun. Majelis memberikan izin dengan alasan antara calon mempelai wanita dengan calon mempelai pria saling menjalin cinta selama kurang lebih 1 tahun dan sudah benar-benar berkeinginan segera menikah.

9. Pidie, Aceh
Mahkamah Syariah Sigli mengizinkan seorang perempuan usia 18 tahun dinikahi pria usia 26 tahun. Alasannya, para calon pengantin sudah bisa dikategorikan telah mukallaf karena sudah aqil dan baligh sehingga bisa dianggap mampu melaksanakan hak dan kewajiban dengan baik dan penuh tanggung jawab.

10. Bone Bolango, Gorontalo
PA Sumawa mengizinkan seorang perempuan usia 17 tahun dinikahi pria usia 21 tahun. Majelis berpendapat antara kedua calon mempelai sudah sangat mencintai dan ingin segera melangsungkan pernikahan, sementara dipersidangan terungkap bahwa pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan menyatakan bersedia untuk membantu keduanya dalam hal biaya keseharian sehingga Hakim Tunggal berpandangan kehidupan keseharian mereka bisa terjamin dan juga menyatakan sanggup mengayomi dan membimbingnya. (*)



BERITA LAINNYA    
Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr H KamsolTerganjal Sistem, APBD Kepulauan Meranti Tahun 2021 Belum Bisa Digunakan Penuh
Suzuki New CarryLebih Kokoh, Tangguh di Berbagai Medan, New Carry Dibanderol Rp163 Juta
ilustrasiRutan Pekanbaru Terima 40 Tahanan Titipan Kejari Pelalawan
  BTS XLTingkatkan Kenyamanan Pelanggan, XL Axiata Implementasikan Platform Zero Touch Operation
Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus, ST, MT menandatangani Deklarasi Pokja Kelurahan Siaga Covid-19 di Hotel Mutiara, Pekanbaru, Kamis (21/1/2021). GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin (kiri) menyerahkan secara simbolis hygiene kits dan sarana cuci tangan portabel (foto kanan)PT CPI Aktifkan Kelurahan Siaga Covid-19 di Pekanbaru-Bengkalis
Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta YhudistiraDor!!! Polres Dumai Bekuk 2 Tahanan Kabur
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Dinas ESDM Riau Serahkan Masker untuk PWI Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved