HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
BKKBN Minta Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19
 
Tarekat Syattariyah Lihat Hilal Secara Langsung untuk Penetapan Puasa dan Lebaran di Koto Tuo Sumbar
Rabu, 17 Juni 2020 - 08:18:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

TRADISI keagamaan selalu memuat hal yang berkaitan dengan kepercayaan-kepercayaan, mitos-mitos dan pengalaman-pengalaman dari upacara keagamaan dengan harapan mencapai suatu tujuan. Kepercayaan keagamaan tidak hanya mempercayai benda-benda dan makluk sakral, tetapi meyakini dan memperkokoh kepercayaan terhadapnya.

Terkait dengan hal adanya kepercayaan terhadap nilai-nilai keagamaan yang terkait dengan adat kebiasaan pada suatu daerah. Masyarakat perlu mengembangkan ajaran tersebut melalui aktivitas yang dilakukannya, seperti mengembangkan pengetahuan keagamaan dan kepercayaan mereka melalui aktivitas dakwahnya. 

Kegiatan dakwah bukan hanya mencakup apa yang disampaikan (materi dakwah), tetapi juga terkait pada siapa yang menyampaikan (da’i), juga pesertanya (mad’u), termasuk juga metode dalam penyampaiannya yang telah dijelaskan dalam Alqu’an dan yang dipraktikan oleh Rasulullah SAW, yaitu bil hikmah (penyampaian dakwah dengan bijaksana),  al mauidzoh hasanah (nasehat dengan ucapan yang baik dan bermanfaat), bil mujadallah billahi hiya ahsan (bertukar pendapat). 

Aktivitas dakwah tarekat syattariyah salah satunya adalah dengan melihat hilal secara langsung dengan mata telanjang sesuai dengan perhitungan dengan menggunakan hisab takwim. Tarekat syattariyah selalu terlambat satu hari saat puasa dan lebaran dari hari yang ditetapkan pemerintah.

“Maliek Bulan” merupakan istilah yang dipakai oleh pengikut Syattariyah dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan yang artinya adalah ru’yatul hilal atau melihat hilal. Melihat bulan dilaksanakan setiap tahun yaitu akan melaksanakan puasa dan melaksanakan lebaran yang dilaksanakan dikoto tuo dan juga ulakan serta ditempat lain yang ada syattariyah.

Penentuan penetapan awal dan akhir bulan Ramadhan. Dalam pelaksanaannya para guru Tarekat Syattariyah berpegang pada prinsip ru’yat al-hilâl (melihat bulan) menetapkan awal puasa yaitu satu atau dua hari setelah  kelompok modernis menetapkan awal puasa. Kegiatan jama’ah Tarekat Syattariyah yang berbeda ini mendapat sorotan dari berbagai media. Karena bisa dikatakan Tarekat Syathariyyah selalu terlambat untuk memulai puasa setiap tahunnya.

Kegiatan melihat bulan dilaksanakan di koto tuo, ulakan, sijunjung, sawah lunto, pang anak, dll. Jadi jika nampak pada salah satu tempat tersebut maka kabar mengabari, dan dikoordinasi, selanjutnya dirapatkan, disidangkan dan diterima. Sidang penetapan pelaksanaan puasa dan lebaran dilaksanakan ditempat masing-masing daerah melihat bulan.

Contohnya tidak nampak bulan dikoto tuo, tetapi ditempat lain nampak maka disidangkan. Bagaimana dengan kesepakatan sidang apabila diterima maka lebaran besoknya, tetapi apabila tidak maka tetap berbuka besoknya. Pelaksanaaan sidang tersebut dilakukan ditempat yang menerima kabar.

Melihat bulan tersebut dilakukan secara bersama-sama yaitu tuanku, katik, imam, mayarakat atau jamaah banyak pergi untuk menyaksikan jika ada kesempatan, sekaligus orang tersebut menjadi saksi. Kemudian Tidak ada syarat untuk menjadi saksi tetapi orang yang dipercaya dan orang yg tidak berbohong.

Ciri-ciri orang yang menampakkan bulan yaitu adanya bintang penggiringnya, jika sudah membayang nampak bulan, jadi itu sudah menyaksikan bulan. Faman sahida minkumsahara: siapa orang yang telak menyaksikan bulan maka berpuasalah.

Perhitungan dengan melihat bulan ini adalah dengan hisab takwim yaitu dengan perhitungan: cara mencari satu hari bulan yaitu mencarinya dengan ada huruf tahun dan huruf bulan.

Huruf tahun yaitu alif=1, ha=5, jin=3, ba=2, za=7, dal=4, waw=6,   Huruf bulan muharam, syafar dan seterusnya. Cara mencarinya ambil huruf tahun dan ambil huruf bulan Contoh 1441 huruf bulan muharam titiknya 7 huruf tahun ha yaitu 5 jadi 7+5=12.

Kamis ke Kamis 8 jadi pada hari senin masuk bulan muharram, kemudian dibulan syakban yaitu huruf bulannya adalah dal dan huruf tahun ha jadi ha=5 dan dal=4 jadi 4+5=9 mulai berhitung hari Kamis jadi hari Jumat satu hari bulan dibulan syakban pada tahun 1441 Jumat ke Jumat 8 ke Jumat 15 ke Jumat 22 dan ke Jumat 29 maka pada hari Jumat 29 hari bulan melihat bulan.

Jadi pada hari Jumat rukyatu hilal atau melihat bulan. Walaupun di koto tuo tidak terlihat bulan tetapi ditempat lain nampak bulan, maka disidangkan dan diterima kemudian disiarkan dan disebarkan dan diberitahu kepada seluruhnya yaitu tarekat syattariyahyang ada di Sumbar dan di Riau dll. 

Maka hari Sabtu lah berbuka dan hari Minggu lah lebaran.
Begitulah secara garis besar perhitungan penetapan penentuan masuknya Ramadhan dan lebaran bagi masyarakat penganut tarekat syattariyah. Melihat bulan dilaksanakan semenjak zaman nabi sampai sekarang tidak diubah. Orang yag melakukan puasa dulu seperti pemerintah menggunakan ilmu falaqqiyah. Ilmu yg digunakan dalam perhitungannya adalah falaqqiyah, hisab takwim, hisab qulbi, hisab hakiki

Dalam penetapan hilal atau bulan ini tarekat Syattiyah ada kitabnya. Kitab dan ajaran yang sampai kapanpun tidak akan pernah berubah. Walau banyak pandangan yang jelek dari masyarakat lain. tarekat syattariyah tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Mereka selalu patuh pada guru yang menyebarkan ajaran tersebut. Karena ajaran tersebut sesuai dengan yang diperintahkan Rasulullah SAW.

Penulis : Aulia Devi Maharani
Mahasiswi UIN Suska Riau



Tags: Tarekat Syattariyah Hilal Puasa Lebaran



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)



BERITA TERKAIT    
Ilustrasi: Salat IdAmalan Sunnah Sebelum dan Setelah Salat Idul Fitri Dianjurkan Rasulullah
SmartfrenPelanggan Smartfren Banyak Streaming Video Saat Lebaran
IlustrasiBoleh Berurutan Boleh Tidak, Begini Cara Melaksanakan Puasa Syawal
  Zakat.Cara Mudah Menghitung Zakat Penghasilan Jelang Lebaran
ilustrasiAwas Kena Virus CLBK dengan Mantan Modus Reuni Lebaran
IlustrasiIngat! Jangan Lupakan Air Putih saat Lebaran Meski Banyak Minuman Manis Tersedia

 
Berita Lainnya :
  • BKKBN Minta Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19
  • Bentuk Satgas, Pemko Pekanbaru Resmi Bubarkan Gugus Tugas Covid-19
  • Pesawat Militer Ukraina Jatuh, 22 Orang Tewas
  • Telkomsel Dukung Program Bantuan Kuota Data Internet dari Kemendikbud RI untuk Belajar Jarak Jauh
  • Koordinasi dengan Kejari dan Kejati Riau, Pemko Pekanbaru Segera Bangun Lab Biomolekuler
  •  
    Komentar Anda :

     
     


    Minuman Manis Bikin Anak Perempuan Cepat Puber
    Peran Luar Biasa Ikan untuk Diet Ibu HamilMinum Banyak Air Kelapa Bisa Bikin Diabetes?Stroke Juga Menyerang Anak-anakBegini Cara Cegah Bau Mulut saat PuasaTips Puasa Sehat Kerja Lancar & Tetap SemangatPenyakit Maag dan Berpuasa
     
    Potret Lensa
    Hadir di Panam, Freya Aesthetic Clinic Tawarkan Treatment Unggulan
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved