HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Sambut Hari Ibu, Agung Toyota Sutomo Gratiskan 1 Liter Oli dan Diskon 50 Persen Jasa Servis
 
Ekshibisionisme, Gangguan Kejiwaan Pamer Alat Kelamin, Kenali Ciri-cirinya
Rabu, 20/11/2019 - 12:30:55 WIB

JAKARTA - Pelaku teror sperma di Tasikmalaya diduga mungkin saja mengalami gangguan kejiwaan ekshibisionisme. Hanya saja, Alvina, dokter spesialis kejiwaan dari RS Awal Bros Bekasi Barat mengungkapkan bahwa untuk mendiagnosis seseorang mengalami gangguan jiwa ekshibisionisme dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

"Bisa saja ini gangguan ekshibisionisme, tapi belum pasti," kata Alvina kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).

Ekshibisionisme adalah penyimpangan seksual (sexual deviation) yang ditandai dengan adanya perilaku memperlihatkan alat kelamin seseorang pada orang asing. Perilaku ini dilatarbelakangi dengan adanya fantasi seksual dan dorongan seksual yang kuat.

"Sama seperti gangguan jiwa lainnnya, kondisi ini bisa terjadi karena interaksi faktor biologis (seperti gen), psikologis (kondisi psikologis orang tersebut), dan sosial (seperti pola asuh dan lingkungan)," ujarnya.

Namun teori ekshibisionisme ini bisa ditelusuri dari masa kecil seseorang, termasuk dari perkembangan seksualnya sendiri apakah terbentuk dengan baik dalam pola asuh orang tuanya.

Penyakit ini termasuk gangguan jiwa di bawah payung gangguan parafilia atau penyimpangan seksual. Parafilia adalah gangguan seksual yang ditandai oleh khayalan seksual yang khusus, desakan seksual yang kuat serta berulang dan menakutkan bagi orang lain.

Seseorang dikatakan menderita ekshibisionisme bila ada kecenderungan berulang atau menetap (dalam pikiran untuk memamerkan alat kelamin kepada orang tak dikenalnya atau kepada orang banyak di tempat umum tanpa ajakan atau niat untuk berhubungan lebih akrab.

Seseorang bisa didiagnosis mengalami ekshibisionisme jika orang tersebut selama waktu sekurangnya enam bulan memiliki khayalan yang merangsang secara seksual, dorongan seksual atau perilaku berulang untuk memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang yang tak dikenal dan tak menduganya.

Sehingga berdasar kriteria DSM-IV diagnosis untuk ekshibisionisme, jika seseorang melakukan atau memamerkan kemaluannya secara berulang namun belum terjadi selama enam bulan, maka belum dikategorikan sebagai penderita ekshibisionisme.

Ciri-ciri ekshibisionis

Gangguan seksual ekshibisionis memiliki satu gangguan perilaku yang khusus yaitu memamerkan alat kelaminnya kepada orang asing atau orang yang tak bersedia (melihat) dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan seksual, mengurangi kecemasan, ataupun memperkuat egonya.

Namun adakah ciri-ciri khusus yang terlihat dari seorang ekshibisioner? Alvina mengungkapkan bahwa tak ada tidak ada ciri-ciri spesifik yang menandakan penderita ekshibisionisme, namun ada kemungkinan orang tersebut juga memiliki gangguan jiwa yang lain, kesulitan dalam bersosialisasi, serta memiliki kepercayaan diri yang rendah. Ekshibisionis biasanya merasa berbeda sehingga semakin menarik diri dari pergaulan sosial dan merasa malu.

Dokter ahli kesehatan jiwa Rivo Mario dari Awal Bros Bekasi Utara mengungkapkan juga bahwa ciri-ciri awal yang mungkin bisa kenali adalah dari cara seseorang berbicara tentang fantasi seksualnya.

"Khususnya tentang fantasi mereka mau memamerkan alat kelaminnya pada orang asing. Itupun jarang ya orang mau terbuka tentang fantasi seksualnya," ucapnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

"Mungkin sudah ada rasa cemas atau stres berlebihan sehingga kurang baik mengelola stres sehingga muncul urge seksual yang menyimpang tersebut."

"Kalau sekadar fantasi atau pikiran seksual saja masih belum bisa dibilang ekshibisionis, kalau sudah melakukan dan membuat dirinya atau orang lain resah atau tidak nyaman baru dibilang gangguan."

Perilaku ekshibisionis ini dimulai dengan pola pikir, para penderita kemudian menunggu waktu yang tepat untuk membuat dorongan atau impuls seksual tersebut menjadi kenyataan.

"Kalau dia bisa kelola dorongan atau impuls seksual itu dengan baik maka kemungkinan besar tidak menjadi gangguan ekshibisionis."

"Hasrat seksual mereka masih sama seperti orang pada umumnya, namun yang menjadi ketertarikannya ada pada fantasi atau tindakan memamerkan alat kelamin."

Berdasarkan teori respons seksual, umumnya kegiatan seksual seseorang selalu dimulai dengan pikiran atau fantasi tertentu. Dimulai dengan bertemu lawan jenis, suka, lalu berpikiran untuk berhubungan seksual karena punya fantasi tertentu dengan orang tersebut.

"Hanya saja pada kasus ekshibisionis, para penderita memiliki fantasi seksual yang sama namun 'obyeknya' berbeda dari norma sosial, budaya, dan agama yaitu dengan pamer alat kelamin."

Terdapat dampak berkelanjutan dalam diri ekshibisionis diantaranya yaitu sesaat merasakan kepuasan seksual dan kemudian mungkin merasa bersalah namun tidak bisa menahan dorongan untuk melakukannya kembali.

Kepuasan ini bisa diartikan ada gairah seksual yang didapatkan dari pikiran sehingga muncul perilaku seksualnya. Selain itu, kepuasan juga diartikan bahwa pelaku akan mengalami orgasme setelah melakukan hal tersebut.

Hanya saja, terkait kepuasan, dokter kesehatan jiwa RS Awal Bros Bekasi Timur, Martha mengungkapkan bahwa tidak semua pelaku ekshibisionis ini mendapatkan kepuasan seksual.

"Biasanya (puas seksual) tapi tidak selalu. Aksi ini lazim diikuti dengan masturbasi."

"Ekshibisioner melakukannya mendadak, spontan. Tapi bisa diwaspadai. Kalau ada laki-laki menunjukkan sikap mencurigakan seperti memegang celana sambil berdiri, tengak-tengok sebaiknya hati-hati," sarannya. (*)



Tags: Ekshibisionisme Penyimpangan Seksual Gangguan Jiwa



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sambut Hari Ibu, Agung Toyota Sutomo Gratiskan 1 Liter Oli dan Diskon 50 Persen Jasa Servis
  • Kemenperin Keluarkan Izin Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
  • Viral Bahaya Injak Kecoa Bikin Cacing Masuk ke Kulit, Ini Faktanya
  • Kasus Suap Pembangunan Jalan di Bengkalis, KPK Periksa Dirut PT Darmali Jaya Lestari
  • Stop Mulai Sekarang, Jangan Lagi Makan Nasi Bersamaan dengan Telur, Ternyata Bahayakan Kesehatan!
  •  
    Komentar Anda :

     
     


    Minuman Manis Bikin Anak Perempuan Cepat Puber
    Peran Luar Biasa Ikan untuk Diet Ibu HamilMinum Banyak Air Kelapa Bisa Bikin Diabetes?Stroke Juga Menyerang Anak-anakBegini Cara Cegah Bau Mulut saat PuasaTips Puasa Sehat Kerja Lancar & Tetap SemangatPenyakit Maag dan Berpuasa
     
    Potret Lensa
    Penyerahan Hadiah Pemenang Doorprize
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved