HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Sistem Belajar Daring Banyak Dikeluhkan, Nofrizal Sarankan Sekolah Pakai Pola Belajar Manual
 
Semakin Kecil Partikel Kabut Asap Terhirup, Semakin Mungkin Merusak Paru-paru
Selasa, 17 September 2019 - 11:00:05 WIB
Asap di Kota Dumai yang berbahaya.
Asap di Kota Dumai yang berbahaya.

JAKARTA - Kabut asap akibat Karhutla mengepung beberapa wilayah Indonesia, seperti di Kalimantan dan Sumatera. Kualitas udara pun masuk ke dalam kategori berbahaya.

Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K) mengatakan bahwa asap kebakaran hutan terdiri dan gas, uap, dan partikel-partikel yang membahayakan tubuh, terutama sistem pernapasan.

"Gas itu ada sulfur dioksida, NO2 (Nitrogen dioksida), CO (karbon monoksida), ada juga ozon," ujarnya, Senin (16/9/2019).

Selain gas, partikel-partikel berbagai ukuran juga terkandung di dalam kabut asap. Ukuran partikel mulai dari 10 mikrometer hingga yang sangat kecil di bawah 0,5 mikrometer dapat mengganggu kesehatan.

Semakin kecil ukuran partikel, disebut dr Feni semakin mampu masuk ke dalam organ terkecil di sistem pernapasan, dalam hal ini adalah alveoli di paru-paru dan merusaknya. Sementara partikel yang berukuran lebih besar bisa tertahan di saluran pernapasan atas.

"Partikel berukuran besar pasti membuat kesan tidak nyaman di saluran pernapasan. Semua jadi satu faktor yang dapat membahayakan saluran pernapasan," imbuh dr Feni dikutip detik.

Dokter spesialis paru dari Divisi Paru Kerja dan Lingkungan, Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR juga pernah mengatakan bahwa gas yang dikeluarkan ada yang bersifat afiksia, yaitu jika dihirup dalam jumlah besar maka akan menyebabkan sesak napas.

"Misalnya CO, karbon monoksida. Kalau CO itu masuk ke tubuh kita dalam jumalah besar, maka CO itu akan berikatan dengan hemoglobin (Hb). Ketika CO terhirup, oksigen nggak bisa terikat oleh Hb (hemoglobin), akibatnya dalam darah kekurangan oksigen, itu makanya kalau kita sering terkena polusi yang paling simpel itu sakit kepala, migrain," jelas dr Agus. (*)





Tags:



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Anak-anak mengenakan masker di dalam ruangan.Bahaya Asap Karhutla untuk Masa Depan Anak: Tumbuh Kembang Terganggu
IlustrasiKabut Asap Berpotensi Timbulkan Masalah Kesehatan, Ini 6 Tips yang Harus Dilakukan
Ilustrasi Karhutla.Waspada! Ini 4 Kandungan Berbahaya yang Terdapat dalam Asap Karhutla
  Asap di Kota Dumai yang berbahaya.Semakin Kecil Partikel Kabut Asap Terhirup, Semakin Mungkin Merusak Paru-paru
Bawang Putih dan Zaitun.Di Musim Asap Begini, Cegah Penyakit Pernapasan dengan Deretan Makanan Berikut
 Ifan 'Govinda' Berduka, Keluarga Jadi Korban Kabut Asap

 
Berita Lainnya :
  • Sistem Belajar Daring Banyak Dikeluhkan, Nofrizal Sarankan Sekolah Pakai Pola Belajar Manual
  • Puluhan Wartawan Rohul Datangi Rumah Dinas Bupati Sambil Bawa Toa
  • Investasi Properti Tetap Meningkat di Tengah Pandemi
  • Bahas Masalah Perkebunan dan Kehutanan, Gubri Tampung Usulan Komisi II DPRD Riau
  • Nambah 41 Kasus Baru Hari Ini, Total Positif Covid-19 di Riau Jadi 773 Kasus
  •  
    Komentar Anda :

     
     


    Minuman Manis Bikin Anak Perempuan Cepat Puber
    Peran Luar Biasa Ikan untuk Diet Ibu HamilMinum Banyak Air Kelapa Bisa Bikin Diabetes?Stroke Juga Menyerang Anak-anakBegini Cara Cegah Bau Mulut saat PuasaTips Puasa Sehat Kerja Lancar & Tetap SemangatPenyakit Maag dan Berpuasa
     
    Potret Lensa
    Silaturahmi Ibu-ibu Perumahan Oasis ke Kampar
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved