HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
250 Santri Pulang dari Jawa Dicek Kesehatan di Purna MTQ Pekanbaru
 
Bunuh Diri Tidak Selalu Disebabkan oleh Depresi, Ini Faktor Lainnya
Sabtu, 13/07/2019 - 19:09:19 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

TUNTUTAN hidup di zaman serba cepat seperti sekarang ini tak bisa dipungkiri bisa membuat seseorang merasa frustrasi. Belum lagi tingkat kompetisi juga semakin tinggi. 

Ditambah dengan adanya media sosial membuat banyak orang berlomba-lomba ingin menunjukkan eksistensi jika dirinya lebih baik dan sempurna dibanding orang lain. Tekanan-tekanan semacam ini tak jarang bisa membuat orang nekat melakukan percobaan bunuh diri, terlebih bila dirinya tidak memiliki tempat untuk berkeluh kesah.

Beberapa orang mungkin ada yang berpikir jika pelaku bunuh diri nekat melakukan tindakan tersebut karena pemahaman agamanya kurang kuat. 

Sebab semua agama menentang bunuh diri dan mengklasifikasikannnya sebagai dosa berat. Namun nyatanya tidak selalu demikian. Ada pula orang yang melakukan percobaan bunuh diri meski tahu tindakan itu salah.

“Setiap orang punya faktor risiko dan faktor protektif untuk bunuh diri. Faktor protektif di antaranya adalah agama. Mereka kalau ditanya, rata-rata tahu jika agamanya melarang untuk bunuh diri dan rata-rata mengatakan menghayati agama dari skala 1-10 mencapai skor 8 bahkan 10. Tapi kekuatan agama tidak menutup potensi seseorang untuk bunuh diri karena ada faktor lain,” ungkap dokter spesialis kejiwaan, Dr. dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Kamis (11/7/2019) di kawasan Depok, Jawa Barat.

Sedangkan untuk faktor risiko, dokter yang baru saja meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan jika depresi saja tidak cukup untuk memprediksi seseorang memiliki ide atau hendak bunuh diri. 

Dirinya mengembangkan instrumen penelitian untuk mendeteksi dini faktor risiko ide bunuh diri. Instrumen itu ada 4 dimensi yaitu burdensubness, belongingness, loneliness, dan hopelessness.

Dimensi burdensubness dimana seseorang merasa menjadi beban bagi orang lain. Lalu dimensi belongingness dimana seseorang merasa tidak menjadi bagian dari apapun yang penting. Dimensi loneliness dimana seseorang merasa kesepian. Dimensi hopelessness dimana seseorang merasa tidak berdaya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, seseorang yang memiliki salah satu atau lebih dari keempat dimensi ini berpotensi untuk bunuh diri meskipun sebelumnya mereka tidak menunjukkan gejala depresi. Selain itu, ada warning sign yang harus diwaspadai oleh orang-orang sekitar untuk mencegah terjadinya bunuh diri.

“Warning sign sebelum orang melakukan percobaan bunuh diri antara lain seseorang yang merasa capek dengan kehidupan, mengatakan lelah, minta maaf tanpa ada masalah, dan terkadang izin pergi. Pokoknya ada sesuatu yang berbeda dan terasa tidak wajar. Memang orang-orang di sekitarnya harus lebih waspada dan memerhatikan,” jelas dokter yang akrab disapa Noriyu itu.

Dokter Noriyu mengatakan, terkadang banyak orang yang menyadari jika ada sesuatu yang terjadi pada orang di sekitarnya. Namun mereka memilih untuk tidak memerhatikan dan tidak memedulikan. Mereka cenderung enggan melihat tanda-tanda tersebut sebagai sesuatu yang tidak wajar. Hal ini dikarenakan mereka denial dan tidak mau mengakui.

“Oleh karenanya kita harus menjadi lebih sensitif terhadap orang-orang di sekitar atas peristiwa yang terjadi padanya. Sebab enggak semua orang punya masalah A tapi reaksinya B. Semua orang punya gaya penerimaan yang berbeda dan inilah yang harus bisa disikapi oleh keluarga, sensitif, memerhatikan agar tidak terjadi tindak bunuh diri,” tandas dr Noriyu.(*)



Tags:



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Apa yang pertama kamu lihat? Kodok atau kuda?Tes Kepribadian: yang Kamu Lihat Kodok atau Kuda? Ini Artinya...
Proses pemakaman Lina.Mantan Istri Sule Meninggal, Gejala Sakit Jantung Kerap Disangka Nyeri Lambung
IlustrasiJika Tubuh Sakit, Bacalah Doa Nabi Muhammad Ini
  IlustrasiManfaat Madu, Obat Sakit Perut Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Ilmiah
Ilustrasi.Ekshibisionisme, Gangguan Kejiwaan Pamer Alat Kelamin, Kenali Ciri-cirinya
Martin dari waktu ke waktu.Bocah Koma 10 Tahun Akhirnya Bangun dan Ungkap Fakta Memilukan, Bahkan Soal Ibunya Sendiri

 
Berita Lainnya :
  • 250 Santri Pulang dari Jawa Dicek Kesehatan di Purna MTQ Pekanbaru
  • Walikota Diminta Serius, Pekanbaru Bakal Jadi Percontohan Penanganan Corona di Riau
  • Gak Sembarangan, Begini Cara Memakai Hand Sanitizer yang Benar untuk Cegah Covid-19
  • Gugus Tugas Covid-19 Inhil Berlakukan Penutupan Jalan Swarna Bumi Wujud Physical Distancing
  • Pengusaha Muda Apresiasi Langkah Gubernur Anies Cepat Tanggap dan Terbuka Hadapi Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     


    Minuman Manis Bikin Anak Perempuan Cepat Puber
    Peran Luar Biasa Ikan untuk Diet Ibu HamilMinum Banyak Air Kelapa Bisa Bikin Diabetes?Stroke Juga Menyerang Anak-anakBegini Cara Cegah Bau Mulut saat PuasaTips Puasa Sehat Kerja Lancar & Tetap SemangatPenyakit Maag dan Berpuasa
     
    Potret Lensa
    Silaturahmi Ibu-ibu Perumahan Oasis ke Kampar
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved