KUANSING - Festival Pacu Jalur Nasional (FPJN) yang masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 akan menghadirkan pemandangan berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Ribuan penonton yang memadati Tepian Narosa, Teluk Kuantan, tidak hanya akan menyaksikan pertarungan ratusan jalur, tetapi juga melihat langsung kondisi Sungai Kuantan yang hingga kini masih keruh.
Pada Selasa (18/8/2026) menunjukkan air Sungai Kuantan belum memperlihatkan perubahan berarti.
Kondisinya masih tampak keruh meski aparat sebelumnya telah menggelar operasi besar-besaran untuk menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai yang berada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Situasi tersebut menjadi sorotan karena Sungai Kuantan merupakan arena utama Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19-23 Agustus.
Persoalan kekeruhan Sungai Kuantan kembali mengemuka setelah operasi penertiban PETI dilakukan oleh Polda Riau bersama Polres Kuansing sejak 1-14 Agustus 2026.
Di wilayah Riau, aparat menyatakan tidak lagi menemukan aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan.
Namun, kondisi air yang tetap keruh menimbulkan dugaan bahwa material penyebab kekeruhan masih terbawa dari kawasan hulu sungai.
Plt Bupati Kuansing, Muklisin menilai, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dari sisi wilayah Riau.
Sebab, Sungai Kuantan merupakan sungai lintas provinsi yang bagian hulunya berada di Sumatera Barat.
“Tampaknya Sumbar yang merupakan daerah bagian hulu dari Sungai Kuantan tidak serius dalam melakukan penertiban PETI. Jika di bagian hulu (Sumbar) belum tuntas, bagaimana Sungai Kuantan bisa jernih,” ujar Muklisin, Senin (17/8/2026).
Muklisin menegaskan, penertiban di wilayah Kuansing telah menunjukkan hasil, aktivitas PETI yang sebelumnya ditemukan di sepanjang aliran Sungai Kuantan dalam wilayah Riau kini sudah tidak terlihat.
Kondisi berbeda justru terjadi di Sungai Singingi. Setelah operasi penertiban berlangsung selama dua pekan, air sungai tersebut mulai menunjukkan perubahan dan terlihat lebih jernih.
Terlepas dari persoalan kualitas air, persiapan Festival Pacu Jalur KEN 2026 terus dikebut. Sebanyak 204 jalur dipastikan ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung 19-23 Agustus.
Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Kuansing. Selain itu, terdapat 31 jalur dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) serta masing-masing satu jalur dari Sumatera Barat dan Jambi.
Ratusan jalur tersebut akan berlomba di Sungai Kuantan. Artinya, kondisi sungai tahun ini bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian publik terhadap penyelenggaraan festival.
Pemkab Kuansing menyiapkan pembukaan festival dengan konsep yang sarat simbol nasionalisme.
Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 2 kilometer akan dibentangkan mengikuti lintasan dari pancang start di Desa Koto Taluk menuju pancang finis di sekitar jembatan gantung Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Bentangan serupa juga akan dilakukan di seberang Sungai Kuantan, mulai dari area start hingga finis di Desa Seberang Taluk.
Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kuansing.
“Ini bagian dari semangat kita menyambut kemerdekaan sekaligus menyemarakkan Festival Pacu Jalur," ujar Fahdiansyah.
"Kita ingin momentum ini menjadi kebanggaan bersama dan menunjukkan bahwa budaya serta semangat persatuan masyarakat Kuansing terus menyala,” tambahnya.
Persiapan tidak hanya dilakukan di lintasan pacu. Kawasan Tepian Narosa juga ditata untuk menyambut kedatangan masyarakat dan wisatawan.
Seluruh pegawai Pemkab Kuansing dilibatkan dalam kegiatan gotong royong massal untuk membersihkan serta mempercantik kawasan tersebut.
Tepian Narosa nantinya menjadi panggung terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan Festival Pacu Jalur 2026.
Ketua Panitia Pacu Jalur, Andi Cahyadi, memastikan persiapan teknis terus dilakukan hingga menjelang pembukaan.
Menurut pria yang akrab disapa Aheng itu, panitia kembali melakukan pengecekan berbagai kebutuhan sejak Selasa pagi untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.
“Persiapan sudah kita matangkan sampai malam. Pagi ini panitia kembali bekerja untuk memastikan seluruh rangkaian pembukaan besok berjalan maksimal," tutur Andi.
"Kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan seluruh tamu yang datang ke Kuansing,” tambahnya.
Pembukaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 dipastikan dilakukan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Muklisin menyebut agenda tersebut telah masuk dalam susunan acara resmi panitia, sekaligus menepis spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya pejabat pemerintah pusat dalam pembukaan.
“Pembukaan FPJN dilakukan oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Itu sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan panitia,” kata Muklisin.
Dukungan terhadap festival juga disebut cukup besar. SF Hariyanto dikabarkan berkomitmen memberikan dukungan sekitar Rp1,4 miliar untuk pelaksanaan FPJN 2026.