www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Jaksa Lengkapi Berkas Kasus Pembobolan Rekening Nasabah dan Kas Bank Daerah Syariah di Inhu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dongkrak Ekonomi Pelaku UKM RAPP Diminta Terus Dukung Batik Kuansing
Jumat, 03 Februari 2023 - 16:55:09 WIB
Corak dan motif Batik Kuansing.
Corak dan motif Batik Kuansing.

KUANTAN SINGINGI - Kalangan wakil rakyat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) meminta PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terus memberikan kontribusi dan dukungan bagi kemajuan usaha Batik Kuansing. Karena, Batik Kuansing yang sempat melonjak produksinya pada tahun 2021 yang lalu sekarang cenderung stagna atau jalan di tempat.

Padahal perkembangan usaha pembuatan Batik andalan kabupaten Kuansing tahun 2021 membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi warga daerah ini.

Permintaan kalangan dewan itu mengingat PT RAPP memberi andil bedsar dalam memajukan kualitas perajin Batik Kuansing melalui bantuan peralatan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kuansing, Dr Adam SH MH. Menurutnya, dukungan PT RAPP selain terus memberikan bantuan peralatan dan peningkatan SDM bagi perajin Batik Kuansing, juga menelurkan kebijakan guna menyerap Batik Kuansing yang dihasilkan oleh perajin batik yang ada di daerah negeri Pacu Jalur tersebut saat ini.

Contohnya kata Adam, PT RAPP menelurkan kebijakan penggunaan Batik Kuansing pada hari-hari tertentu bagi karyawan mereka, khususnya diwilayah operasional perusahaan mereka yang ada di Kabupaten Kuansing. Sebab di Kabupaten Kuantan Singingi sendiri lanjut Adam terdapat tiga estate PT RAPP mulai dari Estate Baserah, Estate Cerenti dan Estate Logas. Jika perlu karyawan rekanan atau mitra kerja PT RAPP ditiga etaste itu juga memakai Batik Kuansing pada hari-hari tertentu.

Dukungan dan kontribusi perusahaan bubur kertas dan penghasil serat rayon ini sangat diperlukan demi menjaga kelangsungan dan nasib usaha serta perajin Batik Kuansing yang ada saat ini.

Apalagi saat ini Batik Kuansing telah menjadi kebanggaan dan symbol kreatifitas warga Kuansing. Disamping itu PT RAPP turut andil dalam menumbuhkembangkan usaha Batik Kuansing selama ini. Karena itu itu katanya, tidak salah PT RAPP juga menerapkan kebijakan untuk menyerap Batik Kuansing yang dihasilkan para perajin batik di Kuansing.

"Agar usaha Batik Kuansing yang sempat naik tidak turun bahkan semakin berkurang,” kata Adam.

Adam juga mendorong PT RAPP turut mengembangkan salah satu kuliner Kuansing yang juga sedang trend yakni Kopi Conti atau Caghonti. Menurutnya, kopi tersebut telah berkembang pesat dan mendongkrak pelaku UKM khususnya sektor kuliner. Bahkan kopi ini juga menjadi kebanggaan warga Kuansing.

Peran PT RAPP memang tidak terbantahkan dalam memajukan Batik Kuansing. Sejak tahun 2016 guna mengimplementasikan UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (PT) yang mengatur tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang populer dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan ini memfasilitasi pelatihan keterampilan membatik.

Pelatihan tersebut diikuti oleh dua kelompok perajin Batik yang berasal dari Kecamatan Gunung Toar dan Kecamatan Kuantan Hilir. Hasil dari pelatihan ini terbentuk dua kelompok Batik masing-masing Kelompok Batik Jalur Andalan di Baserah dan Kelompok Batik Nagori di Gunung Toar.

Tidak sampai di situ, pada tahun 2017 PT RAPP juga mengundang 14 perajin Batik pemula asal Kuansing menimba ilmu lanjutan di Rumah Batik Andalan Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Pelatihan lanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dari para pengrajin. Para perajin yang ikut serta sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dasar dari PT RAPP pada tahun 2016. Pelatihan lanjutan ini sebagai pemantapan para pengrajin Batik Kuansing.  Para peserta selain menambah ilmu membatik mereka juga belajar mengenai manajemen penjualan batik. Sebab usaha batik memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan bagi pembatik, masyarakat dan daerah Kuansing.

Dukungan PT RAPP terus berlanjut. Setelah para perajin Batik Kuansing ditempat dengan ilmu dasar membatik dan dilanjutkan dengan keterampilan lanjutan membatik, pada tahun 2018 PT RAPP kemudian memberikan bantuan peralatan untuk para perajin. Bantuan itu berupa peralatan membatik dalam bentuk cap, meja cap, lilin blok dan lain-lain. Dengan semakin meningkatnya keahlian perajin bartik di negeri Pacu Jalur ini, alhasil pada tahun 2021 terjadi lonjakan jumlah pelaku usaha Batik Kuansing. Pada tahun itu terdapat 21 pelaku usaha pembuatan Batik Kuansing yang tersebar di kecamatan Gunung Toar, Kecamatan Kuantan Tenga, Kecamatan Benai dan Kecamatan Kuantan Hilir dan kecamatan lainnya.

Selain itu kemampuan berimprovisasi para perajin Batik Kuansing dalam menghasilan design juga semakin baik. Bahkan sudah ada 20 motif Batik Kuansing yang telah didaftarkan dan telah mempunyai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementeriaan Hukum dan HAM. Masing-masing motif memiliki filosofi tersendiri. Sebanyak 20 motif Batik Kuansing itu masing-masing motif Jalur, motif Parahu Baganduang, motif Takuluak Barembai, motif Dayung, motif Randai, motif Silek, motif Marawang, motif Pondiang, motif Carano.

Lalu motif Calempong, motif Konji Barayak, motif Galamai, motif Tugu Jalur, motif Cagak, motif Tugu Air Mancur, motif Pancang, motif Tepak Sirih, motif Jambar, motif Kopi Caghonti, dan motif Puluik Kucuang Tangguli.

Lonjakan produksi dan pemakaian Bati Kuansing jugua tidak terlepas dari dukungan Bupati Kuansing yang mengeluarkan Perbup Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu poin dari Perbup itu ditegaskan pemakaian PDH batik pada hari Kamis. Lalu diperkuat dengan Surat Edaran No 800/SE/1119 diimbau kepada ASN Pemkab Kuansing agar pada hari Kamis mengutamakan pemakaian Pakaian Dinas Harian Batik Bermotif Batik Kuantan Singingi.

Sementara PT RAPP memandang pengembangan batik di Kuansing sejalan dengan program pemberdayaan perempuan RAPP dengan tujuan agar dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan di sekitar wailayah operasional RAPP termasuk di Kabupaten Kuansing, Hal ini terinspirasi dari dari Rumah Batik Andalan dengan motif khas ombak Bono di Pelalawan yang lalu disusul oleh Rumah Batik Pertama di Kuansing. (*)

Ketua DPRD Kuansing, Adam bersama istri memakai Batik Kuansing.